Tower Crane: Pengertian dan Bagian-bagiannya

  • Share

Setiap kali berada di sebuah lokasi proyek, kita absolut dapat melihat sebuah struktur kokoh yang terbuat dari baja yang berdiri tinggi menjulang. Itulah Tower Crane. Tower crane berfungsi sebagai alat angkat alat dan bahan cloth mirip mesin-mesin konstruksi, beton, besi, bekisting dan lain sebagainya. Karena besar dan fungsinya inilah tower crane adalah alat berat dalam pekerjaan konstruksi.

Menurut sejarah, Crane pada dunia konstruksi diciptakan oleh orang Yunani dengan bantuan insan dan hewan. Crane pada waktu itu sudah dipakai untuk membangun gedung-gedung tinggi. Bagaimana kebenarannya? Kami belum mampu memastikan. Sejarah ini kami ambil dari salah satu sumber yang ada di internet.

Tower Crane

Tower Crane.

Berlanjut dengan perkembangan zaman, Crane didesain dengan ukuran yang jauh lebih besar dan hingga sekitar abad pertengahan, Crane digunakan orang pada masa itu untuk bongkar muat kapal dan juga crane dipakai untuk membangunan menara batu atau konstruksi sejenisnya. Dahulu, struktur crane terbuat dari kayu sebelum akhirnya berkembang dan berinovasi, struktur crane dibangun dengan material besi dan baja yang terjadi pada masa revolusi industri

Pengertian Crane

Crane adalah suatu alat berat yang biasanya digunakan untuk pengangkatan ataupun pemindahan material dari suatu kawasan tertentu baik dari kawasan rendah ke kawasan yang tinggi atau sekedar moving suatu benda. Crane juga mampu untuk mengisi atau membongkar muatan dengan bantuan selling atau wire rope.

Tower Crane ialah suatu alat bantu yang ada hubungannya dengan akses bahan dan fabric konstruksi dalam suatu proyek. Jika dijabarkan lebih lanjut, fungsinya lebih dekat terhadap alat mobilisasi vertikal-horisontal yang amat sangat membantu didalam pelaksanaan pekerjaan struktur.

Saat kita melihat sebuah tower crane bekerja, mungkin akan timbul pertanyaan dalam benak kita: bagaimana caranya tower crane berdiri setinggi itu, dan tentu saja tambah tinggi lagi? Berapa besar berat yang bisa diangkat oleh tower crane? Bagaimana cara tower crane bekerja? Nah disinilah akan anda temukan jawaban singkat persoalan di atas.

Bagian-Bagian Tower Crane

Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai bagian-bagian dari sebuah tower crane.

Sebuah tower crane setidaknya terdiri dari 3 bagian:

1. Pondasi

Bagian ini berfungsi meneruskan beban dari tower crane ke tanah keras dan sebagai penahan agar tower crane tidak jatuh. Pada bagian inilah kaki tower crane dibaut pada pondasi beton yang masif dan besar.

2. Tiang/trendy section

Bagian ini adalah bagian vertikal dari tower crane yang mampu terus tumbuh seiring dengan kebutuhan proyek. Pada bagian ini terdapat tangga vertikal yang dibagi in keeping with phase yang nantinya akan digunakan oleh operator untuk naik ke atas.

3. Unit yang berputar

Bagian ini terdiri dari three bagian:

a. Horizontal jib

Horizontal jib ialah bagian horizontal dari sebuah tower crane yang panjang dan berfungsi sebagai bagian pengangkat beban. Disebut p**a sebagai hoisting jib atau working jib.

B. Machinery jib

Pada bagian inilah terdapat motor penggerak tower crane, alat elektronik dan sebuah beton masif yang berfungsi sebagai counter balance. Oleh karena itu acapkali p**a disebut counter balance jib.

