Perbedaan Teknik Sipil VS Arsitek

Posted on 12 views

Masyarakat pada umumnya lebih mengenal arsitek dari pada seorang insinyur teknik sipil. Mereka berpendapat kesuksesan dari pembangunan suatu bangunan adalah akibat kinerja arsitek. Hal ini tidak sepenuhnya benar dan salah.

Kenyataannya, kalau di lapangan proyek yang dibangun hanyalah bangunan sederhana, maka arsitek mampu saja menyelesaikannya tanpa membutuhkan keahlian insinyur teknik sipil.

Akan tetapi, untuk bangunan yang lebih kompleks tentu seorang arsitek membutuhkan teknik sipil. Kerangka berpikir umumnya yang terkadang tidak adil bagi seorang insinyur teknik sipil ialah ketika suksesnya pembangunan suatu bangunan. Terlebih lagi kalau bangunan itu ialah bangunan yang ikonik.

Teknik sipil vs arsitek

Teknik sipil vs arsitek

Orang-orang akan bertanya siapa arsitek dibalik pembangunan bangunan itu. Hanya sedikit orang saja yang mungkin sadar mengenai kinerja sesungguhnya dari spesialis insinyur sipil.

Arsitek lebih dikenal Karena kemampuannya dalam menciptakan suatu karya bangunan yang rupawan dan sesuai fungsinya. Namun, di lain hal kita juga harus tahu bahwa bangunan rupawan tersebut akan sia-sia jika kekuatan struktur bangunan itu sendiri tidak diperhitungkan secara sempurna.

Mengenaskan bukan bangunan yang rupawan tapi roboh. Di sisi lain juga, insinyur teknik sipil jugalah yang membuat suatu bangunan menjadi bernilai ekonomis, dibangun sempurna waktu dan kualitas yang mampu terjamin keamanannya.

Pada kenyataan di lapangannya, acapkali terjadi ketimpangan pendapat antara teknik sipil dan arsitek. Terkadang arsitek sudah menggambar suatu bangunan yang rupawan dan nyaman.

Akan tetapi, setelah dihitung dan diaplikasikan di lapangan ternyata gambar itu tidak mampu dibangun Karena alasan keamanan dan sebagainya.

Perbedaan teknik sipil dan arsitek

Disparitas teknik sipil dan arsitek

Ada pendapat yang juga mengatakan bahwa teknik sipil mampu juga mengerjakan pekerjaan seorang arsitek. Jika, seorang insinyur teknik sipil tersebut mempunyai bakat atau kemampuan dalam mendesain suatu keindahan/kenyamanan pada bangunan.

Namun, tidak demikian dengan arsitek yang jikalaupun mereka ingin mempunyai kemampuan mirip layaknya seorang insinyur teknik sipil, mereka harus mampu menghitung kekuatan bangunan yang tentunya hal itu dipelajari selama perkuliahan dan selalu menjadi pokok inti pelajaran. Jadi, tentunya terasa lebih sulit bagi arsitek.

Tetapi, berkat perkembangan software sekarang ini, sudah banyak software yang bisa membantu perhitungan kekuatan bangunan yang mampu saja digunakan arsitek. Jadi, anda boleh setuju atau tidak dengan pendapat ini.

Berikut dibawah ini akan ada Disparitas teknik sipil dan arsitek.

No

Arsitek

Teknik Sipil

1

Menciptakan bangunan yang rupawan

Menghitung struktur bangunan yang kuat

2

Focus pada perencanaan gambar bangunan

Focus pada perencanaan perhitungan kekuatan bangunan

three

Membuat gambar detail bangunan

Mengatur manajemen pelaksanaan bangunan

4

Memilih warna dan teksture material sesuai konsep

Memilih jenis material yang rupawan tapi murah

5

Menentukan spesifikasi agenda bangunan

Memilih metode pelaksanaan bangunan paling cepat dan hemat

6

Pada perkuliahan banyak mempelajari gambar bangunan, menggali cita-cita owner dan cara mempresentasikan ilham agar desain diterima

Pada perkuliahan lebih banyak mempelajari perhitungan struktur bangunan, perhitungan agenda anggaran biaya bangunan serta manajemen pelaksanaan bangunan.

7

Ingin bangunan rupawan dan menarik

Ingin bangunan kuat dan murah

8

Mempertahankan bentuk gambar bangunan yang sudah dibuat

Menyesuaikan gambar perencanaan dengan kondisi nyata di lapangan.

Kesimpulannya, yang terbaik ialah kalau mereka mempunyai kemampuan terbaik pada masing-masing bidang. Sehingga dapat bekerja sama dalam menciptakan bangunan yang rupawan/menarik namun juga kuat dan hemat.

Demikian pembahasan mengenai beda teknik sipil dan arsitek. Baca juga artikel ruang sipil lainnya.

Berlangganan replace artikel terbaru through e mail:

Baca Juga:  Review Daya Saing Pelaku Industri Konstruksi di Provinsi Gorontalo Pasca Penetapan UU No 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one × 5 =