Tips Mengatur Hubungan Kontraktor, Arsitek dan Klien

Posted on 4 views

Seorang Arsitek asal San Francisco, Cary Bernstein menawarkan hikmah yang berkhasiat: ?Ketahui apa yang kau inginkan, ketahui dengan siapa kau bekerja dan berapa banyak uang yang mampu anda habiskan. Serta, jangan lupa untuk bersabar?.

Hikmah dengan kalimat sederhana untuk anda yang sedang mempersiapkan agenda membuat rumah sendiri.

Mengatur Hubungan Kontraktor, Arsitek dan Klien

Cary Berstein dan Rekan Kerja. (sumber: residentialarchitect.com)

Selama 12 tahun menjalani bisnisnya di San Fracisco – seorang arsitek Cary Bernstein telah mendesain berbagai proyek perumahan dan bekerja dengan banyak kontraktor.

Dia tahu betul kesusahan dalam menjalin hubungan atau relasi antara Kontraktor, Arsitek dan Klien. Di sisi lain, beliau juga tidak mampu memberi hikmah yang bersifat rumus eksak.

Beliau hanya mencoba berbagi sistem yang baik untuk ketiga subjek tersebut bekerja sama dengan baik.

Apa langkah pertama yang harus Klien lakukan saat baru memulai proyek konstruksi?

Hal penting pertama yang Klien harus lakukan ialah mengetahui diri mereka sendiri dengan baik. Mereka harus menyisihkan waktu untuk memperhatikan bangunan ruang yang menjadi referensi dan mereka sukai.

Hal tersebut mampu eksklusif dilakukan dengan cara survei eksklusif di perumahan yang disukai atau melihat dan membaca literatur referensi dari majalah-majalah ternama.

Pada akhirnya, Klien sangat diperlukan mampu menuangkan ilham mereka dengan baik, perihal apa yang mereka butuhkan dan inginkan, dan kemudian arsitek akan berbagi ilham tersebut, serta kontraktor akan mengerjakannya.

Sekali saja klien bertindak untuk memulai proyek sebuah proyek konstruksi, maka keputusan untuk memilih arsitek dan kontraktor terbaik berada di pilihan mereka. Tentunya telah sesuai cita-cita dan berdasarkan survei literatur sebelumnya.

Apakah seorang arsitek selalu diperlukan?

Itu tergantung dari ukuran dan tingkat kompleksitas dari sebuah proyek. 2 hal penting yang mampu arsitek bantu kembangkan ialah sebuah desain dan set dokumen konstruksi yang baik.

Sebuah desain yang baik akan berbicara lebih dan sebuah set dokumen konstruksi yang teratur akan berdampak pada keteraturan proyek konstruksi dari segi finansial, emosional dan proses konstruksi itu sendiri supaya mampu berjalan dengan lancar dan sesuai cita-cita sang pemilik atau klien.

Apa hal terpenting seorang Klien, Arsitek dan Kontraktor yang mampu dilakukan untuk menjamin proses konstruksi lancar?

Hal terpenting seorang klien mampu lakukan ialah memilih seorang arsitek dan kontraktor dengan tingkat profesionalisme dan komitmen yang tinggi.

Hal yang paling penting seorang arsitek mampu lakukan ialah mendengarkan klien dan menyiapkan segala halnya melalui sebuah set desain dokumen konstruksi.

Hal yang paling penting kontraktor mampu lakukan ialah membaca gambar beserta spesifikasi dari sebuah desain yang telah jadi untuk dikerjakan di lapangan.

?Construction, specifically on the residential scale, is a very human undertaking and is at risk of all of existence?S surprises?. -Cary Bernstein, Architect

Studio milik Cary Berstein. (sumber: cbstudio.Com)

Bagaimana membimbing Klien dalam memilih Kontraktor yang benar?

Hal ini ialah sebuah persoalan yang unik. Poly diantara pemilik rumah atau klien tidak mempunyai cukup berita mengenai kontraktor.

