PONDASI BANGUNAN GEDUNG

Posted on 25 views

Setelah pekerjaan persiapan anda lakukan, hal berikutnya yang harus anda kerjakan agar bangunan anda berdiri kokoh ialah mengerjakan lower structure bangunan anda yaitu bagian pondasi.

Pondasi ialah bagian yang berdekatan atau elemen bagian bawah bangunan yang berdekatan/tertanam di dalam tanah. Setiap bangunan sipil mirip gedung, jembatan, jalan raya, terowongan, menara, dam/tanggul dll harus ditopang oleh pondasi dibawahnya. Pondasi digunakan sebagai penopang bangunan dan meneruskan beban bangunan diatasnya (upper structure) ke lapisan tanah yang cukup kuat daya dukungnya. Pondasi ialah bangunan yang dapat menahan banyak sekali beban baik horizontal maupun vertikal dalam kondisi stabil sehingga menghasilkan kestabilan konstruksi. Karena itu pondasi harus dibuat dengan penyesuaian dengan kondisi tanah di lokasi pembangunan dan harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada dalam perencanaan yang berlaku. Sebagai pelaksana bangunan anda dituntut untuk dapat memahami gambar, disain dan spesifikasi teknis sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas. Anda juga diperlukan mahir mengatur jalannya setiap item pekerjaan sehingga dapat menghasilkan kualitas bangunan yang rupawan dalam waktu yang sempurna.

PENGUKURAN DAN PEMATOKAN

Petakan lahan/site yang akan dibangun sedetail mungkin. Pemetaan ini untuk menghindari pengolahan site yang melewati batas lahan tetangga bangunan anda.

a.      Lakukan pengukuran luasan dengan jaringan polygon.

Siapkan Theodolit anda. Jangan lupa kelengkapannya mirip bak ukur, dan roll meter. Buat sketsa lapangan dengan cermat, tentukan titik koordinat awal dan titik-titik pengukuran berikutnya dan baca akibat pengukuran dalam Theodolit dengan hati-hati.

b.      Lakukan pengukuran beda tinggi dengan menggunakan Bench Mark.

Pakai GPS anda untuk menentukan ketinggian konstruksi yang anda inginkan. Pakai GPS Geodetic yang mampu digunakan untuk penentuan benchmark dan ketelitian sampai level milimeter.

c.       Lakukan pematokan.

Buat patok sesuai standar, pasang sesuai titik pengukuran termasuk titik ketinggiannya, perhatikan pembentukan sudut-sudut pada masing-masing titik pengukuran (kalau membentuk sudut), setelah menentukan sudut site tentukan juga sudut-sudut bangunan dimana akan dibangun pondasinya.  Periksa patok secara rutin. Kalau ada yang bergeser kembalikan kedudukannya semula dengan pengukuran ulang.

PEKERJAAN TANAH

Berhati-hatilah dalam melakukan pekerjaan tanah. Pekerjaan ini ialah dasar dari keseluruhan bangunan yang akan terbentuk. Kalau anda keliru menggali maka bentuk bangunan akan sangat berbeda dengan disain aslinya. Kekacauan akan terjadi kalau bangunan anda menggunakan cloth fabrikasi yang modular karena dengan berubahnya bentuk galian pondasi maka modul-modul yang akan anda pasang menjadi saling tidak bertautan. Untuk itu perhatikan hal-hal berikut ini :

a. Pasang Bowplang

Agar anda tidak terganggu pada ketika melakukan penggalian pondasi pasanglah bowplang agak jauh dari titik aslinya. Ini berkhasiat agar titik-titik bowplang (uitset) tidak rusak oleh pekerja dan mesin yang anda gunakan.

Model Bowplang

Pasang bowplang dua hingga tiga meter diluar batas konstruksi kalau penggalian tanah dilakukan mesin dan satu hingga satu setengah meter kalau penggalian dilakukan tenaga kerja. Tariklah benang diantara patok-patok dan titik uitset. Sambungkan benang-benang tersebut sehingga membentuk pondasi bangunan. Harus diingat bahwa bangunan dengan disain tertentu menggunakan bowplang dengan ketinggian berbeda-beda. Kalau anda membangun gedung dengan tipe mirip itu, cantumkan titik ketinggian pada papan bowplang. Pada titik dengan ukuran pondasi yang berbeda lakukan pembedaan warna bowplang atau lakukan penandaan agar penggalian nanti berlangsung efisien.

b. Pekerjaan galian Tanah.

