Pemanfaatan Bangunan Gedung Hijau (Bagian ke 5 dari 7 tulisan)

  • Share

Para pengguna gedung biasanya lengah pada ketika pemanfaatan. Setelah effort yang luar biasa pada ketika pemrograman, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan BGH maka pada ketika pemanfaatan pengguna bangunan lalu terlupa untuk memperhatikan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung yang ditempatinya. Padahal, tanpa pemeliharaan dan perawatan yang baik, berbagai fungsi-fungsi (terutama fungsi ulititas) yang akan aus dimakan waktu dan kemudian tidak berfungsi lagi mirip sebagaimana mestinya.

Termin pemanfaatan BGH ialah tahap dimana bangunan tersebut dipergunakan sesuai dengan fungsi yang direncanakan. Pada tahap ini dilakukan pemeliharaan, perawatan dan pemeriksaan bersiklus yang dimaksudkan untuk mempertahankan performa BGH pada kondisi aktual yang diperkenankan dibandingkan dengan goal kinerja pada ketika pemrograman/perencanaan.

Persyaratan pemanfaatan BGH berupa penerapan manajemen pemanfaatan yang terdiri atas :

(a) Organisasi dan Tata Kelola BGH

Kelembagaan atau institusi yang bertanggung jawab atas pemanfaatan BGH yang bertugas melaksanakan pemeliharaan, perawatan dan pemeriksaan bersiklus harus dibentuk pasca pembangunan.  Organisasi dan tata kelolanya meliputi struktur organisasi, fungsi, tanggung jawab & keewajiban, nisbah (ratio) sumber daya insan dan acara aplikasi mirip pembekalan, pelatihan dan pemagangan bagi anggotanya.

(b) Baku Operasional dan Mekanisme (SOP) Aplikasi Pemanfaatan

Instruksi detail tertulis harus dibuat. Instruksi ini ialah berupa panduan yang dibakukan dalam rangka pelaksanaan proses kegiatan pemeliharaan, pemeriksaan bersiklus dan perawatan dengan tujuan mempertahankan kinerja BGH mirip ketika baru dibangun sesuai pemrograman/perencanaan.  SOP ini meliputi :

  • prosedur, rincian kegiatan dan metode yang diharapkan dalam pelaksanaan pemeliharaan, perawatan dan pemeriksaan bersiklus, acara kerja pemeliharaan dan perawatan, perlengkapan dan peralatan yang diharapkan.
  • Lingkup pemeliharaan dan perawatan serta pemeriksaan bersiklus terdiri dari : (1) pengelolaan tapak, (2) efisiensi penggunaan energi, (3) efisiensi penggunaan air, (4) kualitas udara dalam ruang, (5) penggunaan material ramah linkungan, (6) pengelolaan sampah dan (7) pengelolaan air limbah.

(c) Penyusunan Pedoman Penggunaan BGH untuk Penghuni dan Pengguna

Pedoman ini ialah pedoman praktis sehari-hari yang memuat taktik, manfaat dan rincian kegiatan yang dapat dilakukan sendiri oleh pengguna/penghuni dalam memanfaatkan BGH agar tetap terjaga dalam target kinerja yang diprogramkan. Pedoman ini paling tidak harus memuat :

  • komitmen pengguna,
  • identifikasi situasi ketika ini,
  • perencanan pemanfaatan BGH,
  • implementasi agenda,
  • evaluasi dan peninjauan serta
  • upaya peningkatan kesadaran penghuni BGH mirip media kampanye, peraturan penghunian, dsb.

Dengan prosedur pemanfaatan yang benar maka kondisi BGH anda akan bertahan lama sehingga pengeluaran biaya untuk melakukan rehabilitasi sedang atau bahkan berat mampu terhindarkan dan kenyamanan serta keamanan penghuni BGH mampu terjamin dengan baik.

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga:  Ruang Henti Khusus [RHK] Sepeda Motor [2]
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

2 × four =