Scaffolding: Pengertian, Peraturan, Fungsi, Tipe, Kasus, Cara Inspeksi, Istilah Penting, Beban dan Ukuran

Posted on 10 views

Scaffolding ialah struktur semi permanen atau konstruksi pembantu yang berfungsi sebagai penyangga material, penyangga kerja, pemasangan peralatan lain, ataupun sebagai jalan keluar masuk sarana kerja. Beberapa orang juga menyebut scaffolding sebagai perancah atau steger.

Scaffolding dalam Konstruksi. (sumber: australianscaffolds.com.au)

Secara umum, scaffolding akan diharapkan saat suatu pekerjaan berada pada ketinggian mulai dari 1.8 ? 2 meter.

Biasanya scaffolding terbuat dari bahan logam besi berbentuk pipa yang dipasang satu dengan lainnya membentuk suatu struktur yang kokoh.

Namun, di Indonesia sendiri di beberapa kawasan struktur scaffolding masih menggunakan bahan bambu dengan alasan harga fabric bambu yang lebih terjangkau dan bahan yang cukup melimpah dan ada juga scaffolding dengan bahan kayu.

Di Hongkong juga diketahui pernah ada struktur scaffolding dengan bahan bambu.

Nir ada pelarangan terkait penggunaan scaffolding berbahan selain besi, tetapi hendaknya benar-benar harus memperhatikan faktor kekuatan struktur scaffolding dan keselamatan dalam bekerja.

Peraturan/undang-undang hukum scaffolding

Melihat dari sisi hukum, sebenarnya peraturan terkait scaffolding sudah ada yakni:

  1. Undang-Undang No. 1 tahun 1970 perihal keselamatan kerja.
  2. Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER. 01 / MEN / 1980 perihal keselamatan pada konstruksi bangunan.
  3. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan SKB Menteri Pekerjaan Generik No. Kep 174/MEN/1986 dan Panduan No. 104 / KPTS / 1986 dan pelaksanaan Keselamatan selama kegiatan konstruksi situs, yang diharapkan untuk pelaksanaan pelatihan bagi teknisi scaffolding.

Disamping halnya penggunaan scaffolding yaitu mentaati peraturan pemerintah, hendaknya setiap pelaku konstruksi terkait sadar akan pentingnya pengetahuan dan keterampilan dalam bidang scaffolding.

Fungsi scaffolding

Fungsi utama scaffolding yaitu sebagai kawasan bekerja yang aman pada proyek konstruksi. Kondusif yang dimaksud ialah:

  1. Pekerja konstruksi aman dari terhindarnya kecelakaan yang akan terjadi kejatuhan benda di proyek.
  2. Pekerja konstruksi aman dari ketinggian.

Jenis-jenis scaffolding

Jenis scaffolding cukup banyak tergantung kebutuhan dan jenis proyek yang dikerjakan. Berikut di bawah ini jenis-jenis scaffolding yang ada.

  • Scaffolding andang
  • Scaffolding tiang
  • Scaffolding besi (beroda dan tanpa roda)
  • Scaffolding menggantung
  • Scaffolding frame
  • Scaffolding dolken
  • Scaffolding two points adjustable suspension (scaffolding 2 titik dengan pengatur suspensi)
  • Scaffolding s***p board one side (scaffolding papan s***p satu sisi)
  • Scaffolding auxiliary fixtures for pipe (scaffolding perlengkapan pembantu pipa)
  • Scaffolding bracket one side (scaffolfing terkurung satu sisi)
  • Scaffolding independent (scaffolding standar)
  • Scaffolding birdcage (scaffolding sarang)
  • Scaffolding access tower (scaffolding akses tower)
  • Scaffolding kantilever
  • Scaffolding putlog
  • Scaffolding suspended
  • Scaffolding mobile

tipe-tipe scaffolding

Tipe-tipe Scaffolding.

Kasus kecelakaan scaffolding yang pernah terjadi

Berdasarkan laporan Bureau of labour di Amerika, berkut contoh kasus kecelakaan scaffolding yang pernah terjadi.

Kecelakaan scaffolding di Toronto, Canada

  • Scaffolding jenis tower runtuh pada tahun 2009 bertepatan pada malam natal sehingga menimbulkan korban berjumlah 4 orang dan beberapa orang mengalami luka berat. Scaffolding yang runtuh yakni struktur scaffolding setinggi 10 tingkat.

Kecelakaan scaffolding di Boston, Amerika

  • Kecelakaan scaffolding ini terjadi di kawasan jalan yang sibuk di sentra kota. Kecelakaan juga menyebabkan 2 pekerja tewas dan seorang pengemudi dekat jalan tersebut. Scaffoding yang runtuh diperkirakan seberat three ton dalam pekerjaan konstruksi bangunan.

Berdasarkan beberapa sumber, di indonesia juga pernah terjadi kecelakaan scaffolding yakni sebagai berikut.

Kecelakaan scaffolding di Lamongan

  • Kecelakaan ini terjadi pada pekerjaan galangan kapal tepatnya di lamongan Marine Industry (LMI) yang menyebabkan sebanyakan 13 orang pekerja menjadi korban. Scaffolding runtuh diduga yang akan terjadi tidak kuatnya struktur dalam menahan beban pekerja. Satu orang tewas diketahui dalam insiden ini.

