Struktur Kayu

  • Share

Kayu adalah satu dari beberapa bahan konstruksi yang sudah lama dikenal masyarakat, didapatkan dari semacam tanaman yang tumbuh di alam dan dapat diperbaharui secara alami.  Faktor-faktor mirip kesederhanaan dalam pengerjaan, ringan, sesuai dengan lingkungan (environmental compatibility) telah membuat kayu menjadi bahan konstruksi yang dikenal di bidang konstruksi ringan (light construction). Penggunaan kayu sebagai bahan konstruksi tidak hanya didasari oleh kekuatannya saja, akan tetapi juga didasari oleh segi keindahannya.  Secara alami kayu memiliki bermacam-macam warna dan bentuk serat, sehingga untuk bangunan expose material kayu tidak banyak memerlukan perlakuan tambahan.  Pada perkembangan teknik penggunaan kayu struktural perlu diperhatikan sifatsifat dan jenis-jenis kayu serta faktor-faktor yang menghipnotis kekuatan kayu, sambungan dan alat-alat penyambung serta keawetan kayu. Keterbatasan penggunaan kayu selama ini terjadi dikarenakan keterbatasan kayu alami yang lurus dan relative panjang sudah jarang didapatkan, serta kayu dengan tingkat kekuatan yang tinggi sidah semakin berkurang.  Oleh karena itu, maka teknologi sambungan dan komposit material sangat penting pada perancangan struktur kayu.

Bagian-Bagian Penampang Kayu

Senyawa utama penyusun sel kayu dengan komposisinya ialah selulosa 50%, hemiselulosa 25%, lignin 25%.  Sel-sel kayu kemudian secara kelompok membentuk pembuluh, parenkim dan serat.  Pembuluh memiliki bentuk mirip pipa yang berfungsi untuk saluran air dan zat hara.  Parenkim memiliki bentuk kotak, berdinding tipis dan berfungsi sebagai kawasan penyimpanan sementara akibat fotosintesis.  Serat memiliki bentuk panjang langsing dan berdinding tebal serta berfungsi sebagai penguat pohon.

Kelompok-kelompok sel kayu bergabung membentuk bagian/anatomi pohon.  Sebatang pohon dipotong melintang akan diperoleh secara kasar gambaran dan bagian-bagian kayu mirip terlihat pada Gambar berikut:

Bagian luar kayu disebut kulit (bark) adalah lapisan yang padat dan cukup kasar, bagian kulit yang paling luar sudah mati dan berfungsi sebagai pelindung kayu terhadap agresi dari luar (iklim, agresi serangga, dan jamur).  Sedangkan kulit bagian dalam bersifat hidup dan tipis yang berfungsi sebagai jalan zat yang mengandung gizi dari akar ke daun.

Baca Juga:  PIP2B Gorontalo, Bangunan Informatif Yang Sarat Fungsi

Pada bagian sebelah dalam kulit terdapat lapisan tipis yang disebut lapisan kambium, lapisan ini adalah jaringan yang tipis dan bening, berfungsi sebagai kawasan pertumbuhan sel-sel kayu. Disebelah dalam lapisan kambium terdapat bagian kayu lunak yang berwarna keputih-putihan  disebut kayu gubal (sapwood), bagian ini adalah kayu belia yang terdiri dari sel-sel yang masih hidup, berfungsi sebagai pengantar zat-zat makanan dari akar menuju daun dan juga sebagai kawasan penyimpanan bahan makanan, mempunyai ketebalan ± 2 cm hingga 10 cm.

Selanjutnya di sebelah dalam dari lapisan kayu gubal terdapat bagian kayu yang warnanya lebih gelap disebut dengan kayu teras (heartwood), berfungsi sebagai penguat pohon karena memiliki dinding sel yang lebih tebal dan kuat.

Pada bagian ini tidak terdapat zat-zat makanan, sehingga kalau dipakai sebagai bahan konstruksi akan awet. Pertumbuhan sel-sel kayu disertai dengan munculnya struktur mirip cincin yang disebut dengan cincin tahunan (annual ring) yang dapat memperkirakan umur dari pohon kayu.  Pohon kayu yang mengalami pertumbuhan cepat akan memiliki cincin tahunan yang lebih besar jika dibandingkan dengan pohon kayu yang memiliki pertumbuhan lambat.  Pada bagian tengah batang ada inti (pith) yang dikelilingi oleh sejumlah cincin tahunan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

12 + nineteen =