MACAM PETA KERJA – Peta Kerja Keseluruhan & Setempat

  • Share

Now ., ini goresan pena yang udah di replace ,. Di sini akan di jelaskan secara rinci dari masing-masing peta kerja keseluruhan dan peta kerja setempat , untuk mengingat ingat kembali baca pengantar mengenai peta kerja di hyperlink iniKLIK DI SINI

Yang termasuk kelompok kegiatan kerja keseluruhan :

  1.           Peta Proses Operasi
  2.            Peta peredaran Proses
  3.            Peta Proses Kelompok Kerja
  4.            Diagram Alir

Yang termasuk kelompopk kegiatan kerja setempat :

  1.           Peta Pekerja dan Mesin
  2.            Peta Tangan Kanan- Tangan Kiri

……………….****…………………

PETA KERJA KESELURUHAN

      A. PETA PROSES OPERASI

Sebelum dilakukan penelitian secara jelas di setiap sistem kerja, terlebih dahulu perlu diketahui proses yang terjadi sekarang secara keseluruhan. Keadaan ini mampu diperoleh dengan menggunakan Peta Proses Operasi.

Peta Proses Operasi menggambarkan langkah-langkah operasi dan pemeriksaan yang dialami bahan dalam urut-urutan semenjak awal hingga menjadi produk jadi utuh maupun sebagai bagian setengah jadi.

Peta ini  juga memuat informasi-informasi yang diharapkan untuk analisis lebih lanjut, mirip, mirip : waktu yang dihabiskan, material yang digunakan, dan daerah atau alat atau mesin yang dipakai. Sinkron dengan relevansinya, pada akhir keseluruhan proses dinyatakan eksistensi penyimpanan.

Kegunaan Peta Proses Operasi

Dengan adanya informasi-informasi yang mampu dicatat melalui Peta Proses Operasi, kita mampu memperoleh banyak manfaat di antaranya :

  1.           Mampu mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya
  2.          Mampu memperkirakan kebutuhan akan bahan baku (dengan memperhitungkan efisiensi  di tiap operasi/pemeriksaan).
  3.          Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik
  4.          Sebagai alat untuk melakukan perbaikan dengan cara kerja yang sedang dipakai.
  5.          Sebagai alat untuk pelatihan kerja, dll

Prinsip-prinsip Pembuatan Peta Proses Operasi

Untuk mampu menggambarkan Peta Proses Operasi dengan baik, beberapa pokok berikut ini perlu diperhatikan :

  1.      Pertama, pada baris paling atas, pada bagian “kepala” ditulis terang jenis peta, yaitu Peta Proses Operasi yang diikuti oleh identifikasi lain mirip : nama objek, nama pembuat peta, tanggal dipetakan, apakah itu memetakan keadaan sekarang atau yang diusulkan, nomor peta dan nomor gambar.
  2.        Material yang akan diproses dinyatakan sempurna di atas garis horizontal yang sesuai, yang menawarkan ke dalam urutan-urutan daerah material tersebut kemudian di proses.
  3.      Lambang-lambang ditempatkan dalam arah vertical, dari atas ke bawah sesuai urut-urutan prosesnya.
  4.        Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan urutan operasi terkait.
  5.    Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan secara tersendiri dan prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi

Agar diperoleh gambar peta kerja operasi yang baik bagian produk yang paling banyak mengalami proses operasi atau komponen induk, dipetakan terlebih dahulu atau diletakkan pada bagian peta sebelah kanan.

