Kewajiban Arsitek Terhadap Masyarakat

Posted on 12 views

Mendahulukan kepentingan umum tentu saja ialah bagian dari kewajiban seorang arsitek, tapi bagaimana dia menjalankannya?

Ada begitu banyak pihak yang kepentingan terkait eksistensi seorang arsitek di masyarakat.  Sebut saja pemerintah sebagai pemegang investasi pembangunan terbesar di negeri ini. Pemerintah membutuhkan jasa arsitek untuk membangun banyak sekali proyek infrastruktur di tanah air.  Disain jembatan, bendungan, bangunan, sculpture dan karya arsitektur lainnya sangat membutuhkan jasa arsitek yang berkarakter. Karakter yang dimaksud tentu saja ialah karakter budaya yang dapat menawarkan jati diri atau ciri khas kawasan setempat.  Selain pemerintah, pihak swasta juga mempunyai kepentingan besar dalam menggunakan jasa arsitek.  Di kota-kota besar dimana dana pemerintah sebagai motor pembangunan infrastruktur pelan-pelan tergeser oleh dana swasta, peran swasta ini mulai masif terasa.  Diluar pihak pemerintah dan pengusaha swasta, pihak masyarakat juga tak kalah bergantungnya pada jasa arsitek.  Ketika ini berbagai kegiatan yang diadakan masyarakat yang tidak melibatkan pemerintah maupun pengusaha swasta dalam pembangunannya.  Kita mampu mengambil contoh pembangunan masjid/rumah ibadah lain mirip gereja, pura dan vihara, panti asuhan, sekolah, infrastruktur yang dibangun dengan urunan dana swadaya masyarakat setempat (jalan, jembatan, MCK, TPA, dll) dan juga seabreg kegiatan lain yang dilakukan oleh masyarakat dengan tidak melibatkan dana pemerintah dan sektor swasta.  Pada kegiatan-kegiatan mirip yang disebutkan terakhir inilah jasa seorang arsitek sangat terasa peran pentingnya.  Mengapa? Karena kalau pada kegiatan pemerintah dan swasta sang arsitek digaji besar maka pada kegiatan masyarakat sang arsitek mampu jadi justru harus menjadi motor penggeraknya alias menjadi leader bagi kegiatan-kegiatan tersebut. Sehingga alih-alih dibayar mahal, seorang arsitek kadang membaktikan ilham, fikiran dan tenaganya sebagai bagian dari swadayanya membangun lingkungan.

TATA LAKU

Sebagai perencana kegiatan pembangunan infrastruktur vital dan akan digunakan oleh banyak orang, arsitek harus tunduk pada hukum, kode etik dan kaidah tata laku yang berlaku di Indonesia atau di negara manapun sang arsitek bekerja.  Sikap hati-hati dan mengamati betul kondisi masyarakat dimana sang arsitek bergumul menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena adat/etika di suatu kawasan berbeda dengan kawasan lainnya.  Konduite budaya di Jawa Barat berbeda dengan mereka yang tinggal di Aceh. Arsitek yang lahir di Balikpapan harus beradaptasi ketika berkecimpung dalam tata cara adat Suku Toraja. Beda suku, beda adat, beda kode etik; kaidah ini penting untuk dicermati seorang arsitek.

Baca Juga:  Warna Yang Pas Untuk Kamar Tidur

Penataan Kampung oleh arsitek di Desa Penglipuran, Bali

Photo by Wikipedia.Org

Photografer Eric Bajart

Dalam menjalankan praktik profesinya maupun dalam kesehariannya sebagai anggota masyarakat biasa, seorang arsitek dituntut jujur, menginformasikan mengenai jasa kearsitekannya dengan benar, mempublikasikan secara adil bahan/cloth bangunan yang layak dipakai konsumen, menjaga kehormatan arsitek lain dengan menghormati hak cipta dan bersaing sehat dalam menerima pekerjaan dengan kompetisi yang adil.

Wajib mengingatkan pengguna jasa akan keputusan-keputusan yang beresiko, bertentangan dengan hukum dan etika yang berlaku atau mengancam keselamatan masyarakat umum juga ialah kaidah tata laku seorang arsitek dalam berkiprah di masayarakat.

PELAYANAN UNTUK KEPENTINGAN MASYARAKAT UMUM

Berbaur dengan masyarakat, menawarkan introduksi mengenai arsitektur, fungsi dan tanggung jawab arsitek ialah bentuk pelayanan arsitek bagi kepentingan masyarakat umum.  Terkadang untuk kegiatan pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang menjadi swadaya masyarakat, sang arsitek dituntut mendharmabaktikan ilmunya bagi kegiatan tersebut.  Dengan demikian seorang arsitek telah menjalankan kewajibannya sebagai bagian dari etika profesinya.

Dengan memperhatikan kaidah tata laku dan pelayanan untuk kepentingan umum, seorang arsitek Indonesia telah melaksanakan kewajibannya kepada bangsa dan negara dengan menjadi bagian dari pembangunan yang dilaksanakan masyarakat baik secara swadaya maupun dengan biaya pemerintah atau swasta.

Subscribe to get hold of loose email updates:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eleven + 16 =