C. Operator?S cab

Kawasan dimana operator bekerja. Cab ini haruslah memiliki jendela besar untuk memastikan operator memiliki pandangan penuh terhadap lokasi konstruksi. Mengingat letaknya yang tinggi, cab ini juga sebaiknya dilengkapi dengan AC dan perlengkapan lainnya.

Berapa besar beban yang bisa diangkat sebuah tower crane?

Tipikal tower crane memiliki spesifikasi sebagai berikut:

  • Tinggi maksimum berdiri sendiri ? 265 kaki (eighty meter).

Tower crane mampu saja memiliki tinggi lebih dari eighty meter hanya kalau tower crane dipegang/digantungkan pada bangunan sehingga mampu tumbuh seiring dengan bertambah tingginya bangunan proyek.

  • Jangkauan maksimum – 230 kaki (70 meter)
  • Daya angkat maksimum – 18 metric ton, 300 tonne-meter
  • Counterweight – 20 ton

Daya angkat maksimum tower crane ialah 18 ton tetapi tower crane tidak boleh mengangkat beban sebesar itu pada ujung terjauh jib nya. Semakin dekat posisi beban yang diangkat dengan tiang tower crane, semakin besar beban yang dapat diangkat dengan aman. Oleh karena itu pembebanan tower crane mengikuti prinsip three hundred tonne-meter.

Maksudnya apabila beban berada sejauh 30 meter dari tiang, maka beban yang diperbolehkan sebesar 10 ton. Apabila beban berada sejauh 50 meter, maka beban yang diperbolehkan sebesar 6 ton.

Ower crane dilengkapi dengan dua tombol limit untuk memastikan operator tidak mengangkat beban berlebih:

  • Tombol beban maksimum memonitor tarikan pada kabel dan memastikan beban tidak melebihi 18 ton
  • Tombol momen beban memastikan operator tidak melebihi prinsip tone-meter saat beban digerakkan pada jib.

Mengapa tower crane tidak jatuh?

Elemen pertama yang memastikan stabilitas tower crane ialah pondasi beton besar yang telah dicor terlebih dahulu. Pondasi ini biasanya memiliki ukuran 10 x 10 x 1.3 meter (tapi tergantung p**a tipe tower crane yang akan digunakan). Ada p**a tipe tower crane yang bisa menghemat beton pondasi dengan memiliki 4 pondasi yang lebih kecil yang akan mendukung beban dari masing-masing kaki tower crane. Baut besar tertanam di dalam pondasi ini.

Bagaimana tower crane dipasang dan terus bertambah tinggi?

Termin pertama, dengan bantuan cell crane bagian horizontal jib dan equipment disambung dan diletakkan di atas dua pondasi beton. Kemudian cellular crane menambahkan counterweight. Sedangkan bagian vertikal tower crane dipasang dengan bantuan cellular crane juga.

Termin kedua, untuk mencapai ketinggian maksimum, tower crane tumbuh sendiri. Disini digunakanlah top climber atau hiking frame. Berikut prosesnya:

  1. Tower crane mengangkat sebuah beban pada jib untuk menyeimbangkan counterweight.
  2. Teknisi melepas unit berputar dan dengan sebuah mesin hydraulic pada top climber akan mendorong unit berputar naik setinggi 20 kaki (6 meter).
  3. Operator menggunakan crane untuk mengangkat satu section vertikal dari tower crane dan mengisi kekosongan yang ada di dalam top climber. Saat selesai dipasang dan dibaut, maka tower crane telah bertambah tinggi satu section.

Demikian, pembahasan mengenai tower crane yang ruang sipil mampu bagikan, semoga bermanfaat.

Tower crane ialah, spesifikasi tower crane, sewa tower crane, kinds of tower cranes, cara kerja tower crane, how are tower cranes taken down, tower crane assembly technique, tower crane assembly time-lapse

Berlangganan update artikel terbaru via e mail:

Baca Juga:  Jenis-Jenis Amdal (Amdal Tunggal, Terpadu/Multisektoral, Kawasan)
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

20 + 1 =