PERENCANAAN PRODUK, ORGANISASI KEGIATAN PRODUKSI || Materi Teknik Industri

Posted on 41 views

Halo.. hahaha kata pertama absolut haloo ūüėÄ

Now, aku akan mengupas (emang pisang dikupas haha) perihal Proses Produksi, termasuk di dalamnya : perencanaan produk, desain dan pemilihan mesin, desain dan pemilihan mesin, desain peralatan bantu, estimasi biaya, system perawatan (maintenance) dan lain-lain.

      1.       PROSES PERANCANGAN PRODUK (PRODUCT DESIGN)

Perancangan sistem produksi diawali dengan meracang produk yang akan diproduksi, yang penting diingat ialah di dalam melakukan perancangan produk, harus diperhatikan pulaaktivitas-aktivitas lain mirip pemilihan material, proses, peralatan, dan teknologi  produksi, penjadwalan, pemasaran produk, sehingga produk yang dirancang dapat p**a memenuhi syarat ekonomis.

Konsep perencanaan produk adalah tahap awal yang berkaitan dengan pengembangan ide-ide. Ilham-ide dapat dikembangkan dari pasar atau dari teknologi baru. Ilham-ide tersebut mampu dikembangkan menjadi sebuah produk jika memenuhi beberapa pengujian dan analisis, antara lain potensi pasar, kelayakan dari segi keuangan dan kesesuaian operasi. Kalau konsep perencaan disetujui, maka dilakukan perencanaan prototype yang kemudian dilanjutkan pembuatan dan pengembangannya. Prototype ialah bentuk tiruan yang menyerupai produk akhir. Prototype dapat dibuat beberapa macam, sesuai alternative pandangan baru yang telah ditentukan.

Uji pasar atas prototype yang dibuat perlu dilakukan untuk mengumpulkan data kuantitatif dari tangggapan pelanggan dari produk teresebut. Prototype juga diuji untuk mengetahui penampilan teknis produk yang bersangkutan. Dari akibat uji tersebut, acapkali prototype harus dirubah kembali.

Kalau pengujian awal telah memenuhi syarat, selanjutnya dilakukan proses pra produksi dan perancangan peralatan. Proses pra produksi meliputi persiapan segala sesuatu yang diperlukan untuk melakukan produksi, termasuk didalamnya instalasi peralatan, persiapan SDM, perancangan metode kerja, dll. Setelah semuanya memenuhi persyaratan, maka proses produksi dapat dimulai.

Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan produk :

      a.      Variasi Produk

Variasi produk  menawarkan sejumlah keuntungan dan kerugian. Keuntungannya ialah kemampuan memberikan pilihan yang lebih banyak  kepada konsumen. Tetapi variasi produk yang tinggi menimbulkan biaya yang lebih tinggi, kompleksitas yang lebih besar dan lebih sulit mengkhususkan peralatan dan tenaga kerja, juga membingungkan pelanggan karena sulit membedakan produk yang serupa. Yang menjadi masalah ialah berapa banyak variasi produk yang akan dilakukan agar dapat menawarkan keuntungan maksimal.

      b.      Rancangan Produk Tiruan

Suatu perusahaan yang pertama kali menciptakan sebuah produk baru belum tentu menerima keuntungan yang maksimal, karena pada waktu yang tidak lama muncul produk-produk tiruan dan perusahaan-perusahaan lain. Lebih parah lagi, perusahaan-perusahaan peniru, mengeluarkan produknya dengan banyak sekali perbaikan sehingga merebut pangsa pasar yang lebih besar. Produk-produk peniru biasanya mempunyai kelebihan dalam merespon konsumen dan aspek pemenuhan pasar.

      c.       Standardisasi

Baca Juga:  MACAM PETA KERJA - Peta Kerja Keseluruhan & Setempat

Standardisasi adalah proses penentuan spesifikasi dari suatu produk barang, baik mengenai ukuran, bentuk, kualitas, dan karakteristik-karakteristik  lainnya. Standardisasi terutama sangat diperlukan dalam proses produksi massal dimana sebuah produk diproduksi dengan kuantitas besar. Untuk job-shop production, standardisasi acapkali tidak diiperlukan karena sebuah produk hanya diproduksi untuk kuantitas sangat kecil, bahkan terkadang diproduksi satu unit.

      2.       PROSES ENGINEERING

Rekayasa Proses (Proses Engineering) akan berkaitan dengan aktifitas-aktifitas perancangan proses yang diharapkan untuk membuat sebuah produk. Proses tersebut meliputi pemililhan proses manufactur yang sempurna diaplikasikan serta penetapan mesin atau fasilitas produksi lainnya.

Analisa Proses Kerja

Tujuan yang diperlukan dari analisa proses kerja ialah

  • Pemugaran proses, prosedur, dan adat pelaksanaan penyelesaian pekerjaan
  • Pemugaran dan penghematan penggunaan material, SDM, mesin dan fasilitas kerja lainnya.
  • Eksploitasi uasaha insan dan pengurangan beban kerja yang tidak perlu
  • Pemugaran tata ruang kerja yang bisa menawarkan lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman

Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam melakukan analisa proses kerja :

a.    Identifikasi operasi kerja yang harus diamati

b.   Dokumentasi langkah, prosedur, adat kerja yang ada. Buat sistematika urutannya

c.    Buat usulan metode kerja yang lebih efektif dan efisien

Pendekatan tradisional yang acapkali digunakan untuk menganalisis metode kerja ialah peta-peta kerja. Peta kerja adalah alat (tools) yang menggambarkan kegiatan kerja secara sistematis dan terang. Dengan peta kerja kita mampu melihat semua langkah atau kejadian yang dialami sebuah material dadri mulai dari mulai masuk proses sampai menjadi sebuah produk. Penggambaran aktivitas-aktivitas kerja tersebut dilakukan dengan menggunakan symbol-symbol yang telah distandarkan oleh ASME (American Society of Mechanical Engineering) ( cek di postingan sebelumnya oke….. segera di update peta-peta  kerja lebih lengkapnya ) https://kidangijo06.blogspot.com/2017/07/peta-kerjapeta-kerja-keseluruhan-contoh.html

      3.       ORGANISASI KEGIATAN PRODUKSI

Organisasi dalam kegiatan produksi sangat bergantung pada siklus aktifitas manufaktur yang ada pada perusahaan yang bersangkutan. Karenanya bentuk organisasinya juga berbeda-beda sesuai karakteristik produk yang dihasilkan. Tetapi secara umum, siklus aktifiitas manufaktur dapat digambarkan sebagai berikut.

siklus aktivitas manufaktur

a.       Penjualan dan Pemasaran ( Sales & Marketing)

b.      Perintah untuk melaksanakan kegiatan produksi, umumnya dimulai dari bagian penjualan dan pemasaran. Hal ini ditentukan melalui satu atau lebih dari 3 cara dibawah ini :

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Pelanggan memesan produk sesuai spesifikasi yang ditetapkan oleh pelanggan

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Pelanggan memesan produk yang telah tersedia (standar)

(hubungannya dengan Sistem Produksi yang dijalankan mirip MTO , MTS , dll)

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† Estimasi pesanan didasarkan dari peramalan penjualan ( ada penghitungan buat meramalkan penjualan, so kalian mampu belajar ilmu meramal nih dari sini wkwkwk, tunggu upload.an materinya gaess )

c.       Perancangan Produk

Bilamana produk yang dipesan ialah sesuai spesifikasi dari pelanggan, maka rancangan produk bergantung dan harus disiapkan oleh pelanggan. Tetapi jika produk tersebut ialah hak mililk di perusaan, maka tanggung jawab perusahaan untuk membuat dan  berbagi rancang produknya.

Rancangan produk didokumentasikan dalam bentuk gambar kerja, baik, baik berupa gambar lengkap maupun detail setiap komponennya, dan didukung oleh data-data spesifikasi teknis secara ringkas disertai oleh Bill of Materialas (BOM) yang menawarkan kebutuhan detail material yang diharapkan untuk membuat sebuah unit produk.

d.      Manufacturing Engineering

Bagian ini memiliki 4 tanggung jawab pokok :

–¬†¬†¬†¬†Menawarkan saran teknis kepada bagian perancangan produk perihal mampu/ tidaknya sebuah rancangan dapat diwujudkan.

–¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†Meetapkan langkah-langkah proses produksi yang diharapkan untuk membuat sebuah produk /komponen

–¬†¬†¬†¬†Menetapkan spesifikasi dan rancangan teknis dari perkakas dan alat bantu lainnya.

–¬†¬†¬†Bertindak sebagai trouble-shooter bilaman dijumpai adanya penyimpangan yang terjadi selama proses produksi.

e.      Perencanaan dan Pengendalian Produksi

Permintaaan dari sales & marketing harus diterjemahkan dalam bentuk Master schedule, yaitu penjadwalan yang menawarkan berita berapa banyak unit produk yang harus dibuat dan kapan arus selesai/ dikirim.

Master Schedule selanjutnya diterjemahkan kedalam bentuk perencanaan kebutuhan (Requirement Rencana), skedul pembelian, jadwal produksi, dll. Kemudian order produksi yang telah diterjemahkan tersebut disebarkan (dispatching) kepada individu-individu yang berkepentingan. Selanjutnya proses produksi terus diamati sehingga tidak meleset dari jadwal, atau diadakan perubahan jadwal kalau diharapkan.

f.        Proses Manufaktur

Adalah inti dari proses transformasi bahan baku menjadi barang jadi. Selain aktifitas fabrikasi dan perakitan, termasuk di dalam proses manufaktur ialah proses pemindahan bahan dan proses pemeliharaan (maintenance)

g.       Pengendalian Kualitas

Bagian ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa produk dan komponen-komponen pembentuknya harus memiliki kualitas mirip yang telah distandarkan. Fungsi ini harus dilaksanakan secara total dan terpadu pada setiap langkah proses manufaktur berlangsung.

h.      Pengiriman dan Pengendalian Persediaan

Langkah terakhir dalam siklus manufaktur ialah aktifitas pengiriman/pendistribusian produk ke konsumen. Yang dimaksud pengendalian persediaan ialah menawarkan jaminan bahwa produk selallu tersedia kalau diperlukan. Fungsi ini tidak hanya ditujukan untuk produk akhir saja, tetapi juga terhadap komponen rakitan maupun bahan baku (raw material). Optimalisasi persediaan sangatlah diharapkan untuk menghindari Stock-Out (barang kosong) maupun terlalu banyak persediaan sehingga terjadi penimbunan investasi yang tidak berjalan.

Jreng jrengg…. Sekian pembahasan kali ini ,. Jelajahi blog ini terus ya , selamat menambah wawasan n baa baayy

Oh ya jangan lupa liburan ye… wkwkwkkk

Leave a Reply

Your email address will not be published.

six − four =