PENGEMBANGAN PRODUK BARU DAN STRATEGI SIKLUS HIDUP PRODUK Analisa Pasar

Posted on 74 views

Produk baru perusahaan menghadapi rentang usia yang terbatas dan harus digantikan oleh produk yang lebih baru, tetapi produk baru mampu gagal—risiko inovasi sama besarnya dengan imbalannya. Kunci bagi inovasi yang sukses terletak pada keseluruhan perjuangan perusahaan, perencanaan yang kuat, dan proses pengembangan produk baru yang sistematis

I. CARA PERUSAHAAN MENEMUKAN DAN MENGEMBANGKAN IDE PRODUK BARU

Sebuah perusahaan dapat memperoleh produk baru dengan dua cara. Salah satunya ialah melalui akuisisi denga membeli seluruh perusahaan, paten, atau lisensi untuk memproduksi produk orang lain. Cara lain ialah dengan upaya pengembangan produk baru perusahaan dari perusahaan itu sendiri. Dengan produk baru yang dimaksud ialah produk asli, perbaikan produk, modifikasi produk, dan merek baru bahwa perusahaan berkembang melalui perjuangan riset dan pengembangan sendiri.

Pengembangan produk baru ialah berbagi produk asli, produk perbaikan, modifikasi produk, dan merek baru melalui upaya pengembangan produk milik perusahaan.

Baca juga:Pengertian PPIC, Tujuan dan Fungsi PPIC

II. LANGKAH-LANGKAH DALAM PROSES PENGEMBANGAN PRODUK BARU DAN PERTIMBANGAN UTAMA DALAM PENGELOLAAN PROSES INI

2.1.  Proses Pengembangan Produk Baru

Termin – Termin Pengembangan Produk Baru

1. Penciptaan Ilham

Pengembangan produk baru dimulai dengan penciptaan ilham yang adalah mencari untuk ilham produk baru dari banyak sekali sumber. Sumber utama dari penciptaan ilham termasuk sumber internal dan sumber eksternal mirip konsumen, pesaing, distributor, dan pemasok, dll.

Sumber Internal

Menggunakan sumber internal, perusahaan dapat menemukan ilham melalui riset dan pengembangan secara formal. Perusahaan mengadakan riset dan pengembangan resmi, memilih ilham dari karyawan mereka, dan mengadakan tukar pikiran dalam rapat eksekutif.

Sumber Eksternal

Perusahaan juga dapat mengambil keuntungan ilham produk baru dari beberapa sumber eksternal. Contohnya distributor dan pemasok. Distributor berada dekat dengan pasar dan dapat menyalurkan berita perihal persoalan konsumen dan kemungkinan produk baru. Pemasok dapat memberika tahu perusahaan perihal konsep baru, teknik, dan bahan yang dapat mengembangan produk baru.

Pesaing juga adalah sumber yang penting. Perusahaan memperhatikan iklan pesaing untuk menerima petunjuk perihal produk baru mereka. Perusahaan melacak penawaran pesaing dan menginspeksi produk baru, memilah produk, menganalisis kinerja produk, dan memutuskan apakah mereka akan memperkenalkan produk yang sama atau produk yang lebih baik.

Crowdsourcing

Lebih luas, banyak perusahaan ketika  ini berbagi crowdsourcing atau inovasi terbuka untuk acara ilham produk baru. Crowdsourcing membuka lebar pintu inovasi, mengundang masryarakat luas- konsumen, karyawan, ilmuwan independen dan peneliti dan bahkan masyarakat luas dalam proses inovasi produk baru.

Baca juga:DEFINISI HARGA DAN PENTINGNYA PENETAPAN HARGA

2. Penyaringan Ilham

Tujuan penciptaan ilham ialah menghasilkan ilham dalam jumlah banyak. Tujuan dari tahap berikutnya ialah mengurangi jumlah tersebut. Termin pertama pengurangan ilham ialah penyaringan ilham (ilham screening), membantu untuk menemukan ilham baik dan membuang ilham buruk secepat mungkin. Biaya pengembangan produk meningkat pesat pada tahap selanjutnya, sehingga perusahaan ingin maju hanya dengan ilham produk yang dapat menjadi produk yang menguntungkan.