Model Peta Proses Operasi

  1. Persiapan Material (kayu, kaarton tebal, dll)
  2. Pengkuran Kayu. Pengukuran kayu terbagi menjadi dua lapis,ukuran kayu luar dan dalam.Ukuran kayu luar yaitu 23,five cm x 2,2 cm dengan ketebalan 6 mm dua buah. Dan 28,five x 2,2 cm dengan tebal 6 mm dua buah.Ukuran kayu dalam 23,five cm x 1,five cm dengan tebal 6 mm dan 28,five cm x 1,five cm dengan tebal 6 mm masing-masing dua buah. Semua sudut kayu dipotong membentuk sudut 4five° menjorok ke luar.
  3. Pengukuran Karton. Ukur karton dengan ukuran 20 cm x 2five cm. Lalu sebagai penyangga berbentuk dasi dengan trapesium sama sisi ukuran alas atas 3,3 cm alas bawah 6,five cm dan tinggi 17,five cm serta segitiga sama kaki dengan alas 6,five cm dan tinggi 3 cm.
  4. Pengukuran Kaca. Ukur kaca dengan ukuran 19,8 cm x 24,8 cm.
  5. Mutilasi Kayu. Memotong kayu yang telah diukur menurut ukuran masing-masing pada proses sebelumnya.
  6. Premotongan Karton. Memotong karton untuk alas bingkai dengan ukuran yang ditentukan.
  7. Mutilasi Kaca
  8. Penghalusan Kayu. Proses penghalusan kayu setelah dipotong, supaya menghasilkan kayu yang rapi dan halus. Di tahap ini juga dilakukan pemeriksaan apakah kerapian dan kehalusan dirasa cukup untuk proses selanjutnya.
  9. Pengecatan. Kayu yang telah dihaluskan, selanjutnya di cat/dipernis agar tampilan menjadi lebih menarik, di samping itu juga melindungi kayu dari serangga mirip rayap.
  10. Pengeringan Cat. Terjadi proses pengeringan dan waktu tunggu, hingga cat benar-benar kering.
  11. Pengeleman Kayu. Menyatukan semua bagian kayu, terdiri dari bagian luar dan dalam menjadi satu kesatuan.
  12. Pemasangan Pengait Besi pada Kerangka Frame Kayu. Dengan menempatkan pengait besi antara kedua bagian lapisan, ini berkhasiat untuk mengunci alas frame.
  13. Menunggu Lem Merekat. Supaya didapat akibat tempel tepat
  14. Pengeleman Karton. Satukan karton alasa foto dengan penyangga dengan lem atau mampu ditambahkan denga engsel kecil (mirip engsel pintu). Serta gantungan besi agar frame juga mampu di tempel di dinding.
  15. Finishing/Perakitan. Finishing di sini menyatukan semua bagian dari frame kayu, kaca, foto, lalu di tutup dengan alas karton, terakhir jepit alas atau kunci dengan pengait yang ada di setiap sisi kayu.
  16. Proses Quality Control. Inspeksi kembali produk yang sudah jadi sebelum di kemas.
  17. Proses Reject. Pengembalian barang yang tidak lulus uji/ Quality Control. Barang baku akan dibongkar kembali dan dikembalikan sebagai bahan baku dan diperbaiki/ sebagai bahan tambah produk pada proses awal.
  18. Packaging. Pembukusan pada produk jadi.
  19. Penyimpanan di Gudang. Produk siap disimpan di gudang penyimpanan dan siap didistribusikan.

Dalam peta kerja keseluruhan, simbol yang digunakan sebagai berikut :

SIMBOL

ARTI SIMBOL/KETERANGAN

Kegiatan Operasi

Supervisi atau Pemeriksaan

Aktivitas Ganda

Menunggu

Penyimpanan

Transportasi

NO

Nama Kegiatan

Simbol Peta Kerja

1

Persiapan Material

2

Pengukuran Kayu

3

Pengukuran Karton

4

Pengukuran Kaca

five

Mutilasi Kayu

6

Mutilasi Karton

7

Mutilasi Kaca

8

Penghalusan Kayu

9

Pengecatan

10

-Pengeringan Cat

-Tunggu

11

Pengeleman Kayu

12

Pemasangan Pengait Besi pada Kerangka Frame Kayu

13

Menunggu Lem Merekat

14

Pengeleman Karton

1five

Finishing/Perakitan

sixteen

Proses Quality Control

17

Proses Reject.

18

Packaging.

19

Penyimpanan di Gudang.

PETA PROSES OPERASI

KONSEP PETA PROSES OPERASI

Ket :

W            = Waktu yang diperlukan untuk suatu operasi/pemeriksaan, biasanya dalam jam

O-N        = No urut untuk kegiatan operasi tersebut.

I-N          = No urut untuk kegiatan pemeriksaan tersebut.

M            = Menawarkan mesin/daerah dimana kegiatan tersebut dilaksanakan

Produk                 : Bingkai Foto Kayu

Komponen         :

–          Kayu

–          Kaca

–          Karton Tebal

–          Cat/Pernis

–          Lem

–          Besi Pengait

–          Gergaji

–          Amplas

–          Gantungan Besi

–          Foto ukuran 10 R (20x2five cm)

–          Cutter

–          Pemotong kaca

–          Engsel besi kecil

–          Kardus kemasan

–          Plastik kemasan

Model Peta Proses Operasi 1

PETA PROSES OPERASI

PETA PROSES OPERASI

Model 2

PETA PROSES OPERASI

      B.      PETA ALIRAN PROSES

Setelah kita mempunyai gambaran keadaan umum dari proses yang terjadi, mirip yang diperlihatkan dalam Peta Proses Operasi, langkah berikutnya kita perlu menganalisis setiap komponen pembentukan suatu produk lengkap dengan lebih jelas.

