Pengembangan Berorientasi Transit (TOD) dan Feng Shui

  • Share
fengshui
fengshui

Indonesia sedang mengalami ledakan infrastruktur setelah pemerintah berjanji untuk mengembangkan proyek-proyek baru di seluruh pelosok nusantara. Hal ini membawa tren baru dalam pembangunan perkotaan dan pedesaan, yang mengakibatkan banyaknya proyek TOD (Transit Oriented Development) yang dibangun di seluruh tanah air. Seperti yang kita ketahui, TOD ada dua macam, yaitu TOD Perkotaan dan TOD Lingkungan. Pada artikel ini, saya ingin berbicara tentang Urban TOD dilihat dari perspektif feng shui.

TOD yang baik adalah yang memenuhi kriteria berikut: harus ramah pejalan kaki, menarik, aman, dan juga harus menawarkan pengalaman spasial yang baik.

Terkadang kreativitas mahasiswa kita yang kebetulan melakukan studi tentang TOD di lingkungan perkotaan membuat mereka merancang m***a menara perumahan di atas jalur kereta api, termasuk jalur LRT dan MRT, atau jalur kereta api untuk kereta api komuter.

Menurut prinsip feng shui, tempat tinggal kita harus memiliki qi yang relatif stabil, yang dapat diperoleh, antara lain, dengan menempatkan bangunan cukup jauh dari menara bertegangan tinggi—kita semua tahu bagaimana radiasi elektromagnetik yang dipancarkan oleh menara bertegangan tinggi. merugikan bagi kesehatan kita. Namun, selain dari kasus ekstrim radiasi elektromagnetik tinggi dari menara tegangan tinggi, terkadang kita lupa bahwa bahaya juga mengintai di dekat rumah. Perangkat elektronik di sekitar kita, seperti televisi, sound system, kabel listrik dan terutama gadget kita, juga memancarkan radiasi dalam jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu perangkat elektronik ini tidak boleh diletakkan di dekat tubuh kita saat kita akan tidur.

Selain itu, kita juga harus mewaspadai posisi antena pemancar penyelenggara telekomunikasi, yang juga dapat memancarkan emisi radiasi, dan sekali lagi membahayakan kesehatan kita.

Bangunan bertingkat tinggi yang dilewati rel kereta api tentunya bukan ide yang baik di mata feng shui karena itu berarti qi bangunan tersebut tidak stabil. Idealnya jalur kereta api harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak terletak langsung di bawah menara perumahan, seperti halnya kita tidak ingin air bawah tanah mengalir tepat di bawah bangunan.

Baca Juga:  5 INSPIRASI KERAJINAN KAYU PALET UNTUK ANDA COBA SENDIRI

Dalam norma feng shui, aliran mobil, LRT, MRT atau kereta komuter akan memberikan efek yang sama seperti sungai yang mengalir, yang menyebabkan qi menjadi tidak stabil dan pada akhirnya akan mempengaruhi penghuni gedung sehingga dapat merenggut nyawa. yang tidak sesuai dengan potensi mereka dan cenderung menghadapi masalah di masa depan.

Oleh karena itu, idealnya penerapan konsep TOD harus memperhatikan kemungkinan gangguan terhadap penghuni, meskipun tidak berwujud, dan tidak hanya memperhatikan tingkat efisiensi konsep yang tinggi. Sangat disayangkan jika konsep TOD yang semula bertujuan untuk memudahkan hidup para penghuni gedung justru membawa dampak negatif bagi mereka sebagai akibat dari qi yang buruk yang membuat mereka tidak dapat hidup secara maksimal bahkan merusak kinerja mereka.

Penerapan TOD yang baik dan mengikuti prinsip feng shui tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi penghuninya yang sebenarnya lebih unggul dalam hal sarana transportasi karena tempat tinggalnya berada di persimpangan berbagai moda transportasi. Masyarakat yang tinggal di kawasan TOD dapat mengurangi waktu yang mereka gunakan untuk bepergian, yang pada akhirnya akan meningkatkan tingkat produktivitas mereka dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup mereka.

Setelah menyadari qi yang tidak stabil, semoga para pemangku kepentingan TOD dapat mengatur properti mereka dengan lebih baik sehingga pengguna akhir dapat menikmati feng shui yang baik dan mendapatkan kinerja yang unggul dalam hidup, yang akan menghasilkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkembang.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

nine − 4 =