Pelajari situasi lapangan dan pasang papan proyek anda di kawasan yang strategis. Buatlah MC 0 (Mutual Check nol) sebagai data administrasi proyek anda sebelum proses konstruksi dimulai. Lakukan penggalian sebatas kedalaman disain pondasi sesuai gambar kerja. Kalau anda nantinya akan menggunakan bekisting/rangka pada pondasi, lakukan penggalian dengan lebar yang cukup untuk memasang dan membongkar bekisting itu nanti. Kalau menjumpai akar/bahan lapuk, maka akar/bahan tersebut harus diangkat, bekasnya diurug pasir dan dipadatkan ulang. Galian pondasi diurug kembali dengan dengan tanah galian dengan kepadatan 90% dari kepadatan tanah asal. Siapkan lokasi penampungan tanah galian kalau volume galian pondasi anda cukup besar. Sediakan patok-patok pengawasan (reference stake) sebagai patok cadangan jika patok yang anda pakai sebagai titik pengukuran tanah tergusur oleh mesin penggali.

Gambar bagian-bagian denah pondasi

Type galian tanah dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi aktual tanah. Tanah yang mudah longsor membutuhkan lebar tambahan dan bahkan terkadang membutuhkan tambahan turap untuk menjaga stabilitas lereng galian.

c.      Penimbunan

Sebelum mengadakan penimbunan lakukan clearing and grubbing agar anda mampu memastikan tidak ada bahan organic atau bahan berbahaya yang akan menganggu proses pemadatan. Lakukan penimbunan lapis demi lapis dengan ketebalan tertentu dan diiringi dengan proses pemadatan. Perhatikan bahwa ada dua macam jenis timbunan yaitu (1) timbunan biasa, jika tanah/material yang digunakan berasal dari tanah/material biasa yang telah memenuhi syarat. (2) timbunan pilihan, jika tanah yang digunakan berasal dari luar atau biasa disebut borrowpitt. Tanah/material pilihan ini digunakan jika CBR tanah kurang dari 6%.

Bilamana tinggi timbunan 1 meter atau kurang, dasar pondasi timbunan harus dipadatkan hingga 15 cm dari bagian permukaan atas dasar pondasi untuk memenuhi kepadatan yang disyaratkan bagi timbunan yang ditempatkan diatasnya.

Bilamana timbunan akan ditempatkan pada lereng bukit atau ditempatkan diatas timbunan lama atau diatas timbunan yang baru dikerjakan, maka lereng lama harus dipotong bertangga dengan lebar yang cukup sehingga memungkinkan peralatan pemadat dapat beroperasi di tanah lereng tersebut.

Bilamana timbunan dihampar lebih dari satu lapis maka lapisan-lapisan tersebut sedapat mungkin dibagi rata sehingga sama tebalnya. Jangan menumpuk timbunan untuk persediaan terutama selama trend hujan karena akan memboroskan biaya dan waktu. Angkutlah bahan timbunan eksklusif dari asal materialnya pada ketika hari cerah dan segera disebarkan dengan bulldozer.

Penimbunan kembali diatas pipa atau dibelakang struktur harus menunggu eight jam setelah pemasangan pipa atau pengadukan cor material struktur. Sebelum penimbunan kembali di sekitar struktur penahan tanah dari beton, pasangan batu atau pasangan batu dengan mortar, tunggulah sampai 14 hari agar struktur yang anda timbun sudah cukup kuat menahan beban pemadatan.

Setiap lapis timbunan dihampar dan dipadatkan dengan mengacu pada SNI 03-1742-1989. Padatkan timbunan dari tepi luar dan bergerak menuju sumbu kedalam. Timbunan yang tidak dapat dicapai dengan mesn gilas harus dihampar dengan tebal gembur 15 cm dan dipadatkan dengan penumbuk loncat mekanis atau timbris (tamper) dengan berat maksimum 10 kg. Timbunan pilihan diatas tanah rawa mulai dipadatkan pada batas permukaan air dimana timbunan terendam dan dipadatkan dengan menggunakan alat yang telah disetujui owner.

Timbunan tidak boleh dihampar dalam lapisan tebal padat lebih dari 20 cm atau dalam lapisan tebal padata kurang dari 10 cm. Pengujian kepadatan dilakukan per lapis dengan ketentuan kalau masih terdapat bagian yang kurang padat kontraktor harus memperbaiki.

Lakukan dokumentasi persiapan lokasi timbunan, penghamparan in keeping with layer, pemadatan in keeping with layer dan pengujian according to layer untuk kepentingan pertanggungjawaban administrasi proyek anda kepada proprietor.

