” MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK)”

Posted on 21 views

PENGERTIAN KONSULTAN MANAJEMEN KONSTRUKSI (MK), RUANG LINGKUP MK, TUJUAN MK

Pengertian Konsultan Manajemen Konstruksi (MK)

Konsultan Manajemen Kontruksi (MK) ialah suatu badan atau organisasi yang ditunjuk oleh pemilik proyek untuk membantu pemilik proyek dari awal terbentuknya agenda proyek, dari memilih konsultan perancana dan kontraktor yang dipilih melalui lelang sampai melakukan pengendalian proyek, dan sebagai pengawas dalam pelaksanakan  pekerjaan proyek.

Lingkup pekerjaan Konsultan Manajemen Konsruksi, yaitu :

Manajemen Konstruksi diperlukan menjadi mediator dalam komunikasi, konsultasi, kontrol dan mengendalikan dari apa yang mungkin timbul di lapangan pada ketika tahapan pelaksanaan konstruksi berkaitan dengan adanya perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan sehingga mampu terselesaikan.

Maksud eksistensi Konsultan Manajemen Konstruksi ialah secara garis besar sebagai berikut :

1. Untuk mencapai penyelesaian kegiatan pembangunan mulai dari perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan dalam waktu yang telah disepakati dalam rangka penghematan waktu, dengan biaya serendah-rendahnya dalam rangka penghematan biaya dengan mutu yang setinggi-tingginya

2. Membentuk faktor-faktor sistem agar terbentuk pengelolaan kegiatan yang dapat melaksanakan fungsi dengan baik

3. Mengendalikan peredaran berita antara banyak sekali tahap pelaksanaan untuk menerima kesatuan bahasa dan gerak serta kelancaran pelaksanaan

4.  Mengendalikan pengaruh timbal balik antara proyek/kegiatan dengan lingkungan agar didapat (a) koordinasi yang baik dengan instansi yang terkait, (b) arah perkembangan proyek yang lebih baik, (c) penerapan teknologi yang sempurna (d) pendokumentasian dan administrasi proyek yang baik

5.  Menyelaraskan disain produk dan pelaksanaannya sesuai dengan yang diperlukan.

Sedangkantujuan akhir dari diadakannya Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) ialah untuk menerima akibat akhir pembangunan dengan mutu yang maksimal, hemat biaya, hemat waktu dan tertib administrasi, untuk itu tujuan diadakannya Konsultan Manajemen Konstruksi ialah untuk pengendalian sebagai berikut :

1. Pengendalian Mutu

–   Menyediakan dan menawarkan layanan konsultasi pada tahap perencanaan sehingga akibat perencanaan mampu mencapai sasaran mutu yang diinginkan

–  Mengawasi dan menyetujui pemakaian bahan, peralatan dan metode pelaksanaan konstruksi termasuk merekomendasi perubahan/subtitusi material apabila diharapkan tanpa merubah nilai kontrak pemborongan.

–  Menyelenggarakan dan memimpin rapat persiapan pelaksanaan pekerjaan (pre-operation meetign / kick off meeting). Kedap bersiklus dan rapat-rapat khusus dalam rangka pengendalian mutu pelaksanaan konstruksi dilapangan

–  Meneliti, memeriksa dan mnyetujui gambar kerja/shop drawing yang dibuat oleh kontraktor sebelum pekerjaan dimulai dilaksanaka dilapangan

–  Menyusun daftar cacat (defect list) sebelum serah terima pertama pekerjaan dan mengawasi/mengontrol pelaksanaan perbaikannya selama masa pemeliharaan

–  Meneliti dan memeriksa gambar (as built drawing) yang dibuat oleh kontraktor sebelum serah terima pertama.

2. Pengendalian Waktu

–   Mengawasi pelaksanaan konstruksi dari segi kualitas, kuantitas dan laju pencapaian volume/realita fisik berdasarkan jadwal yang sudah disepakati sebelum pelaksanaan konstruksi dimulai

– Menyusun updating time schedule pelaksanaan apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan dilapangan terhadap master schedule dalam rangka pencapaian target yang sudah disepakati sebelumnya.

Baca Juga:  Download Gambar Kerja Hunian Kawasan Elit & Apartemen Mini (Arsitektur, Struktur, & MEP) DWG AutoCAD

3. Pengendalian Biaya

–   Menyetujui dan merekomendasi pekerjaan tambah kurang disetai dengan pertimbangan teknis dan harga kepada pengguna anggaran sebelum dilaksanakan dilapangan

– Menyusun isu program persetujuan kemajuan/progres prestasi pekerjaan untuk pembayaran angsuran/termijn.

4. Adminstasi Aplikasi Pekerjaan

–   Membantu kontraktor dalam menyusun laporan harian, mingguan, bulanan dan laporan pekerjaan berdasarkan pemantauan progres pelaksanaan konstruksi

–   Menyusun isu program persetujuan kemajuan pekerjaan untuk pembayaran angsuran, pemeliharan pekerjaan serta serah terima pertama dan kedua pekerjaan konstruksi

– Membantu Konsultan Perencan menyusun Manual Petunjuk Operasional dan Pemeliharaan/Perawatan Bangunan Gedung termasuk fasilitas pendukungnya serta petunjuk yang  menyangkut peralatan dan perlengkapan Mekanikal – Elektrikalnya

–    Membantu Pengelolaan proyek mempersiapkan dan menyusun dokumen pendaftaran Gedung

–     Membantu Pengelola Proyek mengurus hingga mendapat Ijin Penggunaan Bangunan (IPB) dari Dinas/Instasi yang berwenang.

Tugas dan Tanggung Jawab Masing-Masing Bidang Konsultan Manajemen Konstruksi

Keterangan tugas, tanggung jawab, dan wewenang Konsultan Manajemen Kontruksi:

1.Team Leader

Tugas dan tanggung jawab:

a. Pimpinan pada proyek tersebut yang ditugaskan untuk melaksanakan relasi dan tanggung jawab teknis dan operasional kepada pemberi tugas mengenai pekerjaan ini, dan melaksanakan fungsinya  sebagai penanggung jawab proyek.

b.  Bertanggung jawab penuh atas pengendalian kegiatan timnya pada setiap tahapan kerja.

c.  Menyusun organisasi konsultan manajemen konstruksi.

d.  Menyiapkan acara kerja konsultan manajemen konstruksi.

e.  Bekerja secara penuh selama pelaksanaan kegiatan fisik.

f.  Melakukan komunikasi aktif dalam tanggung jawab operasional kepada pemberi tugas dan anggota tim lainnya.

2.     Pakar Arsitektur

Tugas dan tanggung jawab:

a.  Membantu team leader sebagai koordinator bidang.

b. Menawarkan dukungan terhadap team leader guna mengevaluasi dan menawarkan rekomendasi proses–proses pelaksanaan pekerjaan (mulai dari tahap persiapan pekerjaan hingga pada tahap pemeliharaan bangunan)

c.    Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang digunakan.

d.   Menawarkan rekomendasi atas usulan material bahan.

e.    Melakukan kontrol kualitas pengendalian mutu.

3. Pakar Struktur

Tugas dan tanggung jawab:

a.  Melakukan tugas rutin terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanan proyek.

b. Mempelajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan pekerjaan struktur dan melakukan koordinasi dengan pihak konsultan perencana.

c. Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanaan proyek.

d. Menawarkan arahan kepada Konsultan Perencana dan Kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan menawarkan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan.

e.  Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang digunakan dll.

4. Pakar Plumbing

Tugas dan tanggung jawab:

a. Mempelajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan pekerjaan mekanikal sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak konsultan perencana.

b. Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanaan proyek.

c.   Membantu Team Leader sebagai koordinator bidang.

d. Menawarkan dukungan terhadap Team Leader guna mengevaluasi dan menawarkan rekomendasi proses–proses pelaksanaan pekerjaan (mulai dari Termin persiapan pekerjaan hingga pada Termin Pemeliharaan bangunan).

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Total Bangun Persada Tbk

e.  Menawarkan arahan kepada Konsultan Perencana dan Kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan menawarkan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan.

f.     Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan menawarkan masukan terhadap akibat inspeksi lapangan terutama untuk hal yang berkait dengan segi pemipaan bangunan.

5. Pakar Elektrikal

Tugas dan tanggung jawab:

a. Mempelajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan pekerjaan elektrikal sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak konsultan perencana.

b. Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanaan proyek.

c.   Membantu Team Leader sebagai koordinator bidang.

d.  Menawarkan arahan kepada Konsultan Perencana dan Kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan menawarkan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan.

e.  Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan menawarkan masukan terhadap akibat inspeksi lapangan terutama untuk hal yang berkait dengan segi elektrikal bangunan

f.   Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang digunakan dll.

6. Pakar Mekanikal

Tugas dan tanggung jawab:

a. Mempelajari gambar kerja, BoQ, dan RAB yang terkait dengan pekerjaan mekanikal sekaligus melakukan koordinasi dengan pihak konsultan perencana.

b. Melakukan kordinasi dengan pihak kontraktor terhadap pekerjaan struktur dalam pelaksanaan proyek.

c.  Membantu Team Leader sebagai koordinator bidang.

d. Menawarkan dukungan terhadap Team Leader guna mengevaluasi dan menawarkan rekomendasi proses–proses pelaksanaan pekerjaan (mulai dari Termin persiapan pekerjaan hingga pada Termin Pemeliharaan bangunan)

e. Menawarkan arahan kepada Konsultan Perencana dan Kontraktor dari segi disiplin ilmu yang berkaitan dengan usulan–usulan perubahan dan menawarkan rekomendasi bagi penetapan pelaksanaan yang diajukan.

f.  Menghadiri rapat–rapat koordinasi pelaksanaan dan menawarkan masukan terhadap akibat inspeksi lapangan terutama untuk hal yang berkait dengan segi mekanikal bangunan.

g.  Merekomendasikan saran–saran perbaikan terhadap material yang digunakan dll.

7. Quality Control

Tugas dan tanggung jawab:

a.    Memantau perkembangan semua produk yang diproduksi oleh perusahaan.

b.    Bertanggung jawab untuk memperoleh kualitas dalam produk dan jasa perusahaannya.

c.  Dalam produk material, QC harus memverifikasi kualitas produk dengan bantuan parameter mirip berat badan, tekstur dan sifat fisik lain dari perusahaan.

8. K3 Konstruksi

Tugas dan tanggung jawab:

a.    Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan perihal dan terkait K3 Konstruksi.

b.    Mengevaluasi dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi.

c.    Mengevaluasi acara K3.

d.   Mengevaluasi prosedur dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3.

e.  Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasanpelaksanaan acara, prosedur kerja dan instruksi kerja K3.

baca jugasistematika penulisan laporan pkl

baca jugasejarah dan pengertian K3

Leave a Reply

Your email address will not be published.

one − one =