Kecelakaan scaffolding Tol Pandaan-Malang

  • Kecelakaan scaffolding yang berujung maut terjadi di pekerjaan proyek tol pandaan-malang. Korban tewas diketahui karena tertimpa struktur scaffolding yang ambruk. Kecelakaan terjadi ketika korban bekerja membongkar scaffolding. Ketika hendak melakukan pelepasan rangkaian struktur scaffolding, korban terpleset dan scaffolding ambruk menimpa korban.

Dari beberapa kejadian kecelakaan struktur scaffolding tersebut hendaknya menjadi perhatian professional di bidang konstruksi untuk selalu optimal dalam penggunaan scaffolding, jangan hingga merenggut nyawa dan utamakan keselamatan pekerja.

Kalau lebih teliti lagi, sebenarnya kita mampu ketahui beberapa akar permasalahan yang menyebabkan terjadinya kecelakaan scaffolding yakni:

  • Struktut rancangan scaffolding yang salah.
  • Kurang kompeten dalam konstruksi scaffolding.
  • Terdapat persoalan terkait palang penguat, tali pengikat, planking, pagar, pin pengunci, dsb.
  • Nir ada atau kurangnya inspeksi.
  • Ketiadaan alat pelindung dari jatuh.
  • Kurang diperhatikannya rekomendasi manufaktur.
  • Desain struktur scaffolding yang tidak memenuhi standar.
  • Penggunaan scaffolding dekat dengan area berbahaya (misal: jalur listrik tegangan tinggi).

Cara inspeksi scaffolding

Untuk menghindari kecelakaan scaffolding, berikut ada daftar periksa dalam penggunaan scaffolding yakni:

Jalan masuk

  • Jalan masuk aman terjaga.
  • Nir memanjat scaffolding untuk mencapai platform scaffolding.
  • Ketinggian tangga menuju platform dari permukaan platform yaitu lebih tinggi 2 kaki.

Komponen dan sambungan

  • Komponen terjaga dari kerusakan.
  • Komponen diperiksa inspektor berkualifikasi setiap sebelum shift kerja.
  • Nir ada modifikasi komponen scaffolding tanpa persetujuan ahli.

Lingkungan

  • Jeda minimal dari kabel listrik = 10ft.
  • Nir digunakan pada cuaca buruk.
  • Permukaan dasar rata dan kuat.

Perlindungan

  • Menggunakan sistem proteksi sesuai dengan tipe scaffolding.
  • Adanya pengaman (toeboard) pada platform untuk mencegah benda jatuh.

Hal yang perlu diperhatikan dalam merancang dan membangun scaffolding

Dalam konstruksi scaffolding ada beberapa element yang perlu diperhatikan yakni:

  • Stabilitas: daya dukung tanah untuk struktur scaffolding.
  • Kekuatan: terkait dengan beban (berat, sedang, ringan) dan penguat pada struktur permanen.
  • Keamanan: handrail, tangga, toe board.

Istilah penting dalam scaffolding

  • Base plat: plat landasan scaffolding.
  • Sole plat: papan alas base plat pada permukaan lunak.
  • Standard: pipa yang meneruskan beban ke landasan.
  • Putlog/transom: pipa melintang pada bagian dalam standard.
  • Ledger: pipa membujur pada bagian dalam standard.
  • Brace: pipa menyilang pada bagian luar standar atau putlog atau ledger untuk menguatkan scaffolding.
  • Guard rail: pipa pengaman pada tepi lantai kerja.
  • Platform: lantai kerja kawasan pijakan.
  • Board bearer: pipa melintang diatas ledger kawasan dudukan lantai kerja.
  • Toe board: papan pengaman pada tepi platform.
  • Bay: luas bidang datar yang dibatasi 4 standard yang berdekatan.
  • Lift: luas bidang tegak lurus yang dibatasi 2 ledger & 3 buah transom.

3 beban yang bekerja pada scaffolding

Beban mati

  • Berat sendiri struktur scaffolding mirip struktur pengaman, landasan, hand rail, pengikat, tangga, dsb.

Beban hidup

  • Berat pekerja, material, perkakas, dsb.

Beban tambahan

  • Beban yang terjadi yang akan terjadi lingkungan sekitar mirip benturan, angin, hujan, salju, dsb.

3 jenis ukuran scaffolding

  • Scaffolding light duty, untuk penggunaan ringan, maksimal beban = 225 kg/bay.
  • Scaffolding medium duty, untuk penggunaan sedang, maksimal beban = 450 kg/bay.
  • Scaffolding heavy duty, untuk penggunaan berat, maksimal beban = 675 kg/bay.

Demikianlah, pembahasan mengenai Klarifikasi Lengkap Scaffolding dalam Konstruksi, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya.

Jangan lupa meninggalkan komentar, kritik, saran atau diskusi lainnya pada kolom komentar di bawah. Terima kasih.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Summarecon Agung Tbk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =