Penjadwalan waktu dengan metode jalur kritis atau Critical Path Method (CPM) pada manajemen proyek

Posted on 33 views

Pada artikel-artikel sebelumnya sudah mempelajari atau mengetahui perihal:

apa itu Manajemen Konstruksi (MK) ?,

apa itu Daur Hayati Proyek?, dan

apa itu Activity On Arrow (AOA) ?

maka pada artikel ini akan membahas mengenai perencanaan penjadwalan waktu dengan metode jalur kritis pada manajemen proyek. Eksklusif saja……

penjadwalan waktu dengan metode jalur kritis atau Critical Path Method (CPM) pada manajemen proyek

Metode Jalur Kritis atau Critical Path Method (CPM)

Pada metode jaringan kerja yang dikenal adanya jalur kritis, yaitu jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan, dengan total jumlah waktu terlama dan menawarkan kurun waktu penyelesaian proyek yang cepat.

Sebelum membuat jalur kritis dalam metode penjadwalan jaringan kerja AOA, haruslah diketahui terlebih dahulu cara perhitungan durasi proyek yang terbagi dalam hitungan maju dan hitungan mundur. Ada beberapa istilah yang terlibat sehubungan dengan perhitungan maju dan mundur metode AOA sebagai berikut:

  • Early Start (ES): waktu paling awal sebuah kegiatan dapat dimulai setelah kegiatan sebelumnya selesai. Jika waktu kegiatan dinyatakan atau berlangsung dalam jam, maka waktu ini ialah jam paling awal kegiatan dimulai.
  • Late Start (LS): waktu paling akhir sebuah kegiatan dapat diselelesaikan tanpa memperlambat  penyelesaian jadwal proyek.
  • Early Finish (EF): waktu paling awal sebuah kegiatan dapat diselesaikan sesuai dengan durasinya. Jika hanya ada satu kegiatan terdahulu, maka EF suatu kegiatan terdahulu adalah ES kegiatan berikutnya.
  • Late Finish (LF): waktu paling akhir sebuah kegiatan dapat dimulai tanpa memperlambat penyelesaian proyek.

Berikut ialah gambar potongan jaringan keja AOA dengan penempatan ES, LS, EF,dan LF.

Gambar ES, LS, EF,dan LF

1. Perhitungan Maju

Dalam mengidentifikasikan jalur kritis dipakai suatu cara yang disebut hitungan maju dengan aturan-aturan yang berlaku sebagai berikut:

a.    Kecuali kegiatan awal, maka suatu kegiatan baru dapat dimulai jika kegiatan yang mendahuluinya (Predecessor) telah selesai.

b.    Waktu paling awal suatu kegiatan ialah = 0

c.    Waktu selesai paling awal suatu kegiatan ialah sama dengan waktu mulai paling awal, ditambah kurun waktu kegiatan yang bersangkutan.

EF = ES + D atau

EF (i-j) = ES (i-j) + D (i-j)

d.    Jika suatu kegiatan memiliki dua atau kegiatan pendahulunya, maka ES-nya ialah EF terbesar dari keiatan-kegiatan tersebut.

Model perhitungan maju:

Jika akibat perhitungan diatas dibuat dalam suatu layout akan dihasilkan tabulasi sebagai berikut:

     2. Perhitungan Mundur

Perhitungan mundur dimaksudkan untuk mengetahui waktu atau tanggal paling akhir kita “masih” dapat memulai dan mengakhiri kegiatan tanpa menunda kurung waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan, yang telah dihasilkan dari perhitungan maju. Atauran yang berlaku dalam perhitungan mundur ialah sebagai berikut:

a.    Hitungan mundur dimulai dari ujung kanan, yaitu dari hari terakhir penyelesaian proyek suatu jaringan kerja.

b.    Waktu dimulai paling akhir suatu kegiatan ialah sama dengan waktu selesai paling akhir, dikurangi kurun waktu/durasi kegiatan yang bersangkutan, atau LS = LF – D.

c.    Jika suatu kegiatan memiliki dua atau lebih kegiatan berikutnya, maka waktu paling akhir (LF) kegiatan tersebut ialah sama dengan waktu mulai paling akhir (LS) kegiatan berikutnya yang terkecil.

Model perhitungan

Jika akibat perhitungan diatas dibuat dalam suatu layout akan dihasilkan tabulasi sebagai berikut:

     3. Metode Jalur Kritis

Metode Jalur Kritis atau Critical Path Method (CPM) ialah jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan, dengan total jumlah waktu terlama dan menawarkan kurun waktu penyelesaian proyek tercepat.

Jalur kritis terdiri dari rangkaian kegiatan kritis, dimulai dari kegiatan pertama hingga kegiatan terakhir. Pada jalur ini terletak kegiatan-kegiatan yang jika pelaksanaannya terlambat, akan menyebabkan keterlambatan penyelesaian keseluruhan proyek, yang disebut kritis.

a.    Sifat Jalur Kritis

b.    Pada kegiatan pertama; ES = LS = 0

c.    Pada kegiatan terakhir;

d.    Total Float; FT = 0

Pada contoh perhitungan berikut, maka jalur kritis yang terjadi ialah pada lintasan dengan kegiatan: A – C – E – F

Model perhitungan diatas menawarkan proses perkiraan waktu penyelesaian proyek yang umumnya tidak sama dengan total waktu akibat penjumlahan kurun waktu masing-masing kegiatan yang menjadi unsur proyek, karena adanya kegiatan yang pararel.

Penyajian jalur kritis ditandai dengan garis tebal atau garis dengan warna yang berbeda, atau garis ganda. Jika jaringan kerja hanya mempunyai satu titik awal dan satu titik akhir, maka jalur kritis juga berarti jalur yang memiliki jumlah waktu penyelesaian tersebar (terlama), dan jumlah waktu tersebut adalah waktu proyek yang tercepat. Kadang-kadang dijumpai lebih dari satu jalur kritis dalam jaringan kerja.

Untuk menambah wawasan perihal ilmu teknik sipil, mampu untuk dibaca pada artikel sebelumnya mengenai …

1.Daur hidup proyek

2.Manajemen konstruksi (MK)

3.Pengertian Time Study,Rate, dan Standart Time

four.Sejarah Perkembangan dandasar-dasar K3

Semoga bermanfaat ….

Sumber :

Lenggogeni, I. W. (2013). Manajemen Konstruksi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Pulau Sambu

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five + 11 =