Berita-informasi yang diharapkan untuk analisis setiap komponen tersebut di atas dapat diperoleh melalui Peta Peredaran Proses. Bisa juga dikatakan bahwa Peta Peredaran Proses ialah suatu diagram yang menawarkan urutan-urutan dari operasi, pemeriksaan, transportasi, menunggu, dan penyimpanan terjadi selama satu  proses atau prosedur berlangsung. Di dalamnya dimuat p**a informasi-informasi yang diharapkan untuk analisis mirip waktu yang diperlukan dan jarak perpindahan yang terjadi.

Disparitas Peta Peredaran Proses

  1.    Peta Peredaran Proses menawarkan semua aktivitas dasar, termasuk transportasi, menunggu, dan menyimpan. Ad interim pada Peta Proses Operasi terbatas pada operasi dan pemeriksaan saja.
  2.      Peta Peredaran Proses menganalisis setiap komponen yang diproses secara lebih lengkap dibanding Peta Proses Operasi dan memungkinkan untuk digunakan disetiap proses atau prosedur, baik di pabrik atau kantor. Sebagai konsenkuensinya, Peta Peredaran Proses tidak mampu digunakan untuk menggambarkan proses perakitan secara keseluruhan. Biasanya suatu Peta Peredaran Proses hanyalah menggambarkan dan digunakan untuk menganalisis salah satu komponen dari prosuk yang dirakit.

Macam-macam Peta Peredaran Proses

Di atas sudah dikatakan bahwa Peta Peredaran Proses memungkinkan untuk digunakan dalam aktivitas perkantoran atau sejenisnya. Karenanya Peta Peredaran Proses terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

a.      Peta Peredaran Proses Tipe Bahan

Peta Peredaran Proses tipe bahan menggambarkan kejadian yang dialami bahan (mampu adalah salah satu bagian dari produk jadi) dalam suatu proses atau prosedur operasi. Dengan hanya menggambarkan salah satu komponen produk jadi, peta ini menggambarkakn salah satu bagian dari peta yang lebih kompleks.

Biasanya analisis akan sedapat mungkin menghindar dari masalah-masalah yang kompleks. Karena itu, terutama untuk Peta Peredaran Proses tipe bahan, lebih disukai peta yang menggambarkan tiap komponen satu according to satu. Di samping lebih sederhana, proses penganalisaannya akan lebih mudah. Model penggunaan peta ini dalam bentuk praktik, misalnya untuk menggambarkan peredaran yang dialami bahan ketika penerimaan, pengepakan, dan pengiriman.

     b.     Peta Peredaran Proses Tipe Orang

Pada dasarnya mampu dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :

  1. Peta Peredaran Proses pekerja yang menggambarkan peredaran kerja seorang operator
  2. Peta Peredaran Proses pekerja yang menggambarkan peredaran kerja sekelompok insan, acapkali disebut Peta Proses Kelompok Kerja yang akan diuraikan lebih lengkap dalam subbab berikutnya.

Pada umumnya Peta Peredaran Proses tipie orang ialah suatu peta yang menggambarkan suatu proses dalam bentuk aktivitas-aktivitas manusianya.

Peta ini adalah gambar simbolis dan sistematis dari suatu metoda kerja yang dijalani oleh seorang atau  oleh sekelompok pekerja saat pekerjaannya membutuhkan dia (mereka) untuk bergerak dari suatu daerah ke daerah lainnya. Dalam praktiknya, peta ini mampu digunakan untuk menggambarkan aktivita-aktivitas yang terjadi di suatu restoran, di mana seorang juru masak bekerja untuk mempersiapkan santapan di dapur restoran tersebut.

c.      Peta Peredaran Proses Tipe Kertas

Yang digambarkan ialah peredaran dari kertas yang menjalani sekumpulan urutan proses mengikuti suatu prosedur tertentu secara bertahap. Serangkaian tahap yang diharapkan untuk menyelesaikan suatu proses permohonan izin, ialah salah satu contohnya.

Kegunaan Peta Peredaran Proses

  1. Mampu digunakan untuk mengetahui peredaran bahan, aktivitas orang atau peredaran kertas dari awal masuk dalam suatu proses atau prosedur hingga aktivitas berakhir
  2. Peta ini menawarkan berita mengenai waktu penyelesaian suatu proses atau prosedur
  3. Mampu digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan, orang atau kertas selama proses atau prosedur berlangsung.
  4. Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau metoda kerja
  5. Spesifik untuk peta yang hanya menggambarkan peredaran yang dialami oleh suatu komponen atau satu orang, secara lebih lengkap, maka peta ini adalah suatu alat yang akan memudahkan proses analisis untuk mengetahui tempat-tempat di mana terjadi ketidakefisienan atau terjadi ketidaksempurnaan pekerjaan. Dengan begitu dapat digunakan untuk menghilangkan ongkos-ongkos yang tersembunyi.

