Mobile Training Unit (Unit Pelatihan Keliling), Sebuah Solusi Bagi Pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah

  • Share

Wilayah nusantara kita tercinta dikenal di dunia sebagai wilayah negara dengan teritori yang sangat luas. Situs resmi pemerintah (mengambil data BPS 2015) melansir luas wilayah daratan kita sebesar 1,904,569 km2 sedangkan luas wilayah lautan 7,900,000 km2. Sangat luas bukan?

Nah luas wilayah yang sebesar itu ialah berkah namun juga sekaligus menjadi persoalan bagi warga negara Indonesia. Berkah karena di areal yang luas itu rakyat Indonesia mampu melakukan apa saja demi keberlangsungan hidupnya, namun menjadi persoalan karena Pemerintah Indonesia akan kesulitan menjangkau setiap sudut wilayah RI dalam melayani rakyatnya.

Lalu apa hubungannya dengan Mobile Training Unit ya? Ok, kita lihat ulasan berikut ini yuk?

Gambar : Mobile Training Unit Dinas PUPR Provinsi Gorontalo

Mobile Training Unit ialah sebuah kendaraan beroda empat yang dibuat dengan maksud untuk melaksanakan kegiatan pembinaan Sumber Daya Insan Bidang Jasa Konstruksi. Kenapa harus berbentuk kendaraan beroda empat? Karena unit ini diperlukan dapat bergerak aktif menjangkau sudut-sudut wilayah Indonesia yang begitu luas. Jadi, masyarakat jasa konstruksi yang tersebar luas di wilayah-wilayah yang jauh dapat dilayani oleh kendaraan beroda empat ini tanpa harus mereka datang ke daerah pelatihan di sentra ibukota provinsi atau ibukota kabupaten/kota.

TUJUAN

Kementerian Pekerjaan Generik & Perumahan Rakyat meluncurkan MTU ini kurang lebih tiga tahun lalu dengan tujuan menawarkan stimulus/percontohan bagi tempat dalam pembinaan jasa konstruksi secara efektif dan efisien.  Dengan memperluas akses pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi di kantong-kantong tenaga kerja konstruksi dan pusat-pusat lokasi proyek yang belum terjangkau oleh lembaga/institusi/balai pelatihan konstruksi diperlukan masyarakat jasa konstruksi dapat memberdayakan diri secara berdikari untuk melaksanakan/mengikuti pelatihan kompetensi keterampilan konstruksi.  Dengan demikian percepatan pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi terampil Indonesia dapat dilakukan demi meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi pelaksanaan pelatihan dan sertifikasi kompetensi tenaga kerja konstruksi nasional.  Unit ini juga bertujuan menawarkan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses kegiatan dan berita bidang jasa konstruksi terutama pelaksanaan infrastruktur Kementerian PUPERA

FUNGSI

Lalu apa saja fungsinya? Ada beberapa fungsi yang mampu dimanfaatkan masyarakat yaitu

  • Pertama, sebagai sarana dan prasarana pelatihan tenaga konstruksi dengan cara pelaksaaan bimbingan teknis, uji sertifikasi dan on the job training. Jadi, di kendaraan beroda empat ini masyarakat yang berkiprah di bidang konstruksi  dilatih menjadi tenaga konstruksi melalui bimbingan teknis, kemudian diuji untuk menerima sertifikat. Untuk para pekerja yang sudah mahir, kendaraan beroda empat ini dapat saja datang ke lokasi kegiatan pembangunan (atas permintaan penyedia jasa atau atas kerja sama penyedia jasa dan pengelola MTU) dan kemudia melakukan pengujian eksklusif atas keterampilan para pekerja dan seterusnya diberikan sertifikat. Kita menamakan ini : “on the job training”.
  • Kedua, kendaraan beroda empat ini juga berfungsi sebagai sarana penyebarluasan berita perihal tenaga kerja konstruksi, penyelenggaraan pelatihan, kegiatan bimtek & uji sertifikasi serta pendataan bagi calon peserta melalui kegiatan pameran. Masyarakat jasa konstruksi di suatu tempat dapat mengakses hal-hal diatas melalui kendaraan beroda empat ini.
  • Ketiga, kendaraan beroda empat ini dapat berfungsi sebagai sarana & prasarana dalam kegiatan sosialisasi dalam upaya meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan kepada masyarakat jasa konstruksi mengenai perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan infrastruktur. Kalau pada suatu tempat tertentu masyarakat sedang melakukan perencanaan infrastruktur namun galau harus mulai dari mana, maka intruktur MTU ini dapat membantu semenjak perencanaan, bahkan juga ikut mengawasi pada ketika pelaksanaan.

