Klasifikasi Ruang Bakar (Combustion Chamber) Berdasarkan Letak Valve dan Bentuk

Posted on 4 views

Sedikit menyinggung pembahasan mengenai alat berat yang sebelumnya telah kami bahas pada artikel di bawah, kali ini kita akan membahas ruang bakar (combustion chamber) yang ada pada mesin termasuk pada mesin alat berat. Pada postingan ini, ruang sipil spesifik membahas Pembagian terstruktur mengenai Ruang Bakar (Combustion Chamber) Berdasarkan Letak Valve dan Bentuk.

Cek daftar artikel alat berat berikut ini:

  • Sosialisasi Alat Berat Wheel Loader
  • Sosialisasi Alat Berat Motor Grader
  • Sosialisasi Alat Berat Dump Truck
  • Sosialisasi Alat Berat Forklift
  • Sosialisasi Alat Berat Hydraulic Excavator
  • Sosialisasi Alat Berat Buldozer

Klasifikas Ruang Bakar (Combustion Chamber) Berdasarkan Letak Valve dan Bentuk

Combustion Chamber.

Pembagian terstruktur mengenai Ruang Bakar (Combustion Chamber)

A. Combustion Chamber Type berdasarkan Letak Valve

Combustion chamber (ruang bakar) ialah ruangan yang dilingkupi oleh permukaan bawah silinder head, permukaan atas silinder block dan permukaan atas silinder ketika piston berada di titik mati atas (TMA). Ada bermacam-macam tipe ruang bakar sesuai dengan bentuk ruang bakar, letak valve intake, exhaust dan injector/nozzle dengan tujuan agar diperoleh thermal efficiency yang maksimal. Pada umumnya ruang bakar di klasifikasikan menurut letak intake valve dan exhaust valve.

Combustion Chamber Type berdasarkan Letak Valve

1. Over Head Valve Type

Intake valve dan exhaust valve dipasang di permukaan bagian atas silinder head. Bisa disebut juga tipe OHV atau tipe I – head. Ruang bakar tipe ini dibentuk agar berbentuk bundar ( bola ) sehingga dapat menghasilkan pusaran ketika udara di kompresi dan penyalaan dapat merata ke segala arah. Tipe ruang bakar ini paling banyak digunakan dalam diesel engine.

2. Side valve type

Ruang bakar aspect valve type letak Intake valve dan exhaust valve sejajar disatu sisi silinder block. Tipe ini juga disebut tipe L – head. Bentuk ruang bakar rata (flat) sehingga struktur silinder head lebih sederhana dan biaya production lebih murah dibandingkan dengan tipe over head. Efisiensi pembakaran ruang bakar side valve kind rendah, tetapi strukturnya lebih sederhana sehingga memudahkan perawatan dan bongkar pasang silinder head.

3. T-head kind

Ruang bakar T – head type Intake dan exhaust valve masing-masing dipasang secara terpisah di sisi kanan dan kiri dari silinder block. Tipe ini memudahkan udara masuk dan keluar tetapie fisiensi panas (thermal performance) kurang baik karena memerlukan waktu lama untuk meratakan pembakaran, karena itu ruang bakar tipe ini sangat jarang digunakan.

Four. F-head kind

Ruang bakar F-head type Intake dan exhaust valve masing-maing dipasang pada silinder head dan pada sisi silinder block. Tipe ini ialah gabungan (gugusan) dari tipe over head valve dan tipe aspect valve. Bentuk ruang akar seperti dengan tipe side valve. Prosedur gerakan valve ruang bakar F-head kind lebih komplek sehingga tipe ini jarang digunakan.

B. Combustion Chamber Type berdasarkan Bentuk

Bentuk ruang bakar pada motor diesel sangat menentukan terhadap kemampuan mesin, oleh karena

itu ruang bakar dirancang agar campuran udara dan bahan bakar menjadi homogen dan terbakar

tepat. Tipe ruang bakar yang digunakan pada mesin diesel ialah:

Combustion Chamber Type berdasarkan Bentuk

1. Direct Combustion Chamber

Mirip yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, ruang bakar ditempatkan diantara silinder head. Bahan bakar diinjeksikan eksklusif ke dalam ruang bakar. Pada ruang bakar jenis ini menerima campuran yang baik, bentuk nozzle dan arah injeksi adalah aspect yang sangat menentukan.