Prinsip-prinsip Pembuatan Peta Peredaran Proses

  1.      Mirip pada Peta Proses Operasi, suatu Peta Peredaran Proses pun mempunyai judul, dimana pada baris paling atas dari kertas ditulis “PETA ALIRAN PROSES” sebagai judulnya. Kemudian diikuti dengan pencatatan beberapa identifikasi mirip : nomor atau nama komponen yang dipetakan, nomor gambar, peta orang atau peta bahan, cara sekarang atau yang diusulkan, tanggal pembuatan, dan nama pembuat peta. Semua berita ini dicatat di sebelah kanan atas ketas.
  2.         Di sebelah kiri atas kertas, berdampingan dengan berita yang dicatat pada butir a di atas, dicatat mengenai ringkasan yang memuat jumlah total dan waktu total dari setiap kegiatan yang terjadi. Begitu juga total jarak perpindahan yang dialami bahan, orang atau kertas selama proses atau prosedur berlangsung.
  3.     Di bagian “bahan” diuraikan proses yang terjadi secara lengkap dengan lambang-lambang dan berita mengenai jarak perpindahan, jumlah yang dilayani, waktu yang diperlukan dan kecepatan produksi (kalau mungkin). Dimuat p**a pada kolom-kolom yang tersedia analisis, catatan, dan tindakan yang diambil berdasarkan analisis tersebut.
  4.       Ada suatu cara yang sederhana, tetapi cukup efektif untuk menganalisis Peta Peredaran Proses, yaitu dengan mengajukan lima buah pertanyaan pada setiap kejadian dari suatu Peta Peredaran Proses. Cara ini disebut “Dot and Check Technique” yang adalah suatu jenis dari analisis 4W+1H yang umum dikenal.

Model Peta Peredaran Proses 1

PETA ALIRAN PROSES

PETA ALIRAN PROSES

Model 2

PETA ALIRAN PROSES

PETA ALIRAN PROSES

      C.      PETA PROSES KELOMPOK KERJA

Dalam uraian Peta Peredaran Proses telah dibahas bahwa Peta Proses Kelompok Kerja adalah bagian dari Peta Peredaran Proses. Memang pada dasarnya Peta Proses Kelompok Kerja adalah akibat dari perkembangan dari suatu Peta Peredaran Proses. Orang yang pertama memperkenalkan dan kemudian berbagi ialah John A. Adridge .

Peta ini mampu digunakan dalam suatu daerah kerja dimana untuk melaksanakan pekerjaan tersebut memerlukan kerjasama yang baik dari sekelompok pekerja. Jenis pekerjaan atau daerah kerja yang mungkin memerlukan analisis melalui Peta Proses Kelompok Kerja misalnya pekerjaan-pekerjaan : pergudangan, pemeliharaan, atau pekerjaan-pekerjaan pengangkutan material.

Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa Peta Proses Kelompok Kerja adalah gugusan dari beberapa Peta Peredaran Proses di mana tiap Peta ALiran Proses tersebut menawarkan satu seri kerja dari seorang operator. Setiap Peta Peredaran Proses tersebut dipetakan dalam arah horizontal, sehingga paraller satu sama lain, yang satu diatas atau dibawah yang lainnya. Arah kegiatan dari sebelah kiri menuju ke sebelah kanan. Perubahan kegiatan digambarkan dengan berubahnya lambing pada tiap Peta Peredaran Proses tersebut.

Kolom vertical yang memotong lambing-lambang dari setiap Peta Peredaran Proses menawarkan aktivitas-aktivitas dari kelompok tersebut yang dilaksanakan atau terjadi secara serentak dari semua anggota kelompok tersebut.

Jelaslah bahwa satu seri pekerjaan yang dilaksanakan oleh seorang operator sangat erat sekali hubungannya dengan seri pekerjaan operator-operator lainnya. Dengan kata lain, suatu Peta Proses Kelompok Kerja digunakan untuk menawarkan beberapa aktivitas dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama dalam suatu proses atau prosedur kerja, dimana satu aktivitas dengan aktivitas lainnya bergantungan. Adalah, suatu akibat kerja secara kelompok dapat berhasil kalau setiap aktivitas dari anggota kelompok tersebut berlangsung dengan lancar. Karena ada kebergantungan tiap aktivitas ini, maka dalam Peta Proses Kelompok Kerja biasanya banyak dijumpai lambing-lambang menunggu (D), yang menawarkan bahwa suatu aktivitas sedang menunggu aktivitas lainnya.

