Kecelakaan Kerja: Definisi, Klasfikasi, Penyebab, Akibat, Pencegahan

  • Share

Masih adakah orang-orang yang meremehkan keselamatan dalam bekerja? Jika masih ada coba baca artikel ini sampe habis, supaya tahu resiko yang akan didapatkan kalau mereka budaya protection dalam bekerja terutama di bidang konstruksi.

Kecelakaan kerja menurut OHSAS 18001:2007 ialah kejadian yang berafiliasi dengan pekerjaan yang dapat menyebabkan cidera atau kesakitan (tergantung dari keparahannya) kejadian kematian atau kejadian yang dapat menyebabkan kematian.

Sedangkan menurut Suma’mur (2009), kecelakaan kerja ialah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap insan, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses.

K3 Sebagai Solusi dari Kecelakaan Kerja

Bahaya Kecelakan Kerja. (sumber: reyeslaw.Com)

Pembagian terstruktur mengenai Kecelakaan Kerja

Menurut Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 1962 dalam Suma?Mur (1987), pembagian terstruktur mengenai kecelakaan kerja sebagai berikut:

1. Pembagian terstruktur mengenai Jenis Kecelakaan

Pembagian terstruktur mengenai jenis kecelakaan, diantaranya: terjatuh, tertimpa benda jatuh, tertumbuk atau terkena benda-benda, terjepit, pengaruh suhu tinggi, terkena arus listrik, kontak dengan bahan-bahan berbahaya atau radiasi (Suma?Mur PK, 1989).

2. Pembagian terstruktur mengenai menurut Penyebab

Pembagian terstruktur mengenai menurut penyebab misalnya mesin mirip mesin penggerak kecuali motor elektrik, mesin transmisi, mesin produksi, mesin pertambangan, mesin pertanian, sarana alat angkut mirip fork carry, alat angkut kereta, alat angkut beroda selain kereta, alat angkut perairan, alat angkut di udara, dll.

Three. Pembagian terstruktur mengenai menurut sifat luka atau kelainan

Pembagian terstruktur mengenai menurut sifat luka atau kelainan diantaranya: patah tulang, dsilokasi/keseleo, regang otot/urat, memar dan luka dalam, amputasi, luka bakar, dan luka-luka lain.

4. Pembagian terstruktur mengenai letak kelainan atau luka di tibuh

Pembagian terstruktur mengenai letak kelainan atau luka di tibuh diantaranya: kepala, leher, badan, anggota atas, anggota bawah, dan letak lainnya.

Penyebab Kecelakaan Kerja

Menurut Suma?Mur (2013), tindakan tidak aman (risky movement) ialah tindakan yang dapat membahayakan pekerja itu sendiri maupun orang lain yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Tindakan-tindakan tersebut diantaranya ialah.

1. Bekerja sambil Bercanda dan Bersendau Gurau.

Suatu perilaku yang harus dihilangkan oleh para pekerja karena dapat mengakibatkan kejadian yang sangat deadly, sehingga menyebabkan kerugian material dan kerugian non fabric. Model : saat para pekerja sedang melakukan pekerjaan memasukkan s***n kedalam mesin pencetak, tiba-tiba ada salah satu seorang pekerja lainyang mengagetkan dari belakang sehingga secara tidak sengaja dia terkejut dan tanpa disadari tangannya masuk kedalam mesin pencetak.

2. Adanya Percampuran Bahan-bahan Kimia.

Bahan?Bahan kimia sangat berbahaya bagi para pekerja, kalau hingga tercampur antar sesama bahan kimia dapat menyebabkan keracunan dan bahkan mampu menimbulkan ledakan yang dahsyat, sehingga dapat merugikan para pekerja. Model : bahan kimia Natrium bercampur dengan H2O dapat menyebabkan ledakan yang sangat dahsyat. Apalagi kalau kadar Natriumnya sangat banyak dan cukup tinggi.

3. Membuang Sampah di Sembarang Kawasan.

Masih banyak para pekerja yang kurang sadar akan pentingnya kebersihan di kawasan kerja. Model : membuang oli bekas disembarang kawasan akan menyebabkan para pekerja terpeleset sehingga terjatuh. Apalagi kalau ada anggota tubuhnya yang terluka, mirip patah tulang tangan dan kaki. Dengan mirip itu para pekerja tidak dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya yang berdampak penurunan produksi dan produktivitas dari perusahaan sehingga perusahaan tersebut akan merugi.

4. Nir melaksanakan Mekanisme Kerja dengan baik.

Pekerja yang tidak melaksanakan prosedur kerja dengan baik dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan kawasan dia bekerja, terutama bagi pekerja itu sendiri. Model : pekerja pada bagian las besi di haruskan menggunakan kacamata pelindung, tetapipekerja tersebut tidak memperdulikannya sehingga percikan api yang berasal dari besi yang sedang dilas mengenai matanya dan menyebabkan cedera pada mata pekerja.

Five. Mengerjakan Pekerjaan yang tidak sesuai dengan Skill / Keterampilan.

Pekerja harus menguasai bidang pekerjaan dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Hal ini ditujukan supayamencegah terjadinya kesalahan dan kecelakaan dikemudian hari. Model : petugas mesin harus bisa menguasai semua bagian mesin, mirip fungsi tombol kerja alat. Jangan hingga salah menekan tombol alat karena akan mengakibatkan kecelakaan yang sangat deadly bagi para pekerja yang lain. Sedangkan kondisi tidak aman (unsave situation) ialah kondisi-kondisi yang tidak aman dan berbahaya bagi para pekerja itu sendiri maupun orang lain.

Kondisi-kondisi tersebut diantaranya ialah.

1. Kawasan Kerja yang tidak memenuhi Baku / Syarat.

Kawasan kerja yang tidak memenuhi standar dan syarat K3 dapat menyebabkan penurunan daya produktifitas. Model: sempitnya ruangan kerja dapat mengganggu konsentrasi pekerja sehingga para pekerja bekerja dengan kondisi yang tidak maksimal. Selain itu, penerangan dan pencahayaan yang kurang dapat menggangu kinerja para pekerja dalam melaksanakan tugasnya.

2. Alat Pelindung Diri (APD) yang tidak sesuai dengan Baku yang telah di tetapkan.

Kalau Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disediakan tidak memenuhi standart, mampu mengakibatkan kecelakaan kerja yang dapat merugikan pihak perusahaan dan para pekerja. Model :sepatu keamanan yang disediakan untuk pekerja harus mampu melindungi kaki pekerja dari ukiran alat atau bahan yang ada dalam proyek.

3. Perlakuan yang tidak menyenangkan dari atasan.

Seorang pimpinan yang baik ialah pimpinan yang dapat memberi contoh yang baik kepadaanggotanya supaya dapat bekerja dengan baik dan professional. Pimpinan jangan sekali-kali merendahkan anggotanya dihadapan anggota yang lain karena akan membuat anggota tersebut minder. Model: pimpinan memberi hukuman yang tidak wajar kepada salah seorang pekerja dihadapan para pekerja yang lain.

Four. Waktu Kerja atau Jam Terbang yang berlebihan.

Para pekerja yang bekerja pada sebuah perusahaan harus menjaga waktu dan jam terbangnya. Jangan terlalu memaksakan pekerjaannya sehingga lupa dengan hal-hal lainnya. Model : Para pekerja lembur melebihi waktu yang ditentukan.

5. Kebisingan di Kawasan Kerja.

Kebisingan adalah bunyi berlebihan yang dapat menggangu konsentrasi para pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya. Model : Untuk mencegah kebisingan, pihak perusahaan menyediakan alat pelindung telinga mirip Handsfree.

Yang akan terjadi Kecelakaan Kerja

Menurut Setiyadi (2012) kecelakaan kerja dapat menimbulkan kerugian eksklusif dan tidak eksklusif. Kerugian eksklusif dicontohkan dengan terjadinya cedera pada tenaga kerja dan kerusakan saran pada kegiatan di kawasan kerja, sedangkan kerugian tidak eksklusif adalah kerugian yang tidak terlihat yang biasa disebut dengan kerugian tersembunyi (hidden value), yang akan terjadi kecelakaan kerja dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu:

1. Kerugian yang bersifat ekonomis, antara lain:

a. Kerusakan/kehancuran mesin, peralatan dan bahan

b. Biaya pengobatan dan perawatan korban

c. Tunjangan kecelakaan

d. Hilangnya waktu kerja

e. Menurunnya jumlah maupun mutu produksi

2. Kerugian yang bersifat non ekonomis

Kerugian yang bersifat non ekonomis berupa penderitaan insan yaitu tenaga kerja yang bersangkutan, baik itu adalah kematian maupun luka/cedera berat maupun ringan..

Pencegahan Kecelakaan Kerja

Menurut Suma?Mur (2009), kecelakaan kerja mampu dicegah dengan mengikuti faktor-faktor berikut antara lain:

1. Faktor Lingkungan:

Lingkungan kerja yang terpenuhi persyaratan mencegah kecelakaan kerja yakni:

a. Memenuhi Syarat Kondusif: Meliputi higiene umum sanitasi, ventilasi udara, pencahaan dan penerangan pada kawasan kerja dan pengaturan suhu udara dari ruang kerja

b. Memenuhi Syarat Keselamatan: Meliputi keadaan gedung dan kawasan kerja yang dapat menjamin keselamatan

c. Memenuhi Persyaratan Ketatarumah Tanggaan: Meliputi pengaturan menyimpan barang, menempatkan barang dan memasang mesin, pemakaian kawasan dan ruangan.

2. Faktor Mesin Dan Peralatan Kerja

Mesin dan peralatan kerja harus berdasar pada agenda yang baik dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. Perencanaan yang baik dilihat dari baik pada pagar atau tutup pengaman di bagian mesin atau perkakas yang bergerak mirip bagian yang berputar. Apabila pagar atau tutup pengaman sudah dipasang, maka harus diketahui dengan absolut efektif tidaknya pagar atau tutup pengaman itu yang dapat dilihat dari bentuk dan ukurannya yang diadaptasi pada mesin atau alat dan juga perkakas terhadap keselamatan pekerja dilindungi.

3. Faktor Perlengkapan Kerja

Alat pelindung diri adalah perlengkapan kerja yang wajih dipenuhi untuk pekerja. Alat pelindung diri ialah berupa pakaian kerja, kacamata, sarung tangan dan semua ukurannya harus sesuai supaya pekerja memperoleh kenyamanan dalam pemakaiannya.

4. Faktor Insan

Pencegahan kecelakaan pada faktor insan mencakup peraturan kerja, mempertimbangkan batas kemampuan dan ketrampilan pekerja, mengurangi atua menghapus hal yang membuat konsentrasi kerja berkurang, menerapkan disiplin kejra, menghindari perbuatan yang mampu membuat kecelakaan dan juga menghilangkan adanya ketidakcocokan fisik dan intellectual.

Nah, sekarang sudah tahukan betapa pentingnya keselamatan kerja karena mampu menyebabkan kecelakaan kerja. Poly resikonya bro ternyata. Ingat nyawa, ingat orang di rumah yang sedang menunggu yah. Semangat.

Berlangganan replace artikel terbaru via e-mail:

Baca Juga:  Sifat Tahan Api dari 7 Bahan Bangunan
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

3 × four =