Poly perusahaan menginginkan eksekutifnya untuk menuliskan ilham produk baru pada format standar yang dapat ditinjau oleh komite produk baru. Goresan pena tersebut menjelaskan produk, pasar sasaran, dan persaingan. Format itu mencakup perkiraan kasar dari ukuran pasar, harga produk, waktu dan biaya pengembangan, biaya produksi, dan tingkat pengembaliannya. Komite kemudian mengevaluasi ilham tersebut terhadap serangkaian kriteria umum.

3. Pengembangan dan Pengujian Konsep

Suatu ilham yang atraktif harus dikembangkan  menjadi konsep produk. Sangat penting untuk membedakan apa itu Ilham Produk (gagasan mengenai satu produk yang memungkinkan untuk ditawarkan dipasar), Konsep Produk (Pelukisan yang lebih mendetail dari Ilham suatu Produk) serta Citra Produk (Bagaimana potensi produk tersebut dilihat oleh konsumen)

 Pengembangan konsep

Misalkan produsen kendaraan beroda empat “Tesla” telah berbagi teknologi tenaga baterai untuk kendaraan beroda empat bertenaga listrik. Kendaraan beroda empat purwarupa ini akan dijual sekitaran harga $100.000. Untuk kedepannya, mereka berencana untuk memperkenlkan produk yang lebih terjangkau dan mencakup pasar m***a agar bisa menyaigi produk kendaraan beroda empat listrik yang jauh diluncurkan sebelumnya oleh Chevrolet dan Nissan.

Melihat hal ini kedepan, maka tugas dari pemasar adalah berbagi purwarupa ini menjadi konsep produk alternative., lalu mencari tahu yang mana saja yang terjangkau untuk konsumen dan memilih salah satunya.

Hal ini memungkinkan terciptanya beberapa konsep, diantaranya:

Concept 1 : Sebuah Kendaraan beroda empat kelas menengah yang terjangkau dengan  desain kendaraan beroda empat     keluarga yang dapat dipakai untuk keliling kota.

Concept 2 : Kendaraan beroda empat sporty kelas menegah untuk pemuda single atau berpasangan

Concept 3 : Kendaraan beroda empat yang ramah lingkungan

Concept 4 : Kendaraan beroda empat SUV namun memiliki emisi gas yang rendah.

 Pengujian Konsep

Pengujian Konsep adalah menguji konsep produk baru dengan menggunakan sample dari calon konsumen. Produk akan dikenakan kepada konsumen secara simbolis atau fisik.

Sebagian besar perusahaan rutin melakukan pengujian ini dengan konsumen sebelum diluncurkan produk sesungguhnya. Untuk beberapa produk, mungkin cukup digambarkan dengan kata-kata atau gambar saja. Tetapi, lebih dipercaya lagi apalagi disertai dengan konsentrasi serta fisik produk tersebut.

Baca juga: Analitical Hierarcy Process (AHP) | ANALISA KEPUTUSAN 1

4. Pengembangan Taktik Pemasaran.

Setelah pengembangan dan pengujian konsep, tahap selanjutnya adalah Pengembangan Taktik Pemasaran, merancang taktik pemasaran awal untuk memperkenalkan produk ke pasar.

Pengembangan Taktik Pemasaran terdiri dari 3 bagian :

Bagian Pertama mendeskripsikan target pasar, perencanaan proporsi nilai, penjualan, pangsa pasar, dan keuntungan objektif dalam beberapa tahun pertama.

Kedua, menguraikan harga, distribusi, dan anggaran pemasaran direncanakan suatu produk. Ketiga, mendeskripsikan perencanaan jangka panjang.

5. Analisis Urusan ekonomi

Analisis Urusan ekonomi melibatkan penelaahan terhadap penjualan, biaya, dan proyeksi laba untuk produk baru untuk mengetahui apakah faktor-faktor ini memenuhi tujuan perusahaan. Untuk memperkirakan penjualan, kita perlu melihat riwayat penjualan sebelumnya. Setelah meramalkan penjualan, kita mampu memperkirakan biaya dan keuntungan yang diperlukan.