Kegunaan Peta Proses Kelompok Kerja

Sinkron dengan namanya, peta ini dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis aktivitas suatu kelompok kerja. Diatas telah diuraikan bahwa dilema utama dengan adanya kerja sama antara sekelompok orang dimana satu aktivitas dengan aktivitas lainnya saling bergantungan ialah banyaknya dijumpai aktivitas-aktivitas menunggu ( delay ).

Tujuan utama yang harus dianalisis dari kelmpok kerja ini ialah meminimumkan waktu tunggu (delay). Dengan berkurangnya waktu menunggu berarti kita mampu mencapai tujuan lain yang lebih nyata, diantaranya :

  1.           Mampu mengurangi ongkos produksi atau proses
  2.         Mampu mempercepat waktu penyelesaian produksi atau proses

Laba-keuntungan di atas mampu dicapai setelah kita melakukan analisis yang teliti. Akibat analisis mampu menyimpulkan beberapa keputusan, diantaranya mungkin kita mampu menggabungkan beberapa operasi atau nisa mengubah urutan kerja secara lebih baik atau barangkali pembagian kerjanya yang diubah agar lebih merata diantara anggota-anggotanya.

Prinsip-prinsip Pembuatan Peta Proses Kelompok Kerja

 Prinsip-prinsip pembuatan Peta Proses Kelompok Kerja sebagai berikut :

  •       Langkah pertama, nyatakan judul peta lengkap dengan identifikasi-identifikasi lainnya dan ringkasannya.
  •   Lambang-lambang yang biasanya digunakan untuk membuat Peta Peredaran Proses digunakan juga untuk membuat Peta Proses Kelompok Kerja sesuai kebutuhan.
  •        Tiap Peta Peredaran Proses yang menawarkan satu seri kegiatan kerja, adalah anggota dari suatu Peta Proses Kelompok Kerja. Peta-peta Peredaran Proses tersebut diletakkan saling berdampingan secara parallel, bergerak mulai dari kiri ke kanan, dimana kolom vertical menawarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi secara bersamaan dari semua anggota kelompok.
  •    Lambing-lambang dari setiap anggota kelompok dapat diletakkan secara berdekatan dan perubahan lambang menawarkan perubahan aktivitas.

Model Peta Proses Kelompok Kerja 1

    Model 2

      D.      DIAGRAM ALIRAN

Walaupun Peta Peredaran Proses adalah suatu peta yang memuat informasi-informasi relative lengkap sehubungan dengan proses dalam suatu pabrik atau kantor, tetapi peta tersebut tidak menawarkan gambaran arah peredaran selama bekerja. Kadang-kadang kita sangat memerlukan berita tambahan ini, terutama apabila kita akan melakukan analisis untuk berbagi metoda agar lebih baik.

Misalkan, dengan mengetahui tata letak atau keadaan ruang daerah terjadi perpindahan suatu barang, maka kita mampu menganalisis apakah tata letak dalam ruangan tersebut memungkinkan jarak perpindahan seminimum mungkin.

Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Diagram Peredaran adalah suatu gambaran menurut skala, dari susunan lantai dan gedung, yang menawarkan lokasi dari semua aktivitas yang terjadi dalam Peta Peredaran Proses. Aktivitas, yang berarti pergerakan suatu material atau orang dari suatu daerah ke daerah berikutnya, dinyatakan oleh garis peredaran dalam diagram tersebut. Arah peredaran digambarkan oleh anak panah kecil pada garis peredaran tersebut.

Kegunaan Diagram Peredaran

Secara lebih lengkap, kegunaan suatu Diagram Peredaran dapat diuraikan sebagai berikut.

a.  Lebih memperjelas suatu Peta Peredaran Proses, apalagi kalau arah peredaran merupakanfactor  penting.

Dengan adanya berita tambahan mengenai arah peredaran dari cloth atau orang selama aktivitasnya, maka kita akan menerima berita yang lengkap. Makin lengkap berita, makin mudah untuk melakukan perbaikan. Tambahan berita ini berkhasiat sebagai bahan analisis untuk mampu memperpendek jarak perpindahan.

       b.      Menolong dalam perbaikan tata letak daerah kerja.

