Sertifikat Laik Fungsi, Bahan Belajar dari Kota Semarang Untuk Kota-Kota Lain di Indonesia Timur

Posted on 7 views

Beberapa bulan lalu aku ditugaskan oleh kantor aku ke Semarang. Dalam jadwal tugas yang lumayan padat, aku sempatkan mampir ke Dinas Penanaman Kapital & PTSP Kota Semarang untuk belajar mengenai Sertifikat Laik Fungsi. Namun ternyata disana aku diarahkan ke Dinas Permukiman dan Tata Ruang sebagai dinas teknis yang menangani pembinaan bangunan gedung di Kota Semarang.

Balai Kota Semarang sebagai kompleks Kantor Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang, kawasan pengurusan SLF bagi gedung yang dibangun di area Kota Semarang.

Photo by Wikipedia

Di kota sebesar Semarang, pengendalian bangunan gedung mutlak dilakukan. Begitu banyak izin pembangunan yang masuk tiap hari pada badan perizinan Kota Semarang yang berarti sebanyak itu pulalah gedung yang potensial segera berdiri di Kota Semarang dalam waktu dua atau tiga bulan berikutnya. Dengan lahan kota seluas 37.380 Ha, mampu dibayangkan bukan kalau bangunan sebanyak itu letaknya tidak beraturan, tidak sehat dan tidak nyaman bagi penghuninya atau bahkan mampu merugikan lingkungan sekitar? Karena itulah maka Walikota Semarang menerapkan aturan yang cukup ketat bagi bangunan yang dibangun di wilayah kekuasaannya.

Satu hal yang harus anda ingat yaitu bahwa kelaikan gedung anda ialah jaminan keandalan bagi pengguna dan itu berarti juga jaminan bagi kekuatan gedungnya, ketahanan struktur, keamanan dari bahaya api, sambaran petir, kesejukan aliran udara, kecukupan cahaya, ketersediaan air bersih, penanganan air kotor, jaminan kenyamanan visual dan juga jaminan kemudahan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Keandalan sebuah bangunan mutlak diwujudkan. Tangguh ialah satu kata yang dapat mewakili sisi keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan sebuah bangunan.  Keempat faktor ini ialah kunci keandalan sebuah bangunan. Jadi saat kita membaca kata andal, maka yang terbayang di fikiran kita seharusnya bukan saja pada kekuatannya menahan gempa, ketahanan struktur atau ketangguhanya menahan terpaan angin namun juga bagaimana gedung tersebut aman dari bahaya api, sambaran petir, kesejukan aliran udara, kecukupan cahaya, ketersediaan air bersih, penanganan air kotor sampai juga pada  kelengkapan prasarana penyandang disabilitas, penunjuk arah, dll.  Selain itu gedung juga harus fungsional dan tertib dalam hal penyelenggaraannya yaitu dalam hal perencanaan, pembangunan, pengawasan, pemanfaatan, pemeliharaan./perawatan, pelestarian (kalau telah memenuhi syarat tertentu) dan sampai pada ketika pembongkaran/penghancuran (kalau diharapkan).

POLA UMUM PENGATURAN

Sebagai kota metro yang telah berumur ratusan tahun, SLF Bangunan gedung diterapkan Pemda Kota Semarang pada dua kondisi. Kondisi pertama, gedung yang baru saja dibangun dan kemudian akan segera difungsikan dan kondisi kedua, gedung yang telah lama dimanfaatkan namun belum memiliki pengakuan kelaikan dalam bentuk SLF. Sebagai berita, kelaikan fungsi bangunan sebenarnya talah lama dipikirkan oleh pemda namun pada praktiknya, SLF baru dikeluarkan semenjak dua tahun terakhir. Sebelumnya Pemerintah Kota Semarang hanya menerbitkan surat keterangan kelaikan fungsi bagi gedung-gedung yang dianggap beresiko bagi penggunanya mirip hotel, gedung pertemuan, gedung kantor berlantai banyak, pabrik, dll.

