Kelebihan Kekurangan Kayu: Jenis, Struktur, Golongan, Arah Susut dan Kandungan Kayu

Posted on 7 views

Kayu menjadi bahan konstruksi yang cukup mewah dewasa ini. Hal ini mampu disebabkan karena semakin susahnya lahan yang tersedia untuk ‘memproduksi’ kayu.

Peralihan fungsi lahan menjadi suatu penyebabnya. Kayu menjadi cloth konstruksi yang mahal dan ini juga berdampak pada meningkatnya ongkos konstruksi.

Material Kayu

Kayu Papan. (sumber: vskills.In)

Dalam postingan ini, ruang sipil akan menjelaskan perihal Kayu meliputi Struktur, Kadar Air, Berat Jenis, Bobot Isi, Arah Penyusutan, Kelebihan Kekurangan, Golongan dan Jenis Papan/Balok.

Eksklusif saja simak penjelasannya di bawah ini.

Kelebihan dan Kekurangan Kayu

Indonesia memiliki hutan yang sangat luas, terdapat banyak jenis pepohonan, sehingga negara kita kaya akan kayu. Kayu telah dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kebutuhan rumah-tangga, hingga penggunaannya sebagai kayu bakar semenjak dahulu kala. Selain itu kayu juga mempunyai kelebihan dan kekurangan dibanding bahan bangunan lain, mirip baja, beton, dll.

Kelebihan Kayu

  1. Ringan, bj dibawah 1,0 (bj beton 2,4 dan bj baja 7,8)
  2. Mudah dikerjakan
  3. Kekuatannya cukup tinggi
  4. Harganya relatif murah

Kekurangan kayu ialah

  1. Nir homogen, ada mata kayu, serat miring, ketidaksamaan kekuatan karena tumbuhan alam (bagian atas lebih belia daripada ujung bawah, serat tepi berbeda dengan serat dalam)
  2. Bersifat higroskopis, yaitu mudah terpengaruh oleh perubahan kelembaban udara
  3. Adanya cacat pada kayu sewaktu tumbuh (mata kayu, retak-retak, bagian inti yang membusuk, lapuk, serat miring, serat terpuntit)
  4. Mudah terbakar

Golongan Kayu

Di Indonesia, kayu dapat digolongkan menjadi 4 golongan yaitu:

  1. Pohon berdaun lebar
  2. Pohon berdaun jarum
  3. Pohon sebangsa Palm
  4. Pohon sebangsa Bambu (rumput-rumput)

Struktur Kayu

Apabila pohon berdaun lebar (mempunyai struktur sel kayu yang lebih lengkap dari pohon berdaun jarum) dipotong, maka pada potongan pohon tersebut terlihat struktur pohon, mulai dari lapisan terluar hingga bagian dalamnya, mirip gambar di bawah ini.

Struktur Kayu

Struktur Kayu

Struktur Kayu terdiri dari:

  1. Kulit Luar. Lapisan ini adalah lapisan yang sudah mati dan keras, berfungsi sebagai pelindung lapisan didalamnya.
  2. Kulit Dalam. Lapisan ini lunak, basah dan berpori besar mirip spoon, berfungsi untuk mengalirkan makanan dari daun kebawah. Pada kulit dalam ini terdapat zat-zat kimia mirip getah, tannim.
  3. Kambium. Adalah bagian terpenting pada tumbuhan untuk berkembang biak. Disini terdapat sel-sel/pori berbentuk silinder (trakeida yang berbentuk panjang dan ujungnya meruncing pada kayu berdaun jarum) yang berkembang biak dengan cara membelah diri, bagian sebelah luar menjadi sel yang mati dan membentuk kulit baru, sedang sel sebelah dalam membentuk kayu baru (kayu gubal). Sel-sel dalam kambium adalah sel hidup yang saling berafiliasi, dan berfungsi menyerap air dan zat-zat makanan untuk disalurkan ke seluruh bagian pohon.
  4. Kayu Gubal. Kayu gubal ialah sel-sel kayu baru yang dibentuk kambium, berwarna belia (keputihan), dan berfungsi mengangkut makanan dari akar ke daun dan sebagai kawasan penimbunan makanan. Karena itu bagian ini mempunyai pori yang relatif besar
  5. Hati. Kayu hati berwarna lebih tua dari kayu gubal, dan berasal dari kayu gubal yang sudah mengeras dan tidak berfungsi lagi. Bagian ini mempunyai kekuatan yang tinggi sehingga berfungsi membuat pohon tetap berdiri.
  6. Inti/Teras. Adalah bagian inti dari kayu, adalah kayu gubal  awal yang terletak pada sentra bulat tahun. Bagian ini lunak karena adalah kayu awal, kadang-kadang bagian ini telah busuk, terutama pada kayu/pohon yang sudah sangat tua.
  7. Bundar Tahun. Pada bagian hati kayu dan kayu gubal biasanya terlihat garis-garis bulat (bulat tumbuh tiap tahun/trend) yang mengelilingi sentra kayu, yang disebut Bundar Tahun. Disparitas kesuburan pada trend penghujan dan trend kemarau menyebabkan perbedaan sel/pori. Pada musin penghujan sel yang terbentuk lebih besar dari yang terbentuk pada trend kemarau, perbedaan ukuran sel ini menyebabkan warna kayu sedikit berbeda dan tampak mirip lingkaran-lingkaran yang mengelilingi sentra kayu. Akan tetapi pada beberapa jenis kayu bulat ini tidak tampak terang, kalau perbedaan trend penghujan dan kemarau tidak begitu besar.

Kayu bersifat Higroskopis, yaitu menyerap uap air kalau kandungan air di udara cukup tinggi, sebaliknya jika udara disekitarnya kering maka air akan dilepas oleh kayu. Sehingga kandungan air di dalam kayu sangat tergantung kelembaban udara disekitarnya.

  1. Kayu basah, yaitu kayu yang baru saja ditebang.
  2. Kayu kering udara, yaitu kayu yang kandungan airnya sudah tetap/konstan sesuai dengan kelembaban udara disekitarnya.
  3. Kayu kering mutlak atau disebut juga kayu kering tungku (oven), yaitu kayu yang dikeringkan di dalam tungku pada suhu 105 derajat C sehingga semua airnya menguap ke luar.

Kadar air = ((a-b)/b)) x a hundred%

Keterangan:

a: berat kayu yang dicari kadar airnya (sebelum di oven)

b: berat kayu setelah kering tungku

Kadar air kayu yang masih basah dapat hingga 20% pada kayu ringan dan pada kayu berat sekitar 40%. Kayu kering udara, kadar airnya 12 ? 20%.

Berat jenis kayu ialah akibat bagi berat kayu kering mutlak (A) dengan volume kayu sebelum dikering mutlakkan (B), dapat ditulis :

Bobot isi ialah akibat bagi berat kayu seluruhnya (termasuk airnya) dengan volume kayu ketika itu. Bobot isi digunakan untuk membedakan dengan berat jenis, dan besarnya tergantung pada zat-zat penyusunnya, antara lain tebal dinding sel, besar rongga-rongga/pori-pori sel, maupun isi.

Susutan kayu

Jika kadar air pada kayu basah berkurang, tetapi pengurangan kadar air itu masih diatas titik jenuh serat, maka tidak menyebabkan extent kayu berkurang. Sedang kalau pengurangan kadar air itu melampaui titik jenuh serat, maka terjadi susutan extent.

Kalau pohon ditebang dan kayunya dipotong-potong maka air yang dikandung di dalam kayu segera meninggalkan kayu. Peristiwa hilangnya air ini sangat penting dan dapat membahayakan kalau kurang teratur (timbul retak-retak). Air didalam kayu sebagaian terdapat dalam rongga sel yang disebut air bebas, sebagian lagi terdapat didalam dinding sel.