Diagram peredaran dapat menawarkan lokasi tempat-tempat penyimpanan, stasiun pemeriksaan dan tempat-tempat kerja dilaksanakan. Diagram Peredaran juga dapat menawarkan cara arah gerakan berangkat-kembalinya suatu cloth atau seorang pekerja. Dari kedua hal di atas, berarti kita mempunyai data yang cukup baik untuk mampu mengatur peredaran lalu lintas dalam ruangan tersebut sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kemacetan. Dengan kata lain, kita mempunyai bahan untuk dipertimbangkan dalam rangka penyusunan suatu tata letak daerah kerja yang baik. Tata letak berlangsungnya operasi, pemeriksaan, dan penyimpanan sedemikian rupa sehingga ditemukan susunan tata ruang yang baru yang paling ekonomis ditinjau dari segi jarak dan waktu.

Prinsip-prinsip Pembuatan Diagram Peredaran

Sinkron dengan fungsinya, Diagram Peredaran berfungsi untuk mempejelas suatu Peta Peredaran Proses. Dengan demikian biasanya gambar Diagram Peredaran disertakan setelah Peta Peredaran Proses selesai dibuat. Berarti aktivitas-aktivitas yang digambarkan dalam Diagram Peredaran harus sesuai dengan aktivitas yang terjadi di dalam Peta Peredaran Proses. Untuk jelasnya dapat diikuti uraian berikut ini.

  1.      Pertama-tama dibuat judul peta. Di bagian kepala ditulis “DIAGRAM ALIRAN” yang kemudian diikuti oleh identifikasi lainnya mirip nama pekerjaan yang dipetakan, apakah memetakan keadaan sekarang atau usulan, nomor peta, orang yang memetakan, dan tanggal pemetaan.
  2.       Untuk membuat suatu Diagram Peredaran, analisis harus mengidentifikasi setiap aktivitas dengan lambang dan nomor yang sesuai dengan yang digunakan dalam Peta Peredaran Proses
  3.     Arah gerakan dinyatakan oleh anak panah kecil yang dibuat secara berurutan sepanjang garis peredaran.
  4.     Apabila dalam ruangan tersebut terjadi lintasan lebih dari satu orang atau barang, maka tiap lintasan dibedakan dengan warna atau bentuk panah yang khas untuk setiap hal yang berpindah. Atau, apabila hanya menggambarkan lintasan untuk seorang operator atau satu barang, pembedaan warna atau bentuk diberikan untuk menawarkan perbedaan Antara cara sekarang dengan cara yang diusulkan.

    Model Diagram Alir

DIAGRAM ALIR

DIAGRAM ALIR

PETA KERJA SETEMPAT

      A. PETA PEKERJA MESIN

Peta Pekerja-Mesin dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah perbaikan suatu sistem kerja, sehingga dicapai suatu keadaan ideal untuk ketika itu.

Dalam beberapa hal, relasi Antara operator dan mesin acapkali bekerja secara silih berganti, yaitu sementara mesin menganggur, operator bekerja atau sebaliknya. Waktu menganggur ialah suatu kerugian. Oleh karena itu, waktu menganggur baik pada pekerja maupun mesin harus dihilangkan atau setidaknya diminimumkan. Namun, tentunya harus masih berada dalam  batas-batas kemampuan insan dan mesinnya.

Kegunaan Peta Pekerja-Mesin

Berita paling penting diperoleh melalui peta pekerja-mesin adalah relasi yang terang antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yang ditanganinya. Dengan berita ini dimilikilah data yang memadai untuk melakukan penyelidikan, penganalisaan, dan perbaikan suatu kegiatan kerja, sehingga efektivitas penggunaan pekerja dan atau mesin mampu ditingkatkan. Tentunya keseimbangan kerja antara pekerja dan mesin mampu lebih diperbaiki.

Peningkatan efektivitas penggunaan dan perbaikan keseimbangan kerja tersebut dapat dilakukan, misalkan dengan cara :

      a.      Mengubah tata letak daerah kerja

Tata letak daerah kerja adalah salah satu element yang menentukan lamanya waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Penataan kembali suatu tata letak daerah kerja, diperlukan dapat menempatkan elemen sistem kerja pada suatu daerah sehingga benar-benar dapat menghemat waktu penyelesaian.

      b.     Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja

Pada dasarnya, gerakan-gerakan kerja juga adalah thing yang menentukan waktu penyelesaian suatu pekerjaan. Dengan demikian, penataan kembali gerakan-gerakan yang dilakukan pekerja, akan sangat membantu meningkatkan efektivitas kerjanya, dan sekaligus menghipnotis efisiensi penggunaan tenaga.