PEKERJAAN PONDASI BATU KALI

Setelah galian anda selesai dilaksanakan, pekerjaan berikutnya ialah membuat pondasi itu sendiri. Pondasi batu kali ini adalah jenis pondasi yang paling banyak digunakan untuk konstruksi rumah tinggal. Disamping kekuatannya yang sudah teruji, bahan-bahannya juga mudah didapatkan di negara kita. Pondasi batu kali ini umum dibuat untuk menahan beban tembok atau dinding di atasnya. Kalau sebuah rumah dibangun sebanyak 2 lantai atau lebih, maka pondasi mirip ini perlu dikombinasikan dengan pondasi jenis lain. Ukuran tinggi umumnya ialah 60 cm hingga dengan 80 cm.

a. Pekerjaan Persiapan Permukaan Dasar Tanah Pondasi

Galilah tanah dengan hati-hati. Tebing tanah biasanya digali dengan perbandingan five:1 untuk jenis tanah labil dan perbandingan 1:10 (atau bahkan tegak lurus) untuk jenis tanah stabil. Dalamnya suatu galian ditentukan oleh kedalaman tanah keras minimal zero,5 kg/cm2. JIka tanah dasar masih jelek lakukan terus penggalian sampai mencapai daya dukung lebih dari zero,5 kg/cm2 atau sesuaikan dengan gambar kerja, spesifikasi teknis dan metode kerja. Galilah sedikit lebih lebar pada bagian bawah pondasi untuk memudahkan tukang batu bekerja. Pasang profil pondasi pada papan bowplang dan usahakan titik tengah profil ialah titik tengah galian. Cek ketegakan profil dan perbaiki kalau ada yg kurang sempurna.

B. Pekerjaan Pasangan Profil Pondasi Batu Kali

Pasang profil pondasi pada papan bowplang dan usahakan titik tengah profil ialah titik tengah galian. Cek ketegakan profil dan perbaiki kalau ada yang kurang sempurna.

C. Pekerjaan Pasangan Batu Kali

Hamparkan pasir sebagai lapisan terbawah pondasi dan padatkan setinggi 20 cm atau sesuai gambar kerja. Siram dengan air sampai jenuh. Pasang Aanstamping (batu kosong) dengan posisi batu tegak. Taburkan pasir di sela Aanstamping dan siram dengan air sampai terisi penuh.  Susun batu kali diatas Aanstamping dengan susunan yang kokoh dan saling bertautan satu sama lain dengan adukan. Untuk keperluan pemasangan utilitas yang menembus pondasi, pasanglah bahan lunak yang mudah dilepas di sela-sela pasangan batu. Pasir dan s***n diaduk dengan perbandingan 1 s***n dan 5 pasir. Tuangkan campuran air pasir dan s***n ke dalam batu kali sambal dipadatkan dengan tongkat besi sampai semua rongga yang terbentuk diatara batu terisi penuh.

Buatlah balok sloof yang berfungsi menghubungkan kolom-kolom juga berfungsi meratakan beban yang diterima dari kolom ke pondasi dan tekanan lawan dari pondasi ke arah sebaliknya.

PEKERJAAN PONDASI PELAT JALUR

Pondasi pelat beton jalur ialah pondasi yang digunakan untuk mendukung sederetan kolom Pondasi plat beton jalur. Pondasi ini digunakan kalau luas penampang yang menggunakan pondasi pelat terlalu besar.

Karena itu luas penampang tersebut dibagi dengan memanjangkan lajur agar tidak terlalu melebar.  Pondasi ini lebh kuat kalau dibandingkan dengna dua jenis pondasi dangkal lainnya.  Harganya lebih murah dari  pondasi batu kali untuk bangunan rumah bertingkat. Ukuran lebar pondasi pelat jalur sama dengan lebar bawah pondasi batu kali yaitu 70 cm – 120 cm. Ini disebabkan fungsi pondasi pelat jalur ialah menggantikan pondasi batu belah jika batu belah sulit didapat atau memang sudah ada agenda pengembangan rumah keatas.

Kelebihan pondasi pelat beton jalur :

1.     Lebih murah dihitung dari segi biaya

2.    Galian tanah lebih sedikit karena hanya digali pada bagian yang terdapat kolom           strukturnya

3.   Penggunaan pada bangunan bertingkat lebih handal dari pada penggunaan batu         belah, baik sebagai penopang beban vertical maupun sebagai gaya horizontal               mirip gempa, angin, ledakan, dll

Kekurangan pondasi beton jalur :

1.      Harus menyiapkan bekisting terlebi dahulu (persiapan lebih lama)

2.      Memerlukan waktu pengerjaan lebih lama (menunggu beton kering)

3.      Nir semua tukang mampu mengerjakannya

4.      Diharapkan pemahaman ilmu struktur.

5.    Pekerjaan rangka besi dibuat dari awal dan harus selesai setelah dilakukan galian        tanah.

Termin yang harus dilakukan ialah :

Pembuatan Lantai Kerja.