6. Pengembangan Produk

Untuk kebanyak konsep  produk, mungkin hanya ada dalam bentuk perkataan, gambaran, dan mungkin rancangan kasar. Kalau konsep produk sudah melewati tes urusan ekonomi, maka tahap selanjutnya yang akan dilewati adalah pengembangan produk. Pengembangan Produk adalah berbagi konsep produk menjadi profduk fisik untuk memastikan bahwa ilham produk tersebut bisa menjadi produk yang menggiurkan dipasar.

7. Test Pemasaran

Kalau produk sudah melewati kedua test yaitu test konsep dan test produk, maka fase selanjutnya adalah Test Pemasaran. Fase ini adalah fase dimana produk memasuki dan memperkenalkan nya kedalam pasar yang realistis. Test pemasaran menawarkan pemasar pengalaman dalam memasarkan produk sebelum menuju pengenalan secara penuh. Hal ini membuat perusahaan menguji produk dan keseluruhan acara pemasaran yang ada.

8. Komersialisasi

Test pemasaran menawarkan pemasar berita yang diharapkan untuk membuat keputusan akhir terkait peluncuran produk baru ini. Saat perusahaan menuju komersialisasi, merek akan menghadapi biaya yang amat tinggi mirip biaya promosi pada TV, Billboard,  dan pengiklanan rutin lainnya.  Perusahaan juga harus memperhatikan pemilihan waktu saat memperkenalkan produk. Disampng itu mereka juga harus memutuskan untuk memilih di manakah produk akan di perkenalkan. Entah di pasar local, nasional, maupun internastional.

Baca juga:PRODUK, JASA, DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK | Analisa Pasar

Baca Juga:  Apa Perbedaan Tenaga Terampil & Tenaga Ahli dalam Dunia Jasa Konstruksi?

2.2.  Mengatur Perkembangan Produk Baru

Dalam mengatur perkembangan produk baru, perusahaan harus mengambil Pendekatan holistik untuk proses ini. Sukses tidaknya Proses ini memerlukan Pelanggan-Berpusat, Dasar Kelompok, dan Upaya Sistematis

1. Pelanggan Berpusat (Customer-centered) Yang dimaksud disini adalah Pengembangan Produk Baru yang berfokus dalam mencari jalan untuk menyelesaikan permasalahan pada konsumen dan dan menciptakan pengalaman konsumen yang lebih memuaskan.

2. Pengembangan produk baru berdasarkan Tim. Pengembangan produk baru yang baik juga membutuhkan perjuangan dari keseluruhan perusahaan dan lintas fungsi. Agar dapat memasarkan produknya lebih cepat, banyak perusahaan menggunakan pendekatan Pengembangan produk baru berdasarkan tim (team based new-product) yaitu sebuah pendekatan untuk berbagi produk baru di mana banyak sekali departemen bekerja sama secara erat, melewati beberapa tahapan dalam proses pengembangan produk baru untuk menghemat waktu dan meningkatkan efektivitas.

Pada pendekatan ini, banyak sekali departemen perusahaan bekerja sama dengan erat dalam tim lintas fungsi, melewati beberapa tahapan dalam proses berbagi produk baru untuk menghemat waktu dan meningkatkan efektivitas. Alih-alih menyerahkan produk baru dari satu departemen ke departemen yang lain, perusahaan membuat suatu tim dari banyak sekali departemen yang terlibat dengan produk baru itu semenjak awal sampai selesai. Tim ini biasanya meliputi departemen pemasaran, keuangan, desain, produksi, dan hukum bahkan pemasok dan perusahaan pelanggan.

Pendekatan berdasarkan tim mempunyai beberapa keterbatasan. Contohnya, pendekatan ini kadang menimbulkan ketegangan dan kebingungan dalam organisasi, dibandingkan pendekatan tahap yang berurutan. Namun, dalam industri yang cepat berubah dengan siklus hidup produk yang lebih singkat, akibat dari pengembangan produk yang cepat dan fleksibel jauh melebihi risikonya. Perusahaan yang mengkombinasikan pendekatan yang berpusat pada pelanggan dengan pengembangan produk baru berdasarkan tim menerima keunggulan kompetitif besar dengan memperoleh produk baru yang sempurna di pasar secara lebih cepat.