Pada proses pengeringan, air bebas akan keluar terlebih dahulu hingga tidak terdapat lagi air bebas di dalam rongga sel. Keadaan dimana air bebas habis dan air didalam dinding sel mulai keluar disebut titik jenuh serat.

Sebelum air didalam dinding sel keluar (perubahan kadar air) tidak menghipnotis volume kayu. Akan tetapi jika air di dalam dinding sel mulai keluar, maka terjadi perubahan kadar air yang mengakibatkan perubahan quantity kayu.

Arah dan Besar Susutan Kayu

Arah dan Besar Susutan Kayu

Besar penyusutan kayu yang akan terjadi pengurangan kadar air hingga dibawah titik jenuh tidak sama untuk jenis kayu yang berbeda. Susutan kayu juga tidak sama untuk arah yang berbeda.

3 Arah Penyusutan pada kayu

  1. Arah Serat (aksial/longitudinal), adalah arah susutan searah dengan panjang kayu atau batang kayu. Susutan arah ini adalah susutan terkecil, berkisar antara  0,10 – 0,30%.
  2. Arah Radial, yaitu susutan searah jari-jari kayu atau memotong tegak lurus bulat tahun, dengan susutan antara 2,10 – 8,50%.
  3. Arah Tangensial, ialah susutan searah dengan arah bulat tahun. Susutan arah ini adalah susutan terbesar, sekitar 4,30 – 14,00%.

Jenis Papan/Balok berdasarkan letak asal dalam batang kayu

Kalau log/batang kayu digergaji/dipotong-potong akan menghasilkan beberapa bagian papan atau balok kayu yang mempunyai pola serat sesuai dengan posisi letak bagian kayu tersebut didalam log. Berdasar letak asal dalam batang kayu, terdapat beberapa jenis papan/balok, yaitu:

  1. Papan tangensial (flat sawn)
  2. Papan radial (quarter sawn)
  3. Papan semi radial (semi quarter swan)
  4. Papan tengah atau papan inti
Jenis Papan Sesuai Arah Serat Kayu

Jenis Papan Sinkron Arah Serat Kayu

Papan Tangensial

Disparitas struktur pori kayu gubal dan pori kayu teras yang keras dan padat menghipnotis arah penyusutan dan perubahan dimensi kayu. Kayu jenis ini labil dan cenderung cekung (cupping).

Kayu Papan Tangensial

Papan Tangensial
Papan Tangensial

Kayu Papan Tangensial

Papan Radial

Papan radial adalah jenis papan paling stabil digunakan sebagai bahan konstruksi.

Papan Radial

Papan Radial

Papan Radial

Kayu Papan Radial

Papan Semi Radial

Pada jenis ini, bulat tahun mempunyai arah diagonal, sehingga arah penyusutan sesuai dengan arah bulat tahunnya serta letak kayu gubal dan terasnya.  Sehingga bentuk susutannya menggelinjang seprti intan. Poly orang menyangkan bahwa gejala ini yang akan terjadi kesalahan pengeringan kayu, tetapi sebenarnya yang akan terjadi penggergajian.

Papan Semi Radial

Papan Semi Radial
Papan Semi Radial

Kayu Papan Semi Radial

Papan Tengah

Akibat penggergajian log dengan sistem belah, absolut terdapat papan dengan bagian inti kayu yang disebut papan tengah atau papan inti. Bagian inti kayu  ini lunak, biasanya akan pecah-pecah kalau kayu mengering.

Demikianlah, pembahasan mengenai Kayu yang dapat kami bagikan. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu sahabat sekalian terkait kayu. Terima kasih.

Jangan lupa berkomentar dan membagikan postingan ini ke teman-teman lainnya.

Berlangganan replace artikel terbaru thru electronic mail:

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Citra Surya Perkasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 − six =