      c.       Merancang kembali mesin

Keadaan mesin dan peralatan acapkali perlu dirancang kembali untuk meningkatkan efektivitas pekerja dan mesin. Misalnya untuk mengurangi waktu mengangkut dan sekaligus menghemat tenaga pekerja, maka pekerjaan memindahkan barang terutama barang berat, yang tadinya menggunakan gerobak dorong, sekarang perlu dipikirkan dengan menggunakan alat peluncur, atau yang bertenaga motor. Dengan demikian, selain memperoleh keuntungan diatas, juga kapasitas pemindahan jauh lebih besar.

      d.      Menambah pekerja bagi sebuah mesin atau sebaliknya

Apabila klita menemukan bahwa efektivitas pekerja yang menangani sebuah atau beberapa mesin itu rendah, yaitu pekerja banyak menganggur, sementara di daerah lain banyak terdapat mesin yang menganggur, maka penambahan tugas bagi pekerja tersebut mungkin dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

Sebaliknya kalau terdapat seorang pekerja yang terlampau sibuk dalam menangani tugasnya sehingga tidak memungkinkan baginya untuk mampu melepas lelah dan melakukan kepentingan-kepentingan eksklusif lainnya, maka tentu hal ini pun akan merugikan, baik pada pihak perusahaan atau bagi pekerja itu sendiri. Pekerja yang terlampau lelah cenderung lebih banyak melakukan kesalahan-kesalahan. Mampu jadi ini mengakibatkan kerusakan pada mesin atau menurunkan kualitas produksi. Keburukan yang dialami pekerja, terutama dirasakan dalam jangka panjang, ketika pekerja terlampau lelah, tentu akan mengakibatkan makin memburuknya kondisi tubuh pekerja tersebut. Dengan penambahan pekerja keseimbangan antara pekerja dan mesin mampu diperoleh.

Prinsip-prinsip Pembuatan Peta Pekerja-Mesin

  1. Nyatakan identifikasi peta yang dibuat. Biasanya dibagian paling atas kertas dinyatakan “PETA PEKERJA-MESIN”, sebagai kepalanya, kemudian diikuti oleh informasi-informasi yang melengkapi.
  2. Menguraikan semua elemen pekerjaan yang terjadi. Untuk itu tiga jenis kolom bar digunakan untuk melambangkan elemen-elemen yang bersangkutan. Kolom-kolom teresebut dibuat memanjang dari atas ke bawah dengan panjang masing-masing sebanding dengan lamanya waktu pelaksanaan yang bersangkutan.
  3. Langkah terakhir setelah semua aktivitas digambarkan, dibuat kesimpulan dalam bentuk ringkasan yang memuat : waktu menganggur, waktu kerja, dan akhirnya kita mampu mengetahui penggunaan waktu dari pekerja atau mesin tersebut. Satuan waktu biasanya digunakan dalam detik, walaupun ini tidak mengikat.

Lambang-lambang yang digunakan

  • Menawarkan waktu menunggu

Digunakan untuk menyatakan pekerja atau mesin yang sedang menganggur atau salah satu sedang menunggu yang lain. Misalnya dalam suatu rangkaian kerja, si operator sedang melakukan pemeriksaan terhadap mesin, untuk mencegah kerusakan. Maka dalam hal ini, si operator sedang melakukan kerja dependen (satu bergantung pada yang lain) dan mesin sedang menganggur/menunggu.

  •          Menawarkan kerja independen

Kalau ditinjau dari pekerja, keadaan ini menawarkan seorang pekerja yang sedang bekerja dan independen dengan mesin dan pekerja lainnya. Misalnya seorang pekerja yang sedang mengambil dan mempersiapkan bahan atau ia sedang melakukan pemeriksaan terhadap produk akhir tanpa alat. Kalau ditinjau dari pihak mesin, berarti mesin tersebut sedang bekerja tanpa memerlukan pelayanan dari operator (mesin otomatis)

  •         Menawarkan kerja kombinasi

Kalau ditinjau dari pihak pekerja, lambang ini digunakan apabila diantara operator dan mesin atau dengan operator lainnya sedang bekerja secara bersama-sama. Kalau ditinjau dari pihak mesin, berarti selama bekerjanya mesin tersebut memerlukan pelayanan dari operator (mesin manual).