PROSES BISNIS MTU

Nah dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari, MTU ini dapat melaksanakan beberapa kegiatan yaitu :

Pengenalan, ialah penyebarluasan berita dan pengetahuan konstruksi secara merata, bersifat formal misalnya berupa roadshow, khususnya kepada masyarakat jasa konstruksi dan umumnya kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia. Pengenalan dilaksanakan oleh narasumber, pendamping (pengelola atau pembina jasa konstruksi tingkat kota/kabupaten). Target sosialisasi ini ialah Pemerintah Kawasan, pekerja konstruksi, Badan Perjuangan Jasa Konstruksi (BUJK), pelaksana proyek, SMK/Politeknik/Perguruan Tinggi dan juga asosiasi, baik asosiasi perusahaan maupun asosiasi profesi. Tujuan sosisalisasi yang dilaksanakan pada lokasi pameran/eksibisi, sarana belajar SMK, kampus Politeknik dan bahkan juga lokasi kegiatan proyek konstruksi ialah agar stakeholder/sasaran mendapat berita terkait kegiatan pembinaan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi secara detail.

Gambar : Sosilisasi Mobile Training Unit Dinas PUPR Provinsi Gorontalo

Pameran, ialah memamerkan dan memeragakan kegiatan dan layanan terkait Mobile Training Unit, penyelenggaraan pelatihan, bimbingan teknis dan uji sertifikasi, serta memudahkan aksesibilitas masyarakat untuk mengikuti kegiatan yang difasilitasi oleh MTU. Pameran ini mampu dilaksanakan oleh instruktur/penyuluh, pendamping (pengelola atau pembina jasa konstruksi tingkat kota/kabupaten).  Lokasi pameran mampu dimana saja namun diutamakan pada tempat-tempat pameran/eksibisi resmi, sarana belajar SMK & kampus Politeknik.

Pelatihan/Bimbingan Teknis/Uji Sertifikasi, ialah ialah kegiatan berupa bimbingan, pelatihan kerja dan penilaian kompetensi yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar dan persyaratan yang ditetapkan. Penyelenggaraannya kurang lebih sebagai berikut :

1. Bimbingan Teknis

q Kegiatan : Bimbingan-Praktek

q Peserta : 30-50 Orang

q Durasi : Maks 3 Hari

2. Pelatihan

q Kegiatan : Pembelajaran teori, Praktek, Penilaian, Pemberian rujukan ke LPJKD setempat dalam penerbitan SKTK

q Peserta : 30-50 Orang

q Durasi : Maks 6 Hari

3. Uji Sertifikasi

q Kegiatan : Pembekalan, Wawancara, Ujian praktek, Sertifikasi

q Peserta : 30-50 Orang

q Durasi : Maks 3 Hari

Jabatan kerja yang mampu dilatihkan pada MTU ini ialah : tukang batu, tukang kayu, tukang besi, tukang plambing (perpipaan), tukang welding (pengelasan) & tukang elektrikal (kelistrikan).

Kegiatan yang menyasarkan kelompok pekerja konstruksi, siswa SMK, mahasiswa politeknik/perguruan tinggi dan Asosiasi ini hanya boleh diadakan oleh instruktur/penyuluh dan assessor yang juga bersertifikat.

Kegiatan yang diperlukan mendapat output berupa tenaga kerja yang kompeten yang dibuktikan melalui sertifikat kompetensi ini biasa dilaksanakan di sarana belajar SMK, kampus Politeknik maupun lokasi pembangunan poyek konstruksi.

Gambar : Pelatihan MTU Desa Tinelo Kecamatan Suwawa Kabupaten B**e Bolango

KERJASAMA PEMANFAATAN MTU

Secara umum semua pihak dapat berafiliasi dengan pihak pengelola MTU (dalam hal ini Bidang Jasa Konstruksi pada Dinas PUPR Provinsi Gorontalo). Namun jenis-jenis kerjasama sama itu diatur sebagai berikut :

  • Untuk instansi pemkab/pemkot kerjasama pemanfaatan dapat berupa sosialisasi, pameran dan pelatihan/bimbingan teknis bagi pegawai di lingkungan kerja. Pola kerjasamanya ialah berupa pinjam pakai dengan pembiayaan dari anggaran mitra, inisiatif mitra dalam bentuk undangan maupun murni inisiatif pengelola.

  • Untuk institusi perguruan tinggi, Politeknik dan SMK (Bidang Konstruksi) kerjasama pemanfaatan dapat berupa sosialisasi, Uji/Sertifikasi terutama bagi mahasiswa dan siswa yang akan lulus. Pola kerjasamanya ialah berupa pinjam pakai dengan pembiayaan dari anggaran mitra.
  • Untuk badan perjuangan (BUMD & BUJK) pada umumnya kerjasama pemanfaatan dapat berupa pelatihan/bimbingan teknis dan uji sertifikasi bagi pegawai di lingkungan kerja badan perjuangan bersangkutan. Pola kerjasamanya ialah berupa pinjam pakai dengan pembiayaan penuh dari badan perjuangan atau pinjam pakai dengan sharing pembiayaan.

KEDUDUKAN MTU DI PROVINSI/KABUPATEN/KOTA

Setelah terang mengenai apa bentuknya, tujuan, proses urusan ekonomi, jenis-jenis pelatihannya dan bentuk kerjasama yang mampu diadakan, pertanyaan berikutnya ialah bagaimana peran dan kedudukan dari tiap region prov/kab/kota? Bukankah seharusnya setiap region memiliki peran masing-masing? Ayo kita lihat ulasan selanjutnya ya

Kementerian Pekerjaan Generik & Perumahan Rakyat telah mengatur bahwa MTU Berkedudukan di ibukota provinsi/dinas teknis sesuai penugasan dari gubernur/TPJKD.  Akan tetapi pemerintah provinsi selaku pengelola MTU dapat menawarkan kesempatan dan menjadwalkan pemanfaatan MTU berdasarkan masukan dari TPJKD dengan mempertimbangkan kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi di wilayah masing-masing kepada pemerintah kabupaten/kota dan mitra kerja (BUMD, BUJK, Asosiasi, Badan Perjuangan, Asosiasi Profesi, Politeknik & SMK). Selain itu pemerintah provinsi selaku pengelola MTU juga dapat bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota (sebagai penanggung jawab SKTK) dan mitra kerja di tempat (BUMD, BUJK, Asosiasi, Badan Perjuangan, Asosiasi Profesi, Politeknik & SMK) dalam membina kegiatan sesuai dengan fungsi MTU (pelatihan/uji kompetensi, sosialisasi dan pameran).

Karena keterbatasan unit MTU sehingga di masa yang akan datang masing-masing kabupaten/kota diperlukan dapat juga melakukan pengadaan MTU sebagaimana pengadaan di Kementerian PUPERA.

Demikianlah seluk beluk Mobile Training Unit atau yang biasa diakronimkan sebagai MTU sebagai solusi bagi pembinaan jasa konstruksi di daerah-daerah yang sulit dijangkau oleh sarana pelatihan biasa.

Subscribe to receive free email updates:

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT. Yasa Industri Nusantara | Procurement Staff
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eight + 2 =