Pelayanan penerbitan SLF dilaksanakan secara prima dan tanpa pungutan alias gratis. Baku pelayanan telah ditetapkan oleh Walikota Semarang dan itu menjadi acuan utama dalam pelayanan prima Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang dalam memeriksa kelaikan fungsi, persetujuan, penerbitan dan perpanjangan SLF Bangunan gedung di daerahnya.

Di Kota Semarang, bangunan gedung yang berupa rumah tunggal tidak sederhana berlantai empat atau lebih dari empat lantai dan bangunan tertentu yang memiliki lima lantai atau memiliki luas lebih dari 1500 m2 wajib diuruskan SLFnya. Memang ada pengecualian untuk bangunan yang perizinan, pengawasan dan pembinaannya bukan dalam kewenangan pemerintah kawasan. Bangunan mirip ini biasanya dibangun oleh pemerintah sentra atau perwakilan pemerintah negara lain di Indonesia, atau bangunan strategis milik pemerintah kawasan yang pembinaannya diserahkan ke pemerintah sentra. Jadi kelihatannya memang Pemerintah Kota Semarang ketika ini masih fokus pada kewenangan lokal yang diamanahkan undang-undang. Bagi bangunan gedung selain kriteria diatas, diberi pilihan bebas untuk mengurus SLF atau tidak mengurus SLF. Tentu saja dengan selalu menawarkan pemahaman bahwa SLF ialah jaminan keandalan bangunan gedung tersebut sehingga meskipun tidak diwajibkan namun sebaiknya semua gedung diurus SLFnya oleh pemilik gedung. Selain itu, bagi gedung sederhana (maksimal 3 lantai atau luas tidak lebih dari 1500 m2) ada kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Semarang yaitu pemeriksaan dapat dilakukan oleh tenaga ahli yang ditunjuk oleh Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang sehingga tidak perlu repot-repot menyewa jasa konsultan atau menyewa tenaga ahli pengkaji teknis. Pelanggaran atas pengenaan kewajiban SLF ini ditangani serius oleh Pemerintah Kota Semarang. Peringatan tertulis, pemasangan plang tanda pengawasan, bahkan sampai penerbitan surat perintah penghentian pemanfaatan sementara (atau penghentian tetap) dapat diterapkan. Pada kondisi pelanggaran yang lebih berat, pemda bahkan mampu menyegel bangunan yang sedang digunakan kalau pemiliknya tidak taat.

SLF di Kota Semarang diwajibkan bagi rumah tunggal tidak sederhana berlantai empat atau lebih dari empat lantai dan bangunan tertentu yang memiliki lima lantai atau memiliki luas lebih dari 1500 m2

SLF di Kota Semarang berlaku 20 tahun untuk bangunan gedung yang berupa rumah tunggal tidak sederhana berlantai empat atau lebih dari empat lantai dan berlaku 5 tahun untuk bangunan tertentu yang memiliki lima lantai atau memiliki luas lebih dari 1500 m2. Dengan demikian proses perpanjangan harus dilakukan pemilik gedung menjelang berakhirnya masa berlaku SLF. Pemda Kota Semarang memberi waktu dua bulan (60 hari) bagi pemilik gedung untuk menurus perpanjangan SLFnya menjelang masa berlaku SLFnya berakhir.  Akan tetapi, di tengah jalan pada ketika masa berlaku normal tersebut belum berakhir, SLF sebuah gedung mampu saja tiba-tiba dicabut kalau dalam pemeriksaan rutin ditemui bahwa penggunaan gedung tersebut tidak sesuai ijin yang tertera dalam IMB atau terjadi bencana gempa/kebakaran yang menyebabkan gedung tersebut rusak dan tidak lagi memenuhi syarat teknis. Berita mengenai ketidaklaikan yang terjadi di tengah masa berlakunya SLF ini mampu didapat dengan cara laporan oleh pemilik gedung, laporan masyarakat atau mampu juga melalui pengawasan bersiklus yang selalu dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