Mereka mempercayakan hal tersebut kepada arsitek untuk dipilihkan kontraktor yang menurut mereka terbaik.

Hal ini terkadang membuat posisi seorang arsitek menjadi canggung: kalau kontraktor terpilih tidak bekerja dengan baik, maka membuat posisi seorang arsitek menjadi bersalah.

Seorang arsitek seharusnya mencoba membantu seorang klien dengan cara membuat klien merasa aman dan nyaman atas pilihan mereka sendiri.

Hal ini berarti mengedukasikan klien untuk melakukan survei dan riset yang baik.

Seorang arsitek juga mampu merekomendasikan klien untuk melakukan diskusi dengan klien lainnya, mengobrol ke klien lain yang telah bekerja sama dengan kontraktor sebelumnya dan menanyakan pertanyaan mirip: ?Bagaimana hubungan antara kontraktor dan arsitek pada proyek rumah anda kemarin??, ?Apakah kontraktor tersebut profesional dan bertanggung jawab?? Atau ?Apakah anda menemukan persoalan dengan pekerja, kalau ada, bagaimana kau mengatasinya??.

Ketiga pertanyaan tersebut hanyalah contoh dari sebuah percakapan untuk menggali berita dari pihak lain yang mampu membantu seorang yang baru akan memulai proyek konstruksi rumah barunya.

Apa kendala utama seorang klien terhadap kontraktor?

Hambatan atau persoalan utama yang biasa dihadapi seorang klien ialah jadwal proyek yang tidak sesuai, biaya yang membengkak dan pekerjaan yang kurang sesuai spesifikasi.

Seorang arsitek seharusnya sudah mengatasi ekspetasi klien semenjak awal mengenai persoalan atau kendala yang biasa terjadi di lapangan.

Tanpa membuat klien menjadi pesimis, arsitek mampu menghimbau untuk antisipasi keterlambatan proyek dan kenyataan biaya yang meningkat.

Hal ini berarti bahwa setiap kemajuan di proyek selalu berdampingan sejumlah biaya yang harus dikeluarkan.

Pada proyek di lapangan akan selalu ada kemungkinan persoalan yang tidak dapat diprediksi, semua terjadi tiba-tiba.

Seorang tukang diceraikan istrinya atau pelaksana proyek mendapat kabar ibunya sedang sakit.

Kemungkinan semacam ini sudah seharusnya ada di dalam kepala semenjak dari awal.

Apakah kepribadian klien membantu dalam penentuan kontraktor yang akan direkomendasikan dari arsitek?

Pada kenyataannya, Cary Bernstein pernah berceita mengenai kliennya yang mempunyai ekspetasi yang tinggi perihal profesionalisme.

Bagi klien yang mirip ini, maka jangan pernah merekomendasikan kontraktor, sebaik apapun kinerja mereka karena menjadi persoalan pada akhirnya.

Bisakah seorang klien bernegoisasi dengan kontraktor?

Tentu mampu, tetapi seharusnya hal ini menjadi sebuah kolaborasi bukan awal dari sebuah proses yang tidak menyenangkan. Klien mampu saja berkata, “tawaranmu ialah 300 juta dan kami hanya punya 200 juta. Bisakah kita membuat pekerjaan proyek menjadi 200 juta saja?”.

Terkadang ada klien yang tidak tahu menahu mengenai pembagian keuntungan dari kontraktor dan perihal bagaimana perjuangan keras dan kesulitan yang dihadapi saat adanya perubahan perhitungan desain.

Sangat baik untuk dijaga dalam pikiran, terkadang menjadi kontraktor ialah hal yang menyenangkan.

Ada hikmah berkata, kalau kita ingin menyenangkan semua orang maka lebih baik jualan es krim saja.

Semoga kita semua mampu menjalin relasi dan bekerja sama serta bertemu dengan klien, arsitek dan kontraktor yang menjunjung tinggi komitmen dan profesionalitas.

Berlangganan update artikel terbaru thru email:

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Mitra Sinergi Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 3 =