Table of Contents
- Pemilihan tipe lapis perkerasan
- Pemilihan jenis agregat
- Pemilihan gradasi agregat
- Pemilihan jenis aspal
- Menentukan jumlah kadar aspal optimum (KAO)
DIAGRAM ALIR MENENTUKAN KADAR ASPAL OPTIMUM
Berkaitan dengan fatigue cracking, thermal cracking dan stabilitas
Berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, stripping, skid resistance
Berkaitan dengan stabilitas, durabilitas, bleeding, stripping dan skid resistance
1. Pemilihan Tipe Lapis Perkerasan
Campuran aspal panas (hot mix asphalt/HMA) gradasi rapat (dense graded) dibagi 3 kategori tergantung spesifikasinya, yaitu :
1) Surface mixtures
2) Binder mixtures
3) Base mixtures
Berdasarkan urutan dari maksimum ukuran agregat terbesar sampai yang terkecil adalah base, binder dan surface mixture
Surface Mixtures
- Campuran yang dirancaang memilki stabilitas dan durabilitas yang cukup mengantisipasi beban lalu lintas dan efek udara, perubahan temperatur dan air.
- Umumnya memilki kadar aspal > lapisan binder dan lapisan base
- Maksimum ukuran agregat antara 3/8 – ¾ in
Binder Mixtures
- Sering disebut juga intermediate layer
- Terletak antara lapisan permukaan dan lapisan base
- Memilki ukuran maksimum agregat ¾ sampai 1.5 in
Base Mixtures
- Dapat diletakkan langsung di atas lapisan subgrade yang dipadatkan .
- Memilki ukuran maksimum agregat sampai 3 in
2. Pemilihan Gradasi Agregat
- Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workability ( sifat mudah dikerjakan ) dan stabilitas campuran.
- Gradasi agregat untuk campuran aspal ditunjukkan dalam persen terhadap berat agregat, dan harus berada di luar daerah larangan (restriction zone) yang ditunjukkan pada tabel
- Selain batasan titik kontrol gradasi juga terdapat persyaratan khusus yaitu kurva fuller dan daerah larangan (restricted zone). Kurva Fuller adalah kurva gradasi di mana kondisi campuran memiliki kepadatan maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VMA) yang minimum. Kurva Fuller tersebut ditentukan dengan persamaan:
Dimana:
P = persen lolos saringan dengan bukaan saringan d mm
d = ukuran agregat yang diperiksa (mm)
D = ukuran maksimum agregat yang terdapat dalam campuran (mm)
4. Pemilihan Jenis Agregat
- Gradasi rapat (dense graded)
- Daya tahan kuat (strong and durable)
- Angular (berbentuk kubikal)
- Porositas rendah
- Bersih, kasar dan hydrophobic
- Keras
Agregat dalam campuran aspal :
- Agregat kasar
- Agregat halus
- filler
Agregat kasar
- Agregat kasar adalah agregat yang tertahan ayakan no.8
- Fraksi agregat kasar harus dari batu pecah
- Memilki nilai angularitas seperti yang disyaratkan tabel
Agregat halus
- Agregat halus adalah terdiri dari pasir atau hasil ayakan batu pecah yang lolos ayakan no.8
- Pasir dapat digunakan dalam campuran aspal.persentase maksimum yang disarankan untuk laston (AC) adalah 15%
- Harus bersih, keras dan bebas lempung
Bahan pengisi (Filler)
- Dapat berupa debu batu kapur, s***n portland, abu terbang, abu tenur s***n atau bahan non plastis lainnya
- Ukuran butiran lolos no.200

Saya seorang arsitek yang senang membaca dan menulis. Saya bergabung dengan HC-Arsitekrumah.com sebagai Penulis dan Editor. Saya akan selalu sharing informasi mengenai dunia arsitektur. Jika ada pertanyaan bisa menghubungi saya melalui halaman contact.