3. Pengembangan produk baru yang sistematis. Proses pengembangan produk baru haruslah secara holistik dan sistematis dari pada secara tak terencana. Jika tidak, sedikit ilham baru yang akan naik ke permukaan, dan banyak ilham rupawan akan karam dan mati. Untuk menghindari persoalan ini, perusahaan dapat memasang sistem manajemen inovasi untuk mengumpulkan, meninjau, mengevaluasi dan mengatur ilham produk baru.

Pendekatan sistem manajemen inovasi menawarkan dua akibat yang diinginkan. Pertama pendekatan ini membantu menciptakan budaya perusahaan berorientasi inovasi. Pendekatan ini menawarkan bahwa manajemen puncak mendukung, mendorong, dan menawarkan imbalan bagi inovasi.

Kedua, pendekatan ini akan menawarkan ilham produk baru dalam jumlah banyak, beberapa di antaranya sangat istimewa. Ilham baru yang rupawan dapat dikembangkan secara lebih sistematis, menawarkan keberhasilan produk baru yang lebih banyak lagi. Nir ada lagi ilham bangus yang hilang karena kekurangan dukungan dewan atau penasihat produk senior.

Oleh karena itu, keberhasilan produk baru membutuhkan lebih dari sekedar memikirkan beberapa produk baru, menjadikan mereka produk dan menemukan pelanggan untuk produk tersebut. Kesuksesan produk baru membutuhkan pendekatan holistik untuk menemukan cara baru guna menciptakan pengalaman bernilai bagi pelanggan, mulai dari menciptakan dan menyaring ilham produk baru sampai menciptakan dan menghasilkan produk yang dapat memuaskan cita-cita pelanggan.

Lebih dari ini, keberhasilan pengembangan produk baru membutuhkan komitmen dari seluruh perusahaan.

Baca juga:NEW ! 5 SITUS RESMI DAN TERPERCAYA UNTUK REFERENSI SKRIPSI / KTI GRATIS

III. TAHAP-TAHAP SIKLUS HIDUP PRODUK DAN CARA STRATEGI PEMASARAN BERUBAH SELAMA SIKLUS HIDUP PRODUK

Setelah meluncurkan produk baru, manajemen menginginkan suatu produk agar menikmati hidup yang panjang dan bahagia. Walaupun mereka tidak mengharapkan produk terjual selamanya, perusahaan ingin menerima keuntungan yang cukup untuk menutup semua perjuangan dan risiko yang mereka tempuh pada ketika meluncurkan produk.

Penjualan Dan Laba Selama Masa Hayati Produk Dari Penerimaan Sampai Menurun.

Daur hidup produk mempunyai lima tahapan yang berbeda yaitu:

1. Pengembangan produk dimulai saat perusahaan menemukan dan berbagi suatu ilham produk baru. Selama pengembangan produk, penjualan masih nol dan biaya investasi perusahaan menumpuk.

2. Sosialisasi ialah periode di mana pertumbuhan penjualan lambat pada ketika produk diperkenalkan di pasar. Laba tidak terjadi pada tahap ini karena pengeluaran yang besar untuk memperkenalkan produk.

3. Pertumbuhan adalah periode penerimaan dengan cepat oleh pasar dan peningkatan keuntungan.

4. Kedewasaan ialah periode melambatnya pertumbuhan penjualan dikarenakan produk telah diterima oleh sebagian besar pembeli potensi. Taraf keuntungan tidak berada di puncak atau menurun karena meningkatnya pengeluaran pemasaran untuk mempertahankan produk dalam persaingan.

5. Penurunan adalah periode saat penjualan mulai menurun dan keuntungan jatuh

Nir semua produk mengikuti setiap produk mengikuti siklus hidup produk ini. Beberapa produk diperkenalkan dan gugur dengan cepat; yang lain berada pada tahap kedewasaan untuk waktu yang lama sekali. Beberapa memasuki tahap penurunan dan kemudian memasuki siklus lagi ke dalam tahap pertumbuhan melalui promosi atau reposisi yang kuat.

