KONSEP SUPPLY CHAIN

Posted on 42 views

Adanya konsep supply chain management menawarkan manfaat diantaranya:

  1. Mengurangi inventory barang, karena inventory mrtupakan aset perusahaan yang tertimbun sekitar 30%-40%
  2. Mengurangi biaya penyimpanan barang (inventory carrying cost) berkisar antara 20%-40% dari nilai barang yang disimpan
  3. Menjamin kelancaran penyediaan barang
  4. Menjamin mutu barang jadi

Supply chain (rantai pengadaaan) ialah suatu sistem dimana jalur organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada pelanggan. Konsep deliver chain adalah konsep baru dalam melihat masalah logistik. Konsep lama melihat logistik lebih sebagai masalah intern masing-masing perusahaan dan pemecahannya dititikberatkan pada pemecahan secara intern di perusahaan masing-masing. Dalam konsep baru, persoalan logistik dilihat sebagai persoalan yang lebih luas yang terbentang sangat panjang semenjak dari bahan dasar hingga barang jadi yang dipakai konsumen akhir yang adalah mata rantai penyediaan barang.

Baca juga : Tujuan Ergonomi

Supply chain management dapat di definisikan :

“Supply chain control is a fixed of methods applied to efficaciously combine providers, manufacturers, warehouses and stores, in order that merchandise is produced and dispensed on the right quantities, to the proper locations, on the proper time on the way to reduce systemwide prices while gratifying service level requirement” (David Simchi Levi)

Supply chain ialah logistic network , dimana mempunyai beberapa pemain utama yang adalah perusahaan-perusahaan yang mempunyai kepentingan yang sama yaitu

  1. suppliers
  2. manufacturer
  3. distribution
  4. retail outlets
  5. customers

Chain 1: Suppliers

Dimana sumber yang menyediakan bahan pertama mata rantai penyaluran barang akan dimulai. Bahan pertama ini berupa bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, bahan dagangan, sub assemblies, spare elements dll.

Baca juga: Ergonomi Ialah..

Chain 2 : Suppliers – Manufacturer

Mnufacture atau fabricator atau plans melakukan pekerjaan membuat, memfabrikasi, ataupun menyelesaikan barang (completing).

Relasi mata rantai pertama ini sudah mempunyai potensi untuk melakukan penghematan. Misalnya inventories bahan baku maupun bahan setengah jadi maupun bahan jadi yang berada di pihak suppliers maupun di producer maupun di kawasan transit adalah target untuk penghematan ini . Nir jarang bahwa antara 40% hingga 60% bahkan lebih penghematan dapat diperoleh dari stock sporting value.

Chain 3 : Suppliers – Manufacturer – Distribution

Barang yang dihasilkan oleh manufactur disalurkan kepada pelanggan yang umum melalui distributoratau wholesaler atau pedangan besar dalam jumlah yang besar.

Chain four : Suppliers – Manufacturer – Distribution – Retails Outlets

Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang tersendiri atau menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan untuk menimbun barang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer. Untuk memperoleh penghematan dalam bentuk jumlah inventories dan biaya gudang, dilakukan desain kempabli pada pola-pola pengiriman barang baik dari gudang producer maupun kepada toko pengecer (retail outlets).

Chain five : Suppliers – Manufacturer – Distribution – Retails Outlets – Customers

Outlets termasuk toko, warung, departement keep dll dimana pembeli akhir melakukan pembelian. Walaupun secara fisik customer sebagai mata rantai terakhir sebenarnya yaitu real customers atau real consumer, karena pembeli belum tentu pengguna sesungguhnya.

Baca: Manfaat Penerapan Ergonomi

Salah satu faktor untuk mengoptimalkan deliver chain ialah dengan menciptakan alur berita yang bergerak secara mudah dan akurat diantara jaringan atau mata rantai tersebut dan pergerakan barang yang efektif dan efisien yang menghasilkan kepuasan maksimal pada para pelanggan.

Daftar Pustaka:

Eko Indrajit, Richardus & Djokopranoto, Richardus. 2016. Suplly Chain Management. Yogyakarta: Preinexus.

Baca Juga:  Tantangan Pembangunan Perumahan Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

five + 15 =