SLF untuk bangunan tunggal dapat diterbitkan pada bangunan tersebut secara satu kesatuan sistem secara normal namun dapat juga pemilik gedung memohonkan SLF bagi sebagian gedungnya yang adalah unit yang terpisah secara horisontal atau terpisah secara konstruksi. Bangunan mirip ini biasanya ialah bangunan kompleks yang terlihat fasadenya menyatu namun jika diperiksa lebih dalam sebenarnya secara konstruksi tidak menyatu. Untuk kelompok unit bangunan dalam satu kapling dengan kepemilikan yang sama, SLF dapat diterbitkan secara bertahap bagi sebagian bangunan yang sudah fungsional. Jadi kalau anda membangun 10 unit ruko sambung menyambung dalam satu lahan dan baru 5 unit yang selesai dan siap digunakan, maka anda mampu mengajukan SLF untuk kelima unit tersebut tanpa harus menunggu 10 ruko anda selesai dibangun semuanya. Bangunan rumah yang dibangun massal oleh developer juga dapat mengajukan SLF bagi rumah demi rumah yang sudah fungsional tanpa harus menunggu seluruh unit rumah selesai terbangun. Untuk bangunan yang dalam satu sistem kesatuan gedungnya dimiliki oleh beberapa orang (strata title) SLF harus diurus secara keseluruhan bagi gedung tersebut dan bukan secara parsial oleh masing-masing pemilik. Model gedung mirip ini ialah Satuan Rumah Susun/Sarusun. Oh iya, satu hal yang harus anda perhatikan ialah kalau anda merubah fungsi bangunan anda menjadi tidak sesuai lagi dengan IMB yang anda miliki maka otomatis anda harus mengurus IMB yang baru sebagai persyaratan SLF bagi gedung anda.

Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang ialah instansi teknis yang mendapat limpahan kewenangan dari Walikota Semarang untuk menerbitkan atau menolak SLF dan perpanjangan SLF.  Di dinas yang letaknya satu kompleks dengan Balai Kota Semarang ini, Kepala Seksi adalah ujung tombak pembinaan bangunan gedung khususnya bagi penelaahan persyaratan admnistrasi dan persyaratan teknis bagi penerbitan SLF. Permohonan SLF dapat diajukan oleh pemilik gedung, konsultan manajemen konstruksi atau penyedia jasa konstruksi lainnya atau mampu juga diajukan oleh penyedia jasa pengkaji teknis yang bersertifikat. Untuk perpanjangan SLF permohonan hanya dapat dilaksanakan oleh pemilik gedung atau penyedia jasa pengkaji teknis yang bersertifikat.

PROSEDUR DAN TATA CARA

Lalu bagaimana prosedur penerbitan SLFnya? Ok kita lanjutkan bahasan kita dengan goresan pena selanjutnya dibawah ini.

Kelengkapan Dokumen

Permohonan penerbitan SLF diajukan kepada Dinas Permukiman dan Tata Ruang dengan mengisi formulir permohonan dengan lampiran paling sedikit meliputi surat pernyataan pemeriksaan/pengujian kelaikan fungsi bangunan atau rekomendasi, daftar simak akibat pemeriksaan, gambar pelksanaan, IMB (atau IMB perubahan), dokumen status bukti pemanfaatan bangunan dan dokumen hak atas tanah.

Untuk mengajukan permohonan SLF, pemohon harus melengkapi beberapa dokumen berikut :

  • Dokumen kelengkapan konstruksi atau catatan pelaksanaan konstruksi bangunan yang terdiri dari gambar akibat pelaksanaan konstruksi (as built drawing), pedoman pengoperasian/pemeliharaan/perawatan baik bangunannya sendiri maupun utilitas/ME serta dokumen perjanjian kerja kalau bangunan dikerjakan oleh penyedia jasa konstruksi (kontraktor/konsultan).
  • Dokumen admnistrasi yang terdiri dari IMB, dokumen status pemanfaatan bangunan gedung dan dokumen status hak atas tanah

Inspeksi Kelaikan

Setelah dokumen pelaksanaan konstruksi dan dokumen administrasi dilengkapi maka pemohon akan diminta mengisi daftar simak pemeriksaan/pengujian kelaikan fungsi bangunan gedung. pelaksanaan pemeriksaan ini mampu dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi atau mampu juga dilakukan oleh penyedia jasa pengkaji teknis yang keduanya harus memiliki sertifikat keahlian. Spesifik untuk bangunan gedung yang sudah dimanfaatkan namun belum memiliki SLF maka pemeriksaan dilakukan oleh penyedia jasa pengkaji teknis.

Tentu saja ada berbagai kemungkinan sebuah gedung setelah diperiksa ternyata belum memenuhi syarat teknis sehingga dinyatakan belum laik fungsi. Nah dalam kondisi mirip ini pemilik gedung akan diminta memperbaiki bangunan dimaksud sesuai batas waktu yang ditentukan pemeriksa/penguji kelaikan. Setelah pemeriksaan selesai, akibat pemeriksaan uji kelaikan dituangkan dalam surat pernyataan pemeriksaan/pengujian kelaikan fungsi bangunan gedung. Surat pernyataan ini berbentuk surat rekomendasi.

Pengajuan Permohonan

Kalau pemeriksaan kelaikan sudah dilaksanakan, dokumen adminsitrasi sudah dilengkapi maka Permohonan penerbitan SLF dapat diajukan kepada kepala dinas permukiman dengan mengisi formulir permohonan dengan lampiran paling sedikit meliputi : surat pernyataan pemeriksaan/pengujian kelaikan fungsi bangunan atau rekomendasi, daftar simak akibat pemeriksaan, gambar pelaksanaan, IMB (atau IMB perubahan), dokumen status bukti pemanfaatan bangunan dan dokumen hak atas tanah. Jadi dalam pengurusan SLF ini, permohonan baru dapat diajukan setelah pemeriksaan kelaikan selesai dan bukan sebaliknya.

Inspeksi Kelaikan oleh Instansi Teknis

Ada dua tim pengkaji teknis yang terlibat dalam penerbitan SLF ini. Pengkaji teknis yang pertama ialah pengkaji teknis yang dihire oleh pemilik bangunan untuk melakukan uji kelaikan atas bangunannya dan yang kedua ialah pengkaji teknis yang dihire pemerintah kawasan untuk menguji akibat pemeriksaan kelaikan yang dilakukan oleh pengkaji teknis pertama. Jadi pengkaji teknis pertama berada di pihak pemilik bangunan sementara pengkaji teknis kedua berada di pihak pemerintah kawasan.

Ada dua tim pengkaji teknis yang terlibat dalam penerbitan SLF ini. Pengkaji teknis yang pertama ialah pengkaji teknis yang dihireoleh pemilik bangunan untuk melakukan uji kelaikan atas bangunannya dan yang kedua ialah pengkaji teknis yang dihirepemerintah kawasan untuk menguji akibat pemeriksaan kelaikan yang dilakukan oleh pengkaji teknis pertama

Tahapan pemeriksaan akan dilakukan kalau bangunan anda sudah selesai diaudit dan berkas permohonan sudah lengkap. Inspeksi ini biasanya dilakukan oleh Tim Pengkaji Teknis Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang namun dapat p**a dengan pemeriksaan gabungan yaitu dengan melakukan koordinasi antar instansi mirip instansi pemadam kebakaran, instansi yang berwenang dalam penanganan lingkungan hidup (biasanya untuk memastikan pemberlakuan aturan AMDAL/UKL-UPL/SPPL), instansi yang berwenang dalam pengaturan keselamatan dan keselamatan kerja dan instansi lainnya yang diperlukan. Anda tidak perlu khawatir dengan pemeriksaan ini karena pemeriksaan dilakukan oleh tim pengkaji teknis yang mempunyai sertifikat keahlian sesuai peraturan undang-undang. Kalau pemeriksaan selesai dilakukan tim pengkaji teknis akan membuat kesimpulan dan rekomendasi dan rekomendasi ini wajib dilaksanakan oleh pemilik bangunan kalau ternyata ada rekomendasi yang menyebutkan harus melakukan perbaikan/penyesuaian sesuai persyaratan teknis yang berlaku. Dalam hal pemeriksaan dilaksanakan secara bgaungan maka akibat pemeriksaan dituangkan dalam Isu Program Inspeksi Bersama dan isu program ini akan menjadi pertimbangan dalam persetujuan penerbitan SLF..

Inspeksi gabungan juga dapat dilakukan kalau bangunan yang dimohonkan kelaikannya ialah  bangunan landmark, bangunan dengan nilai arsitektural tinggi dan bangunan tertentu yang menurut pemerintah kawasan perlu dilakukan pemeriksaan secara bersama-sama antar instansi.

Persetujuan, Ratifikasi & Penerbitan

Kalau surat pernyataan pemeriksaan, daftar simak pemeriksaan, gambar pelaksanaan, IMB (dan perubahannya kalau ada), dokumen status pemanfaatan bangunan dan dokumen status hak tanah sudah dipenuhi, rekomendasi perbaikan sudah dilakukan oleh pemohon, isu program pemeriksaan sudah ditandatangani oleh tim pengkaji teknis maka persetujuan pengesahan dapat dilakukan.  Berdasarkan persetujuan pengesahan ini SLF dapat diterbitkan dengan ditandatangani oleh Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang.

PERPANJANGAN SLF

Pada ketika sebuah bangunan gedung yang berupa rumah tunggal tidak sederhana berlantai empat atau lebih dari empat lantai telah berumur 20 tahun atau sebuah bangunan tertentu yang memiliki lima lantai atau memiliki luas lebih dari 1500 m2 telah berumur 5 tahun, pemilik gedung wajib memperpanjang SLF yang pernah diterbitkan sebelumnya.

Inspeksi Bersiklus

Pemohon perpanjangan SLF harus terlebih dahulu mengadakan pemeriksaan bersiklus pada bangunan gedungnya sebelum mengurus perpanjangan SLF. Inspeksi bersiklus dapat dilaksanakan oleh  pemilik/pengelola/pengguna bangunan gedung (dalam hal pemilik/pengelola/pengguna memiliki unit kerja dan SDM bersertifikat keahlian) atau penyedia jasa pengkajian teknis yang telah memiliki sertifikat keahlian.

Inspeksi Kelaikan

Inspeksi kelaikan harus dilakukan oleh tenaga pengkaji teknis yang memiliki sertifikat keahlian.  Kalau akibat pemeriksaan memuat rekomendasi perbaikan maka pemilik gedung harus melakukan perbaikan sebagaimana yang disebutkan dalam rekomendasi. Dalam hal ini Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang telah menyediakan daftar simak pemeriksaan bersiklus bangunan gedung yang berbentuk formulir kelaikan fungsi bangunan gedung. Jadi perpanjngan SLF ini baru dapat dilakukan kalau pemilik gedung telah melakukan pemeriksaan bersiklus bangunan gedung dan pemeriksaan kelaikan fungsi bangunan gedungnya. Inspeksi bersiklus harus dibuktikan dengan dokumen Laporan Pemeriksan Bangunan Gedung, Laporan Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung, Daftar Simak Inspeksi Bersiklus Bangunan Gedung dan Surat Pernyataan Inspeksi Bersiklus Bangunan Gedung atau rekomendasi. Sedangkan  pengujian kelaikan dibuktikan dengan dokumen Daftar Simak Kelaikan Bangunan Gedung dan Surat Pernyataan Inspeksi Kelaikan Fungsi Bangunan Gedung.

Pengajuan Permohonan Perpanjangan SLF

Setelah pemeriksaan bersiklus dan pemeriksaan kelaikan bangunan gedung dilakukan secara berdikari oleh pemilik gedung, permohonan perpanjangan dapat diajukan ke Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang. Dokumen yang harus dlengkapi ialah surat permohonan perpanjangan SLF, surat pernyataan pemeriksaan kelaikan fungsi, surat pernyataan pemeriksaan bersiklus bangunan gedung, daftar simak pemeriksaan kelaikan (yang dipakai pada ketika pemeriksaan kelaikan), daftar simak pemeriksaan bersiklus (yang dipakai pada ketika pemeriksaan bersiklus), as built drawing, dokumen IMB dan dokumen SLF terakhir (sebelum perpanjangan).

Inspeksi Kelaikan oleh Instansi Teknis

Setelah dokumen pengajuan permohonan dilengkapi, maka proses selajutnya ialah menjalani pemeriksaan kelaikan oleh instansi teknis dalam hal ini Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang. Proses ini sama persis dengan proses pemeriksaan kelaikan bagi bangunan yang baru pertama kali mengajukan permohonan SLF.

Ada dua tim pengkaji teknis yang terlibat dalam penerbitan SLF ini. Pengkaji teknis yang pertama ialah pengkaji teknis yang dihireoleh pemilik bangunan untuk melakukan uji kelaikan atas bangunannya dan yang kedua ialah pengkaji teknis yang dihirepemerintah kawasan untuk menguji akibat pemeriksaan kelaikan yang dilakukan oleh pengkaji teknis pertama. Jadi pengkaji teknis pertama berada di pihak pemilik bangunan sementara pengkaji teknis kedua berada di pihak pemerintah kawasan.

Tahapan pemeriksaan akan dilakukan kalau bangunan anda sudah selesai diaudit dan berkas permohonan sudah lengkap. Inspeksi ini biasanya dilakukan oleh Tim Pengkaji Teknis Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang namun dapat p**a dengan pemeriksaan gabungan yaitu dengan melakukan koordinasi antar instansi mirip instansi pemadam kebakaran, instansi yang berwenang dalam penanganan lingkungan hidup (biasanya untuk memastikan pemberlakuan aturan AMDAL/UKL-UPL/SPPL), instansi yang berwenang dalam pengaturan keselamatan dan keselamatan kerja dan instansi lainnya yang diperlukan. Anda tidak perlu khawatir dengan pemeriksaan ini karena pemeriksaan dilakukan oleh tim pengkaji teknis yang mempunyai sertifikat keahlian sesuai peraturan undang-undang. Kalau pemeriksaan selesai dilakukan tim pengkaji teknis akan membuat kesimpulan dan rekomendasi dan rekomendasi ini wajib dilaksanakan oleh pemilik bangunan kalau ternyata ada rekomendasi yang menyebutkan harus melakukan perbaikan/penyesuaian sesuai persyaratan teknis yang berlaku. Dalam hal pemeriksaan dilaksanakan secara bgaungan maka akibat pemeriksaan dituangkan dalam Isu Program Inspeksi Bersama dan isu program ini akan menjadi pertimbangan dalam persetujuan penerbitan SLF..

Inspeksi gabungan juga dapat dilakukan kalau bangunan yang dimohonkan kelaikannya ialah  bangunan landmark, bangunan dengan nilai arsitektural tinggi dan bangunan tertentu yang menurut pemerintah kawasan perlu dilakukan pemeriksaan secara bersama-sama antar instansi.

Persetujuan, Ratifikasi & Penerbitan

Proses akhir setelah pemeriksaan kelaikan oleh instansi teknis tentunya ialah persetujuan, pengesahan dan penerbitan perpanjangan SLF. Ini ialah proses akhir dan adalah proses yang sama persis dengan proses penerbitan SLF bagi bangunan yang baru pertama kali mengajukan permohonan SLF.

Kalau surat pernyataan pemeriksaan, daftar simak pemeriksaan, gambar pelaksanaan, IMB (dan perubahannya kalau ada), dokumen status pemanfaatan bangunan dan dokumen status hak tanah sudah dipenuhi, rekomendasi perbaikan sudah dilakukan oleh pemohon, isu program pemeriksaan sudah ditandatangani oleh tim pengkaji teknis maka persetujuan pengesahan dapat dilakukan.  Berdasarkan persetujuan pengesahan ini SLF dapat diterbitkan dengan ditandatangani oleh Kepala Dinas Permukiman dan Tata Ruang Kota Semarang.

Nah itu dia proses yang harus anda jalani kalau akan membangun gedung di Kota Semarang dan ingin segera menerima pengakuan terhadap kelaikan gedung anda. Satu hal yang harus anda ingat yaitu bahwa kelaikan gedung anda ialah jaminan keandalan bagi pengguna dan itu berarti juga jaminan bagi kekuatan gedungnya, ketahanan struktur, keamanan dari bahaya api, sambaran petir, kesejukan aliran udara, kecukupan cahaya, ketersediaan air bersih, penanganan air kotor, jaminan kenyamanan visual dan juga jaminan kemudahan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Selamat membangun….

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga:  Manajemen Mitigasi Bencana Banjir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − 4 =