Sebelum beton dicor, hamparkan pasir setebal 10 cm dan siram dengan air sampai jenuh dan padat. Dasar lantai kerja harus cukup lebar dan diletakkan pada tanah keras. Pasang lantai kerja ini menerus di bawah pondasi setebal+ 5 cm. Adukan beton dengan porsi 1 s***n 3 pasir dan 5 kerikil.  Lantai kerja harus menerus dengan kedalaman yang sama kecuali ada perbedaan tinggi pondasi pada titik tertentu.

Pembuatan & Perakitan Tulangan Pondasi Pelat Jalur dan Stek Kolom.

Ukur Panjang dari masing-masing tipe tulangan sesuai ukuran pondasi jalur. Bentuklah disain pondasi jalur sesuai bentuk pondasi. Rakit besinya satu per satu dengan kawat pengikat (bendrat) agar tidak lepas. Perakitan dilakukan di luar kawasan pengecoran agar setelah dirakit mampu segera dipasang dan proses pembuatan pondasi mampu lebih cepat.

Akibat rakitan dimasukkan dalam tanah galian dan diletakkan tegak lurus permukaan tanah dengan bantuan waterpass. Rakitan tulangan jangan eksklusif bersentuhan dengan tanah. Gunakan ganjal setebal 40 mm dari batu kali agar tulangan dapat diselimuti beton dan tidak berkarat. Pada titk-titik dimana terdapat kolom dipasang stek untuk menghubungkan pondasi dengan kolom.

Pembuatan & Perakitan Cetakan/Acuan Beton Pondasi

Cetakan pondasi harus dibuat sedemikian rupa sampai jarak sumbu tumpuan memenuhi syarat tertentu. Ini dimaksudkan agar beton tidak melengkung. Papan cetakan tidak boleh bocor dan disambung dengan klem/penjepit. Paku diantara papan dipasang berselang seling agar tidak terjadi retak.

Mutu beton yang disyaratkan ialah K225 atau mengikuti spesifikasi teknis dalam kontrak. Adukan beton harus rata agar memenuhi syarat pekerjaan konstruksi beton dalam SNI 03-2834-2000.  Buatlah adukan dalam tabung mollen (mixer) dengan perbandingan 1 s***n 2 pasir dan 3 split dan tunggu 4 sampai 10 menit.

Gambar Surat keterangan Tabel : SNI DT-91-0008-2007 perihal Tata Cara Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan Beton oleh Departemen Pekerjaan Generik.

Pekerjaan Pengecoran Beton Pondasi Pelat Jalur

Setelah pembesian, material dan cetakan semuanya siap, pengecoran pondasi anda mampu dilaksanakan.

PEKERJAAN PONDASI BORED PILE

Gambar contoh tahap pengerjaan pondasi bored pile

Pondasi dalam jenis bore pile ialah jenis lain dari beton bertulang yang difungsikan untuk mendukung bangunan tinggi dan memiliki beban vertikal yang berat. Beban dari upper structure diteruskan melalui pile cap yang ditempatkan dibagian paling bawah bangunan. Termin yang harus dilakukan dalam mengerjakan jenis pondasi ini ialah sebagai berikut :

a.      Penentuan Titik Lobang Pondasi

b.      Pembuatan Lobang Pondasi

c.       Pembuatan dan Perakitan Tulangan Pondasi

d.      Pengecoran Beton Pondasi

PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

Gambar proses pendirian sebuah tiang pancang

Pondasi tiang pancang (pile foundation) ialah bagian dari struktur yang digunakan untuk mendapatkan dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang ialah kayu, baja (steel), dan beton. Tiang pancang yang terbuat dari bahan ini ialah dipukul, dibor atau di dongkrakkan ke dalam tanah dan dihubungkan dengan pile cap (poer).

Hal-hal penting yang harus anda lakukan ialah :

a.      Persiapan Tiang Pancang Pre cast

b.      Penentuan Titik Lubang Pondasi

c.       Pemasangan Tiang Pancang Beton Pre Cast

Demikianlah penjelasan singkat atas pekerjaan pondasi yang harus anda bangun sebagai lower structure bangunan anda. Dalam setiap bangunan tentu saja dimungkinkan terdapat banyak sekali macam variasi pondasi tergantung pada model disain bangunan yang diinginkan oleh owner.

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga:  Sasaran Just In TIme (JIT), STRATEGI IMPLEMENTASI JIT (Pada Perusahaan Manufaktur) || Materi Teknik Industri

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 + 3 =