Tips untuk Persiapan Darurat Perang

  • Share

Selama puncak Perang Dingin, pemerintah membuat banyak sekali acara untuk mempersiapkan warganya untuk holocaust nuklir. Ini termasuk membuat kawasan penampungan bom ratusan kaki dari tanah serta mengajar anak-anak untuk tinggal di bawah meja kalau terjadi agresi.

Pada tahun 1989, Perang Dingin berakhir dan ini tidak lagi dianggap sebagai ancaman. Sayangnya, setelah 9/11, Amerika menghadapi musuh baru. Ini bukan lagi negara yang memiliki tentara luas yang bisa menyerang bangsa lain. Musimi ini sekarang berperang dengan perang gerilya dengan melakukan agresi teroris baik di sini maupun di luar negeri.

Belum terjadi agresi besar pada tanah AS semenjak 2001. Komunitas intelijen dari banyak sekali negara telah menggagalkan upaya-upaya tersebut meskipun ada upaya mirip agenda untuk membom transatlantik dari Inggris.

Adakah yang mampu dilakukan untuk mempersiapkan Perang Global berikutnya? Mencegah konflik terbesar berikutnya ialah sulit tetapi bukan tidak mungkin. Thermonuclear hanyalah satu cara agresi akan dilakukan tetapi penggunaan senjata kimia dan biologis ialah ancaman yang lebih besar.

Poly orang mungkin binasa tetapi mengikuti beberapa tips untuk persiapan darurat perang dapat memastikan kelangsungan hidup eksklusif.

1. Orang-orang pergi ke supermarket setiap minggu untuk mengisi kembali makanan yang dikonsumsi. Nir sakit untuk membeli beberapa barang kalengan ekstra acapkali karena tidak akan rusak hingga dibuka.

2. Selain dari makanan, memiliki pasokan air minum yang cukup akan mencegah dehidrasi. Kendi plastik dapat dibeli dari supermarket tetapi kalau tidak aman untuk keluar, orang-orang harus menerima ini dari faucet. Ini akan menjadi ilham yang baik untuk menambahkan tablet pemurnian dan mendidih ini terlebih dahulu untuk memastikan itu aman untuk diminum.

3. Memiliki kit pertolongan pertama selalu berkhasiat untuk mengobati luka. Individu harus memeriksa bahwa itu lengkap setiap ketika karena tidak ada yang mampu tahu kapan ini akan diperlukan.

4. Kalau orang harus mengungsi, itu akan menjadi ilham yang baik untuk membawa makanan, air, beberapa pakaian ekstra, senter, kompas, korek api, permen dan kartu identitas. Semuanya harus dikemas dalam ransel sehingga semua orang dapat bergerak cepat ke sentra evakuasi terdekat.

Baca Juga:  Tips penting untuk persiapan darurat banjir

5. Kiat terakhir untuk persiapan darurat perang ialah untuk terbiasa dengan agenda bencana yang telah dibuat pemerintah federal dan kota. Beberapa negara bagian memiliki agenda darurat di kawasan. Ini telah diumumkan di Internet dan di televisi dan kalau ini terjadi, orang harus tetap damai dan perlahan-lahan mengevakuasi.

Kiat-kiat yang disebutkan tidak hanya berkhasiat kalau terjadi perang tetapi juga saat dihadapkan dengan badai, gempa bumi atau bencana alam lainnya. Ini karena orang yang ingin hidup melalui krisis akan melakukan apa saja untuk melihat hari lain.

Saat pesawat pertama jatuh ke World Trade Center, semua orang pertama kali berpikir itu kecelakaan. Ketika pesawat kedua melanda, semua orang tahu itu sesuatu yang lebih buruk. Belum ada konflik besar dalam lebih dari lima puluh tahun tetapi itu tidak berarti bahwa orang aman. Ada unsur-unsur di dunia yang ingin membahayakan dan orang-orang harus siap untuk itu.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 2 =