Sasaran Just In TIme (JIT), STRATEGI IMPLEMENTASI JIT (Pada Perusahaan Manufaktur) || Materi Teknik Industri

Posted on 78 views

Implementasi JIT mengharuskan adanya perubahan tanggungjawab dari masing-masing departemen atau fungsi dalam industri dengan berfokus pada perbaikan terus menerus pada aspek kualitas, biaya dan jadwal.

Edwards dalam Browne (1996) menyebutkan beberapa sasaran yang akan dicapai dari implementasi JIT, yaitu:

1. Zero Defect

Pada pendekatan JIT, krgiatan produksi diarahkan untuk mencapai keluaran tanpa cacat, selesai pada waktunya, dan dengan jumlah yang sempurna sesuai dengan permintaan.

2. Zero Inventories

Dalam pandangan JIT, persediaan  dipandang sebagai pemborosan, karena dianggap kurang sempurna dalam perencanaan pengadaan dan ketidaksesuaian antara pemasokan dan agenda kebutuhan akan sediaan.

Dalam JIT, produksi dilaksanakan sesuai dengan permintaan yang ada sehingga volume produksi selalu sama dengan volume permintaan.

3. Zero Set-up Time and Lot Size of One

Set-up time dan set-up cost sama dengan atau mendekati nol, maka lot size disebut lot size one. Komponen (bahan) diserahkan satu demi satu sesuai waktu yang diperlukan.

Komponen dan subkomponen yang diharapkan selalu harus tersedia dan diserahkan ke unit perakitan sesuai jumlah yang diperlukan.

4. Zero Lead Time

Pemasok harus menyerahkan bahan dengan sempurna waktu sehingga berakibat pada lead time yang minimal

5. Zero Parts Handling

Parts Handling ialah kegiatan memindahkan parts atau komponen dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja lainnya. Biaya memindahannya tergantung pada jarak pemindahan komponen tersebut. dalam JIT tata letak proses diubah menjadi tata letak hibrida, dimana semua alat atau mesin yang diharapkan untuk menyelesaikan satu jenis produk disatukan dalam ruangan yang sama sehingga jarak pemindahan komponen berdekatan, oleh karenanya waktu dan biaya pemindahan menjadi sangat minimal.

6. Zero Breakdown

Dengan konsep pemeliharaan pencegahan (preventive maintenance), alat dan mesin akan selalu berada pada kondisi baik dan siap operasi, yang demikian akan melahirkan zero break-down atas alat-alat kerja.

Berikut fungsi manufakturing dan taggung jawab untukimplementasi JIT

1. Fungsi Penjualan, dengan tanggung jawab

  • Menetapkan waktu tunggu yang cukup dan sempurna untuk produksi guna mengantisipasi perubahan dalam jadwal
  • Menetapkan kebutuhan-kebutuhan pelanggan
  • Membangun tim kerjasama dan partisipasi total

2. Fungsi Rekayasa Desain, dengan tanggung jawab

  • Menetapkan fungsi produk
  • Menetapkan keandalan produk
  • Mendesain produk yang meminimumkan ongkos produksi

3. Fungsi Produksi, dengan tanggung jawab

  • Menetapkan kualitas produk
  • Menetapkan jadwal produksi dengan menetapkan sistem tarik (pull system)
  • Mengintegrasikan sistem produksi

4. Fungsi Pembelian, dengan tanggung jawab

  • Menetapkan dan merekrut pemasok untuk memngikuti JIT
  • Menetapkan jadwal pengiriman material
  • Menetapkan sistem pembelian material

5. Fungsi Agunan Kualitas, dengan tanggung jawab

  • Memantau produksi
  • Melakukan analisis kegagalan produk
  • Menetapkan sistem pendidikan dan pelatihan kualitas

6. Fungsi Akuntansi

  • Menetapkan prosedur akuntansi untuk mengoperasikan sistem JIT
  • Menetapkan sistem yang menawarkan komitmen

Langkah-langkah taktik implementasi JIT dalam sistem manufakturing, yaitu

  1. Memperoleh komitmen dari manajemen puncak.
  2. Membentuk komite pengarah (steering committee) implementasi JIT.
  3. Membangun tim kerja sama dan partisipasi total dari semua tingkatan manajemen dan karyawan untuk bekerja sama mencapai sasaran jangka panjang, mirip zero defect, zero inventory, dll
  4. Mendefinisikan rantai proses bernilai tambah, kemudian mendefinisikan proses kerja dengan menggunakan diagram alir proses
  5. Berbagi sistem belajar terus menerus melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada perbaikan terus menerus terhadap proses, kualitas, produktivitas dan profitabilitas
  6. Mengidentifikasi akibat dari setiap proses
  7. Menetapkan sistem penjadwalan linier
  8. Berbagi sistem jaminan kualias dan produktivitas yang berfokus pada eliminasi persoalan
  9. Berbagi sistem audit

Baca Juga “Pengertian JIT”

Daftar pustaka :

Gasperz, Vincent. 2005. “Total Quality Manajemen”. Gramedia Pustaka Primer, Jakarta.

Haming, Murdifin dan Nurnajamuddin, Mahfud. 2017.”Manajemen Produksi Modern, Operasi Manufaktur dan Jasa“. Edisi Ketiga. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Baca Juga:  Analitical Hierarcy Process (AHP) | ANALISA KEPUTUSAN 1

Leave a Reply

Your email address will not be published.

10 + three =