Ruang Henti Khusus [RHK] Sepeda Motor

  • Share

Perancangan Ruang Henti Spesifik [RHK] harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  1. RHK ditempatkan di pendekat simpang dengan kelas jalan raya atau jalan sedang
  2. Adalah ruang pemberhentian di pendekat simpang APILL yang adalah fasilitas bagi sepeda motor
  3. RHK hanya diaplikasikan pada pendekat simpang dengan jumlah lajur pendekat minimum dua lajur
  4. RHK hanya diaplikasikan pada persimpangan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL)
  5. Kendaraan roda empat atau lebih berhenti di belakang area RHK pada ketika nyala merah
  6. Apabila terdapat RHK sepeda, RHK sepeda motor berada di sebelah kanan RHK sepeda
  7. Area RHK diperpanjang dilajur paling kiri yang berfungsi untuk menampung banyaknya volume sepeda motor yang bergerak di lajur kiri

Syarat Kebutuhan RHK

Persyaratan Geometrik Persimpangan

a. Persimpangan yang memiliki minimal dua lajur pada pendekat simpang. Kedua lajur pendekat tersebut bukan adalah lajur belok kiri eksklusif. Beberapa tipe persimpangan yang memenuhi persyaratan tersebut mirip ditunjukkan pada gambar dibawah ini

Gambar 1. Penempatan RHK pada lajur pendekat dipersimpangan tanpa belok kiri eksklusif dan tanpa pulau jalan

Gambar 2. Penempatan RHK pada lajur pendekat di persimpangan dengan belok kiri eksklusif dan tanpa pulau jalan

Gambar three. Penempatan RHK pada lajur pendekat di persimpangan dengan belok kiri eksklusif dan dengan pulau jalan

b. Lebar lajur pendekat simpang disyaratkan three,five meter pada pendekat simpang tanpa belok kiri eksklusif, hal ini dimaksudkan agar terdapat ruang bagi sepeda motor untuk memasuki RHK mirip pada gambar di bawah ini.

Gambar four. Potongan melintang lebar lajur minimum

Gambar five. Tampak atas sepeda motor memasuki RHK tanpa lajur pendekat

Persyaratan kondisi lalu lintas

Persyaratan kondisi lalu lintas untuk penempatan RHK pada simpang APILL ialah:

a. Jika penumpukan sepeda motor tak beraturan dengan jumlah minimum 30 sepeda motor pernyala merah di pendekat simpang dua lajur atau minimal forty five sepeda motor per nyala merah di pendekat simpang tiga lajur.

Gambar 6. Penumpukan sepeda motor

b. Untuk pendekat simpang lebih dari tiga lajur, jumlah penumpukan sepeda motor secara tak beraturan tersebut menggunakan parameter yang sama, yaitu minimum 15 sepeda motor per lajurnya. Sehingga jumlah penumpukan seped motor minimum 15 sepeda motor dikali jumlah lajur pada pendekat persimpangan.

C. Untuk menetapkan RHK di persimpangan bersinyal dipersyaratkan untuk melakukan survei terlebih dahulu pada geometri persimpangan dan kondisi lalu lintas. Perhitungan penumpukan sepeda motor pada ketika nyala merah dapat menggunakan metode surveu sebagai berikut:

  1. Survei dibagi kedalam tiga sesi, yaitu pagi, siang dan sore selama tujuh hari
  2. durasi minimum 10 fase per sesi dengan total minimum 30 fase per hari
  3. Teknik survei:
  • Cara manual menggunakan peralatan traffic counter dan formulir survei
  • cara semiotomatis yaotu menggunakan video kamera dan peralatan lainnya, hasilnya kemudian diolah di laboratorium.

Materi selanjutnya klikdi sini

Sumber : Perencanaan teknis ruang henti khusus (RHK) sepeda motor pada simpang bersinyal di daerah perkotaan

Baca Juga:  Tips Memilih Kontrakan
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × four =