Konsep PLC dapat menjelaskan kelas produk, bentuk produk, atau merek. Konsep PLC dapat digunakan secara berbeda-beda dalam masing-masing kasus. Kelas produk mempunyai siklus hidup yang paling panjang-penjualan dari banyak kelas produk berada dalam tahap kedewasaan untuk waktu yang lama. Bentuk produk, sebaiknya, cenderung mempunyai bentuk PLC yang standar.

Daur hidup merek yang spesifik dapat berubah dengan cepat karena perubahan agresi dan respons dari pesaing. Konsep PLC juga dapat diaplikasikan kepada apa yang dikenal sebagai gaya, mode dan fad.  Populer Gaya ialah jenis mulut dasar dan berbeda, mode ialah gaya yang diterima atau populer ketika ini dalam suatu bidang. Fad ialah periode sementara dari tingginya tingkat penjualan yang tidak biasa digerakkan oleh antusiasme konsumen dan popularitas mendadak dari suatu produk atau merek.

Konsep PLC dapat diaplikasikan oleh pemasar sebagai kerangka yang berkhasiat untuk menggambarkan bagaimana produk dan pasar bekerja. Kalau digunakan dengan cermat, konsep PLC dapat membantu dalam berbagi taktik pemasaran yang baik untuk tahap yang berbeda dari siklus hidup produk.

Konsep PLC untuk memperkirakan kinerja suatu produk atau untuk berbagi taktik produk mempunyai beberapa persoalan taktis. Dalam praktik, sulit untuk memperkirakan tingkat penjualan pada masing-masing tahap PLC, masa waktu dari masing-masing tahap, dan bentuk dari kurva PLC. Terlebih lagi, pemasar tidak dapat secara membabi buta mendorong produk sepanjang tahap tradisional dari siklus hidup produk.

Termin Sosialisasi (Introduction Stage)

Termin Pegenalan adalah tahap dari siklus hidup produk di mana produk baru pertama kali didistribusikan dan tersedia untuk dibeli (produk pertama kali diluncurkan). Pada tahap ini, keuntungan masih negative atau rendah karena penjualan yag rendah dan pengeluaran distribusi dan produksi yang tinggi. Pengeluaran yang ada pada tahap ini terkait dengan biaya untuk menarik distributor, membangun persediaan, dan biaya promosi. Perusahaan biasanya memfokuskan penjualan mereka pada pembeli yang siap untuk membeli.

Sebagai perintis pasar seharusnya dapat memilih stategi peluncuran yang konsisten dengan postioning produk yang direncanakan. Pada ketika perusahaan perintis bergerak menuju tahap berikutnya dari siklus hidup, ia harus senantiasa memformulasikan harga baru, promosi dan taktik pemasaran lainnya. Apabila perusahaan dapat memasang taktik yang baik semenjak awal maka ia dapat mempertahankan dan membangun kepemimpinan pasarnya.

Termin Pertumbuhan (Growth Stage)

Termin pertumbuhan adalah tahap siklus hidup produk di mana penjualan produk mulai menanjak dengan cepat. Pengguna awal akan melanjutkan pembelian da pembeli selanjutnya akan memulai mengikuti langkah mereka, terutama jika mereka mendengarkan pembicaraan dari mulut-mulut yang rupawan. Pada ketika ini perusahaan berkesempatan memperkenalkan fitur baru produk dan pasar juga akan mengalami perkembangan. Di tahap ini juga terjadi peningkatan persaingan dan penjualan, namun harga akan tetap atau turun sedikit.

Baca Juga:  Pondasi Dangkal [1]

Laba meningkat selama tahap pertumbuhan karena biaya promosi tersebar pada volume yang besar dan biaya produk per unit turun. Kualitas produk pun juga akan ikut ditingkatkan oleh perusahaan. Termin ini perusahaan berusaha untuk mengalihkan beberapa iklan dari membangun kesadaran produk menjadi membangun keyakinan dan pembalian produk, seta menurunkan harga pada ketika yang sempurna untuk menarik pembeli yang lebih banyak.

Termin Kedewasaan (Maturity Stage)

Termin kedewasaan ialah tahap siklus hidup produk di mana petumbuhan penjualan mulai melambat dan menurun. Termin kedewasaan ini biasanya bertahan lebih lama daripada tahap sebelumnya, dan menawarkan tantangan yang kuat kepada manajemen pemasaran. Melambatnya pertumbhan penjualan mengakibatkan banyak produsen mempunyai banyak produk untuk dijual, kelebihan kapasitas ini akan memicu persaingan yang lebih besar lagi. Pesaing biasanya menurunkan harga, menambah ilan dan promosi penjualan, serta meningkatkan anggaran R&D mereka untuk menemukan versi yang lebih baik dari produk tersebut. Hal-hal ini akan menyebabkan penurunan keuntungan.

Kalaupun banyak produk dalam tahap kedewasaan ini terlihat stagnan untuk waktu yang lama, produk yang paling sukses akan berevolusi untuk beradaptasi dengan perubahan cita-cita pelanggan. Manajer produk harus melakukan sesuatu yang lebih daripada hanya mengikuti atau mempertahankan produk mereka yang telah dewasa. Yang harus diperhatikan ialah modifikasi pasar, produk dan bauran pemasaran.

Dalam memodifikasi pasar, perusahaan berupaya untuk meningkatkan konsumsi dari produk yang telah ada. Perusahaan dapat mencari pengguna baru dan segmen pasar baru atau mencari jalan untuk meningkatkan pemakaian di antara pelanggan yang ada.

Selain memodifikasi pasar, perusahaan juga dapat mencoba memodifikasi produk, yaitu mengubah karakteristik mirip kualitas, fitur, gaya, atau kemasan untuk menarik pengguna baru dan menginspirasi kegunaan yang lebih bnyak. Perusahaan juga dapat meningkatkan kualitas dan kinerja produk yang terkait dengan kekuatan, kehandalan, kecepatan, dan rasanya

Adapun perusahaan mencoba untuk memodifikasi bauran pemasaran yaitu meningkatkan penjualan dengan mengubah satu atau lebih elemen bauran pemasaran. Perusahaan dapat melakukan pemotongan harga untuk menarik pengguna baru dan pelanggan pesaing. Selain itu, perusahaan juga dapat meluncurkan kampanye iklan yang lebih baik dan menggunakan promosi penjualan yang lebih proaktif berupa perjanjian dagang, pengurangan harga, pembelian premium, atau mengadakan kontes. Terakhir, perusahaan dapat memberikan layanan baru atau yang telah ditingkatkan para pembeli.

Termin Penurunan (Decline Stage)

Termin penurunan ialah tahap dari siklus hidup produk di mana penjualan produk menurun. Penurunan penjualan dapat terjun menjadi nol, atau mereka dapat menurunka harga sampai tingkat yang rendah dimana penurunan tersebut berlanjut untuk tahun-thun kemudian. Penurunan penjualan disebabkan oleh banyak alasan, termasuk kemajuan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan.

Perusahaan yang masih bertahan dapat tahapan ini dapat meninggalkan segmen pasar yang lebih kecil dan saluran perdagangangan merjinal, atau mereka dapat memotong anggaran promosi dan mengurangi harga mereka lebih jauh lagi.

Membawa produk yang lemah dapat menjadi sangat mahal bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan produk ang lemah menggambil waktu manajemen yang terlalu banyak, produk ini acapkali membutuhkan penyesuaian harga dan persediaan. Mempertahankan produk yang lemah juga menghambat pencarian pengganti, menciptakan bauran pemasaran yang lemah, merusak keuntungan ketika ini, dan memperlemah kedudukan perusahaan di masa yang akan datang.

Perusahaan perlu menawarkan perhatian lebih bagi produk mereka yang sudah menua. Tugas perusahaan pertama-tama ialah mengidentifikasi produk-produk yang berada dalam tahap penurunan dengan rutin meninjau penjualan, pangsa pasar, biaya dan tren keuntungan. Kemudian pihak manajemen harus memutuskan untuk memelihara, memanen, atau membuang produk-produk yang menurun ini. Taktik yang diambil haruslah dipertimbangkan dengan benar dan jangan hingga menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

IV. DUA MASALAH TAMBAHAN PRODUK: KEPUTUSAN PRODUK BERWAWASAN SOSIAL DAN PEMASARAN PRODUK DAN JASA INTERNASIONAL

Disini akan membahas produk dan jasa dengan dua pertimbangan tambahan: tanggung jawab sosial dalam keputusan produk dan persoalan pemasaran produk dan jasa internasional.

