Teknik Dewatering: Pengertian, Cara dan Metode

Posted on 1 views

Apa itu dewatering?Dewatering atau konstruksi dewatering ialah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan menghilangkan/mengurangi air tanah atau air permukaan dari lokasi konstruksi. Biasanya proses pengeringan (dewatering) dilakukan dengan memompa atau menguapkan yang dilakukan sebelum penggalian untuk pijakan awal atau untuk menurunkan permukaan air tanah yang dapat menyebabkan terjadinya persoalan selama masa penggalian.

Proses dewatering juga mampu berarti proses memindahkan/mengalirkan air dari suatu lokasi ke lokasi lainnya atau proses pemindahan air tanah. Penerapan dewatering yang benar tentu akan berdampak baik pada sebuah proyek konstruksi dengan memenuhi beberapa praktik yang sesuai dengan ketentuan dan menghindarkan proyek dari persoalan yang disebabkan dari pencemaran/bahaya air tanah.

Mengapa dewatering?

Penerapan dewatering digunakan pada sebagian besar proyek konstruksi karena dalam proyek konstruksi ini air harus dikendalikan/diatur agar sebuah proyek tetap dalam kondisi yang aman sesuai perencanaan. Biasanya pembangun hanya berpikir untuk mengalirkan air dengan pompa ke suatu lokasi lain tanpa mempertimbangkan dampak dan memperhatikan proses kemana air tersebut dialirkan. Dalam dewatering hal ini menjadi perlu dan penting untuk diatur sehingga proyek mampu bekerja dan dikerjakan secara maksimal.

Tindakan pencegahan dalam dewatering

Penerapan dewatering harus dilakukan dengan benar untuk menghindari terjadinya hal yang membahayakan mirip erosi atau abrasi tanah di lapangan. Hal ini juga penting untuk memilih lokasi pembuangan/pelepasan air, meskipun lokasi tersebut terlihat aman jauh dari proyek atau pekerja proyek.

Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk menghilangkan sedimen ketika memompa air, mirip kantong dewatering (dewatering baggage). Saat memilih lokasi pembuangan/pelepasan air, ada beberapa hal yang harus diingat yaitu:

  • Air tidak boleh eksklusif dipompa ke lereng.
  • Penerapan dewatering disarankan adanya dukungan berupa lahan hijau kalau tersedia.
  • Sangat penting untuk memperhatikan dan memberhentikan proses dewatering kalau area tersebut menawarkan tanda bahaya mirip ketidakstabilan atau akan terjadinya erosi
  • Saluran yang digunakan untuk proses dewatering harus stabil dan lebih baik kalau sudah dilindungi oleh rumput/tumbuh-tumbuhan.
  • Hindari dewatering ketika hujan deras karena proses infiltrasi berada pada tingkat minimum dan air akan bergerak lebih pelan atau proses dewatering tersebut mampu dikatakan tidak berfungsi
  • Jangan melakukan dewatering pada air yang telah terkonstaminasi oleh minyak, produk kimia atau semacamnya secara eksklusif. Dalam hal ini mungkin proses pemisahan air dan minyak mungkin diperlukan.
  • Izin dan persyaratan tambahan mungkin diperlukan dari lokasi setempat atau instansi terkait
  • Sangat penting untuk memahami tinggi permukaan air tanah di lokasi, karena mungkin air bawah permukaan tanah selalu mendekati permukaan, sehingga agenda dewatering mampu saja tidak bekerja.
  • Teknik dewatering dengan melakukan pemompaan dalah mungkin yang paling umum yang mampu jadi pilihan.

Bagaimana cara menggunakan dewatering bags

Dewatering luggage terbuat dari bahan pabrikasi geotekstil yang kuat yang digunakan untuk menyaring air dari adanya sedimen dengan cara menghilangkan atau menahan sedimen tersebut. Dewatering baggage biasanya digunakan pada lokasi dewatering dengan lokasi konstruksi yang mempunyai tingkat permukaan air tanah yang tinggi atau berada dekat dengan garis pantai/sungai. Kantong ini harus diadaptasi berdasarkan laju peredaran air di pompa dan jenis sedimen.

Metode dewatering

Pengeringan konstruksi dari penggalian terbuka atau parit dapat dilakukan dengan beberapa metode. Namun, yang paling sederhana ialah menguras gravitasi menggunakan saluran drainase yang membawa air dari kawasan tersebut untuk dibawa ke titik pembuangan.

Cara lain yang layak untuk pengeringan air ialah pemompaan air, menyedot dan / atau menggunakan ember mesin konstruksi besar untuk meraup dan membuang air dari vicinity yang dipilih.

Saluran bumi yang digunakan untuk pengeringan juga mampu dilindungi dengan selokan parit, dan perlindungan tambahan harus ditempatkan untuk mengurangi kecepatan air dan meminimalkan erosi.

Disarankan untuk membangun perlindungan revetment riprap dengan geotekstil untuk mencegah erosi tambahan pada titik pembuangan.

Mencegah air dari pengaruhnya ke lokasi konstruksi

Jika diketahui bahwa permeabilitas tanah yang rendah, dapat ditemukan, solusi yang mungkin untuk mengurangi proses pengurasan ialah mengisolasi strata permeabel dari sumber air lainnya.

Terkadang, tumpukan lembaran, dinding lumpur, dan tirai grout dapat digunakan sebagai metode untuk mencegah air masuk ke parit atau pondasi.

Meskipun solusi ini tidak akan menghilangkan persoalan, ini ialah agenda yang sangat rupawan untuk digunakan tingkat permukaan air tinggi, karena masih perlu memompa atau mengeluarkan air dari pondasi atau parit karena curah hujan dan air yang terperangkap di kawasan tersebut.

Bergantung pada penggunaan sistem, analisis teknik yang lengkap akan diharapkan untuk menganalisis bagaimana proses ini menghipnotis region lain.

Demikian, sedikit berita yang mampu kami bagikan mengenai Teknik Dewatering. Kalau ada tambahan teman-teman mampu tambahkan di kolom komentar. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru through e mail:

Baca Juga:  Sambungan Mekanik (Paku) SNI 7973:2013 (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + sixteen =