Model Peta Pekerja Mesin

PETA PEKERJA DAN MESIN

PETA PEKERJA DAN MESIN

Cara mencari persentase di atas yaitu WAKTU KERJA/ WAKTU TOTAL  X 100 %

      B.      PETA TANGAN KANAN TANGAN KIRI

Dengan menggunakan peta-peta terdahlu, berarti kita telah menerima suatu prosedur dari orang, bahan, dan alat secara tertib serta sistematis. Setelah hal ini diperoleh, langkah selanjutnya ialah menganalisis pekerjaan itu sendiri, untuk lebih menyempurnakan cara kerja yang telah ada. Tentunya, jika setiap sistem kerja telah dapat disempurnakan, maka untuk memperbaiki proses secara keseluruhan akan lebih mudah dilaksanakan.

Peta tangan kanan tangan kiri adalah suatu alat dari studi gerakan untuk menentukan gerakan-gerakan yang memang diharapkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. Peta ini menggambarkan semua gerakan ketika bekerja dan waktu menganggur yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan, juga menawarkan perbandingan antara tugas yang dibebankan pada tangan kiri dan tangan kanan saat melakukan suatu pekerjaan.

Melalui peta ini kita mampu melihat suatu operasi secara cukup lengkap, yang berarti mempermudah perbaikan operasi tersebut. Peta ini sangat praktis untuk memperbaiki pekerjaan manual, yakni setiap siklus dari pekerja terjadi dengan cepat dan terus berulang.

Kegunaan Peta Tangan Kanan Tangan Kiri

      a.      Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangi kelelahan.

Dengan bantuan studi gerakan dan prinsip-prinsip ekonomi gerakan maka kita mampu menguraikan suatu pekerjaan lengkap menjadi elemen-elemen gerakan yang jelas. Setiap elemen gerakan dari pekerjaan ini dibebankan ke setiap tangan sedemikian rupa sehingga seimbang dan memenuhi prinsip-prinsip ekonomi gerakan, berarti akan mengurangi kelelahan.

   b. Menghilangkan atau mengurangi gerakan-gerakan yang tidak efisien dan tidak produktif sehingga tentunya akan mempersingkat waktu kerja.

Keadaan ini juga mampu dicapai dengna bantuan studi gerakan dan prinsip-prinsip ekonomi gerakan. Kemahiran untuk menuraikan suatu pekerjaan menjadi elemen-elemen gerakan dan kemudian memilih elemen-elemen mana saja yang efektif dan tidak efektif, tentu akan menghipnotis efisiensi dan produkivitas kerja.

       c.Sebagai alat untuk menganalisis tata letak sistem kerja

Percobaan dengan mengubah-ubah tata letak peralatan selain dapat menentukan tata letak yang baik ditinjau dari waktu dan jarak, juga kita mampu menemukan urutan-urutan pengerjaan yang baik dengan prinsip ekonoomi gerakan.

      d.      Sebagai alat untuk melatih pekerja yang baru, dengan cara kerja yang ideal.

Peta ini berfungsi sebagai penuntun terutama bagi pekerja-pekerja baru sehingga akan mempercepat proses belajar.

Prinsip-prinsip Pembuatan Peta Tangan Kanan Tangan Kiri

  1.     Pada bagian kepala, dibaris paling atas ditulis “PETA TANGAN KANAN-TANGAN KIRI”. Setelah itu, menyertakan identifikasi-identifikasi lainnya mirip : nama pekerjaan, nama departemen, nomor peta, cara sekarang atau usulan, nama pembuat peta, dan tanggal dipetakan.
  2.    Pada bagian yang memuat bagian, digambarkan sketsa dari sistem kerja yang menawarkan skala, sesuai dengan daerah kerja sebenarnya. Sketsa ini penting untuk menawarkan kondisi ketika dilakukan studi terhadap pekerjaan tersebut.
  3.     Bagian “Badan” dibagi dalam dua pihak. Sebelah kiri kertas digunakakan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan tangan kiri dan sebaliknya.
  4.         Langkah selanjutnya, diperhatikan urutan-urutan gerakanyang dilaksanakan operator. Kemudian operasi tersebut diuraikan menjadi elemen-elemen gerakan yang terdiri dari 17 elemen gerakan yang dikemukakan oleh Frank dan Lilian Gilbreth.

 Model Peta Tangan Kanan Tangan Kiri

PETA TANGAN KANAN TANGAN KIRI

PETA TANGAN KANAN TANGAN KIRI

Well? Cukup disini pembahasan mengenai peta-peta kerja yang apalah apalah hehehe? Semoga menbantu ya gaes? Oh ya gambar segera menyusul

Bagikan, coment dan subscribe.. Wkwkwkk

baca jugaPerbedaan Flow Shop, Job Shop dan Proyek. Pengertian & Ciri

baca jugaMETODE PERAMALAN / FORECASTING

Baca Juga:  7 Tips Supaya Kamar Lebih Sejuk
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

1 × four =