Direct Combustion Chamber

Laba

  • Efisiensi panas lebih tinggi dan pemakaian bahan bakar lebih hemat.
  • Start dapat dilakukan dengan mudah pada waktu mesin dingin tanpa menggunakan alatpemanas.
  • Cocok untuk mesin – mesin besar ( high power ) karena konstruksi dari kepala silinder lebih sederhana
  • Temperatur gas buang relatif lebih rendah.

Kerugian

  • Sangat peka terhadap mutu bahan bakar dan membutuhkan mutu bahan bakar yang baik.
  • Membutuhkan tekanan injeksi yang lebih tinggi.
  • Acapkali terjadi gangguan pada nozzle dan umur nozzle lebih pendek karena menggunakan multiple hole nozzle (nozzle lubang banyak).
  • Dibandingkan dengan jenis ruang bakar tambahan, turbulensi lebih lemah, sehingga sulit untuk kecepatan tinggi.

2. Auxiliary Combustion Chamber

Auxiliary Combustion Chamber dibagi menjadi 3 kind, yaitu:

three. Pre Combustion Chamber Type

Mirip yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini, bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar muka oleh injection nozzle. Sebagian bahan bakar yang tidak terbakar dalam ruang bakar muka didorong melalui saluran kecil antara ruang bakar muka dan ruang bakar utama kemudian terbakar seluruhnya di ruang bakar utama sehingga percampuran udara dan bahan bakar lebih baik.

Pre Combustion Chamber Type

Laba

  • Jenis bahan bakar yang dapat digunakan lebih luas, karena turbulensi yang baik maka percampuran udara dan bahan bakar lebih tepat.
  • Perawatan pompa injeksi lebih mudah karena tekanan penyemprotan lebih rendah dan tidak terlalu peka terhadap perubahan ketika injeksi.
  • Detonasi berkurang dan bekerjanya mesin lebih baik karena menggunakan throttle nozzle.

Kerugian

  • Biaya pembuatan lebih mahal karena perencanaan silinder head lebih rumit.
  • Membutuhkan motor starter yang besar.
  • Kemampuan start awal kurang baik, karena itu harus menggunakan alat pemanas.
  • Pemakaian bahan bakar lebih boros.

Four. Swirl Chamber Type

Ruang bakar version pusar (swirl chamber) berbentuk bulat. Piston memampatkan udara, sehingga udara masuk ke dalam ruang bakar pusar dan membuat peredaran turbulensi. Bahan bakar diinjeksikan ke dalam udara turbulensi dan terbakar didalam ruang bakar pusar. Bahan bakar yang belum terbakar masuk ke dalam ruang bakar utama dan terbakar seluruhnya.

Swirl Chamber Type

Laba

  • Bisa menghasilkan putaran tinggi karena turbulensinya yang baik pada ketika kompresi.
  • Gangguan pada nozzle berkurang karena menggunakan nozzle tipe pin.
  • Putaran mesin lebih tinggi dan operasinya lambat, menyebabkan jenis ini cocok untuk automobil.

Kerugian

  • Konstruksi silinder head rumit.
  • Efisiensi panas dan pemakaian bahan bakar lebih boros dibandingkan dengan tipe ruang bakar eksklusif.
  • Detonasi lebih besar pada kecepatan rendah.

5. Air Chamber Type

Pada tipe ini terdapat dua chamber yaitu principal chamber dan air chamber. Selain itu, air chamber diklasifikasikan menjadi dua macam. Pada tipe yang pertama, gasoline diinjeksikan ke foremost chamber dan udara diinjeksikan juga sehingga tekanan pada chamber meningkat hingga terjadi pembakaran. Pada tipe kedua, udara tidak diinjeksikan ke chamber melainkan di luar chamber mensuplai oksigen dan menghasilkan pusaran hingga terjadi pembakaran.

Laba

  • Bunyi yang dihasilkan engine lebih lembut (tidak berisik) dibandingkan dengan tipe lainnya.

Kerugian

  • Timing injeksi sangat berpengaruh terhadap pembakaran.
  • Setelah pembaaran exhaust temperature cenderung tinggi dan thermal efficiency rendah.
  • Pada umumnya susah untuk ditangani.
  • Fuel consumption tinggi.

Itu tadilah sedikit pembahasan perihal Pembagian terstruktur mengenai Ruang Bakar (Combustion Chamber) Berdasarkan Letak Valve dan Bentuk. Semoga artikel ini menjadi bacaan menarik untuk sobat sipil sekalan dan menambah ilmu bagi kita semua.

Berlangganan update artikel terbaru via electronic mail:

Baca Juga:  VALUE ENGINEERING (VE), SEJARAH, PENGERTIAN, & TAHAPAN VALUE ENGINEERING (VE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =