Membuat Beton Berkualitas di lapangan: Tabel Praktis dan Cara Perhitungannya

Posted on 13 views

Pada pekerjaan konstruksi, tidak lepas dari penggunaan material beton. Dimana beton adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat yaitu s***n.

Bagi seorang pelaksana di lapangan, biasanya kita sudah menerima persyaratan yang harus dipenuhi berupa spesifikasi dari suatu pekerjaan konstruksi. Misalnya, saja Mutu Beton dengan nilai tertentu.

Mutu beton tidak mampu dianggap important-most important karena hal ini sudah absolut melalui perhitungan spesialis perencana konstruksi. Untuk mencapai keandalan struktur konstruksi, maka kaidahnya harus terpenuhi.

Pour Concrete on Site

Campuran Beton di lapangan. (sumber: buildingforward.Com)

Bagi pelaksana yang erat pekerjaannya di lapangan, biasanya erat hubungannya dengan para tukang yang saat berbeicara spesifikasi suatu konstruksi misal mutu bangunan atau mutu beton, maka mereka akan mengambil patokan dengan perbandingan yang sudah sangat acapkali dengar yaitu beton 1:2:3.

Kalau pekerjaan beton atau coran ini diserahkan ke tukang begitu saja, maka kemungkinan besar mereka membuat campuran dengan perbandingan beton 1:2:3.

Untuk struktur bangunan sederhana, mungkin mampu saja perbandingan tersebut digunakan. Namun, beda cerita kalau kita benar-benar ingin mencapai tertentu.

Tapi, sayangnya sebagai pelaksana rasanya sedikit ribet kalau harus menghitung mutu betonnya sesuai dengan ilmu yang dipelajari semasa perkuliahan teknik sipil. Maka dari itu di sini Ruang Sipil mau menyebarkan tabel praktis untuk membuat beton di lapangan.

Sebelum kita masuk ke penjelasan, perlu kau ketahui bahwa perbandingan semisal beton 1:2:3 adalah perbandingan volume dan bukan perbandingan berat.

Dalam mengukur quantity di lapangan, umumnya para tukang hanya menggunakan ember.

Untuk memahami perhitungan atau proses dalam menerima nilai dalam tabel praktis untuk membuat beton di lapangan ini, ada baiknya kita lihat tabel berikut.

Tabel Kebutuhan Komposisi Beton menurut SNI sesuai dengan Mutu K yang diinginkan

Kebutuhan Komposisi Beton menurut SNI sesuai dengan Mutu K

Mutu Beton

S***n (kg)

Pasir (kg)

Kerikil (kg)

Air (liter)

w/c ratio

MPa

K

7.4

100

247

869

999

215

0.87

9.8

125

276

828

1012

215

0.78

12.2

150

299

799

1017

215

0.72

14.5

175

326

760

1029

215

0.66

16.9

200

352

731

1031

215

0.61

19.3

225

371

698

1047

215

0.58

21.7

250

384

692

1039

215

0.56

24

275

406

684

1026

215

0.53

26.4

300

413

681

1021

215

0.52

28.8

325

439

670

1006

215

0.49

31.2

350

448

667

1000

215

0.48

Kita ambil salah satu contoh saja, misal anggap saja kita membutuhkan beton dengan mutu K-225.

Berdasarkan tabel di atas beton dengan mutu K-225 membutuhkan s***n = 371 kg ; pasir = 698 kg ; kerikil = 1047 kg.

Untuk menerima nilai perbandingan sederhananya maka,

S***n : Pasir : Kerikil = 371 : 698 : 1047 = (371/371) : (698/371) : (1047/371) = 1.00 : 1.88 : 2.Eighty two

jadi, untuk menerima mutu beton K-225 perbandingan yang diperlukan = 1.00 : 1.88 : 2.Eighty two.

Untuk kebutuhan air yaitu 215/371 = 0.Fifty eight liter.

Selanjutnya, apakah nilai perbandingan 1.00 : 1.88 : 2.Eighty two mampu eksklusif diterapkan di lapangan? Ya, tentu mampu dengan memberi faktor keamanan dengan cara membulatkan nilai perbandingan tersebut.

Jadi, 1 : 2 : 3. Dengan ketentuan Matematika hal ini mampu dibenarkan karena pembulatannya ke atas untuk nilai >5 dan pembulatan ke bawah kalau nilai <5.

Untuk melihat nilai perbandingan campuran beton mutu lainnya, mampu dilihat pada tabel di bawah ini.

Mutu Beton

S***n (kg)

Pasir (kg)

Kerikil (kg)

Air (liter)

MPa

K

7.4

100

1.00

3.52

4.04

0.87

9.8

125

1.00

3.00

3.67

0.78

12.2

150

1.00

2.67

3.40

0.72

14.5

175

1.00

2.33

3.16

0.66

16.9

200

1.00

2.08

2.93

0.61

19.3

225

1.00

1.88

2.82

0.58

21.7

250

1.00

1.80

2.71

0.56

24

275

1.00

1.68

2.53

0.53

26.4

300

1.00

1.65

2.47

0.52

28.8

325

1.00

1.53

2.29

0.49

31.2

350

1.00

1.49

2.23

0.48

Mutu Beton

S***n (kg)

Pasir (kg)

Kerikil (kg)

Air (liter)

MPa

K

7.4

100

0.20

0.62

0.74

0.87

9.8

125

0.22

0.59

0.75

0.78

12.2

150

0.24

0.57

0.75

0.72

14.5

175

0.26

0.54

0.76

0.66

16.9

200

0.28

0.52

0.76

0.61

19.3

225

0.30

0.50

0.78

0.58

21.7

250

0.31

0.49

0.77

0.56

24

275

0.32

0.49

0.76

0.53

26.4

300

0.33

0.49

0.76

0.52

28.8

325

0.35

0.48

0.75

0.49

31.2

350

0.36

0.48

0.74

0.48

Untuk menerapkan perbandingan nilai tersebut di lapangan, kita perlu memahami bahwa perbandingan tersebut bermakna perbandingan extent bukan perbandingan berat.

Sehingga kita mampu menyesuaikan dengan media extent apa yang digunakan tukang di lapangan. Pada umumnya tukang secara sederhana menggunakan ember hitam ukuran three.Five liter.

Untuk tahu perbandingan volumenya, terlebih dulu kita harus tau berat jenis cloth. Berat jenis cloth mampu didapat dengan cara pengujian di laboratorium atau kau juga mampu memakai records kasar ini yang sudah cukup mewakili.

S***n = 1250 kg/m3

Pasir = 1400 kg/m3

Kerikil = 1350 kg/m3

Air = 997 kg/m3 (atau 1000 kg/m3)

Data cloth untuk mutu beton K-225 yaitu:

S***n = 371 kg

pasir = 698 kg

Kerikil = 1047 kg

Maka perhitungannya:

S***n = 371 kg/1250 kg/m3 = 0.30

pasir = 698 kg/1400 kg/m3 = zero.50

Kerikil = 1047 kg/1350 kg/m3 = 0.Seventy eight

Kalau disederhana nilai perbandingannya yaitu:

S***n : Pasir : Kerikil = (0.30/0.30) : (0.50/zero.30) : (0.Seventy eight/zero.30) = 1.00 : 1.Sixty eight : 2.61

Jadi, apabila nilai tersebut dibulatkan menjadi = 1 : 2: 3

Maka, untuk membuat beton K-225 diperlukan campuran dengan rincian 1 ember s***n, 2 ember pasir, 3 ember kerikil dan air setara zero.Fifty eight liter.

Selanjutnya, untuk mengetahui perbandingan campuran yang sempurna untuk banyak sekali macam kualitas beton lainnya, kau mampu memakai Tabel Praktis di bawah ini yang sudah ruang sipil hitung sesuai dengan cara yang telah dijelaskan mirip contoh.

Tabel Praktis Membuat Campuran Beton di lapangan

Mutu Beton

S***n (kg)

Pasir (kg)

Kerikil (kg)

Air (liter)

MPa

K

7.4

100

1.00

3.14

3.74

0.87

9.8

125

1.00

2.68

3.40

0.78

12.2

150

1.00

2.39

3.15

0.72

14.5

175

1.00

2.08

2.92

0.66

16.9

200

1.00

1.85

2.71

0.61

19.3

225

1.00

1.68

2.61

0.58

21.7

250

1.00

1.61

2.51

0.56

24

275

1.00

1.50

2.34

0.53

26.4

300

1.00

1.47

2.29

0.52

28.8

325

1.00

1.36

2.12

0.49

31.2

350

1.00

1.33

2.07

0.48

Mohon koreksinya kalau ada kekeliruan dari kami dan silahkan berikan masukan/tambahan/komentar terkait artikel ini.

Perlu diketahui juga, di dunia teknik sipil biasanya lebih diajarkan perhitungan dalam menentukan komposisi campuran beton sesuai dengan mutu beton yang ingin dicapai. Istilahnya Beton Mix Desain.

Cara ini lebih detail dan hasilnya lebih akurat. Semoga nanti kita mampu membahas secara bersama Cara Menentukan Campuran Beton dengan Mix Desain.

Demikian untuk artikel ini. Semoga bermanfaat untuk rekan sekalian. Terima kasih dan tetap semangat.

Berlangganan replace artikel terbaru through e-mail:

Baca Juga:  ERGONOMI adalah | Pengertian Ergonomi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × 1 =