4.1.Keputusan Produk dan Tanggung Jawab Sosial

Keputusan produk telah menarik banyak perhatian publik. Pemasar harus mempertimbangkan secara cermat persoalan kebijakan publik dan peraturan yang melibatkan perjuangan untuk menerima atau menyingkirkan produk.

Terkait dengan produk baru, pemerintah mampu mencegah perusahaan agar tidak menambah produk melalui akuisisi kalau dampaknya mengancam persaingan. Perusahaan yang menyingkirkan sebuah produk harus menyadari bahwa mereka mempunyai kewajiban hukum. Perusahaan harus mematuhi aturan tertentu menyangkut kualitas dan keamanan produk. Kalau konsumen merasa dirugikan yang akan terjadi produk yang dirancang dengan buruk, konsumen dan menuntu produsen dan penyalur.

Poly produsen memberikan jaminan produk tertulis untuk menyakinkan pelanggan perihal kualitas produk mereka. Perusahaan harus menjelaskan bahwa perusahaan hanya memberikan jaminan terbatas. Hukum ini telah mendorong beberapa produsen melakukan penggantian dari jaminan penuh ke jaminan terbatas dan perusahaan lain menghapus semua jaminan.

4.2.Pemasaran Produk dan Jasa Internasional

Pemasar produk dan jasa internasional menghadapi tantangan khusus. Pertama, mereka harus menemukan produk dan jasa apa yang akan di perkenalkan dan di negara mana. Kemudian, mereka harus memutuskan berapa banyak biaya untuk menetapkan standar atau menyesuaikan produk dan jasa mereka bagi pasar dunia.

Di suatu pihak, perusahaan ingin menetapkan standar penawaran mereka. Standardisasi membantu perusahaan berbagi citra dunia yang konsisten. Standardisasi juga mengurangi biaya produk, proses manufaktur, dan pemasaran dalam memberikan ragam produk yang luas. Di pihak lain, pasar dan konsumen di seluruh dunia sangat berbeda. Perusahaan biasanya harus merespon perbedaan ini dengan menyesuaikan penawaran produk mereka. Kemasan juga menghadirkan tantangan baru bagi pemasar internasional. Persoalan kemasan biasanya membingungkan. Sebagai contah nama label dan warna tidak dapat diartikan dengan mudah dari satu negara ke negara lain. Kemasan juga harus dirancang untuk memenuhi karakteristik fisik konsumen di banyak sekali dunia. Sebagai contoh, minuman ringan dijual dalam kalen kecil di jepang agar sesuai dengan tangan orang jepang. Pemasar jasa juga harus menghadapi tantangan khusus saat mengambil langkah terkenal diseluruh dunia, beberapa industri jasa mempunyai sejarah operasi internasional. Industri jasa profesional dan urusan ekonomi juga telah terkenal diseluruh dunia. Pertumbuhan internasional perusahaanperusahaan ini mengikuti globalisasi perusahaan klien yang mereka layani. Tren menuju pertumbuhan perusahaan jasa global ini akan berlanjut, terutama dalam bidang perbankan, maskapai penerbangan, telekomunikasi dan jasa profesional. Ketika ini perusahaan bukan hanya sekedar mengikuti pelanggan manufaktur mereka, tetapi juga memimpin ekspansi internasional.

Baca juga:PASAR KONSUMEN DAN PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN | Analisa Pasar

REFERENSI

Kotler, Philip and Gary Armstrong. Principles Of Marketing. 16 th Edition. 2016. Dunia Edition. Pearson

Kotler, Philip and Keller K. Lane. Management Marketing. 14 th Edition. 2012.  USA : Pretice Hall Setiyaningrum, Ari, Jusuf Udaya, dan Efendi. Prinsip-Prinsip Pemasaran, Plus Tren Mutakhir. 2015. Penerbit : Andi Yogyakarta https://www.academia.edu/29203145/Pengembangan_produk_baru_dan_strategi_siklus_hidup_p roduk_Philip_Kotler_and_Gary_Armstrong

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × two =