kayu

Posted on 0 views

Menurut keawetannya kayu di bagi dlm five kls, yaitu :

  • Kelas 1 (25 tahun) sprt jati, ulin, merbau.
  • Kelas 2 (15-25 tahun) sprt weru, rasamala cemara gunung.
  • Kelas 3 (10-15 tahun) sprt pinang, kruing, meranti merah dan putih.
  • Kelas 4 (5-10) sprt durian, sengon, kenari.
  • Kelas 5 (kurang dr 5 thn) sprt kemiri, jabon, kapuk hutan.

Pada dasarnya terdapat 2 sifat utama kayu yang dapat dipergunakan untuk mengenal kayu,

yaitu :

1. Sifat Fisik (sifat kasar atau makroskopis) dan

    2. Sifat Struktur (sifat mikroskopis).

Secara obyektif, sifat struktur lebih dapat diandalkan daripada sifat fisik dalam mengenal atau menentukan jenis-jenis kayu

Sifat fisik jenis-jenis kayu dapat diketahui secara jelas melalui panca indera, baik dengan penglihatan,  penciuman,  perabaan, dsb tanpa menggunakan alat bantu Diantaranya :

1. Warna, umumnya yang digunakan adalah warna kayu teras

2. Tekstur, penampilan sifat struktur pada bidang lintang

three. Arah serat, arah umum dari sel-sel pembentuk kayu

four. Gambar, baik yang terlihat pada bidang radial maupun tangensial

5. Berat, umumnya dengan menggunakan berat jenis

6. Kesan raba, yaitu kesan yang diperoleh saat meraba kayu

7. Lingkaran tumbuh

eight. Bau

Sifat struktur jenis-jenis kayu dapat kita ketahui dengan mempergunakan alat bantu, yaitu kaca pembesar dengan  pembesaran 10 kali, diantaranya :

1. Pori, sel yang berbentuk pembuluh dengan arah longitudinal.

2. Parenkim, sel yang berdinding tipis dengan bentuk batu bata dengan arah longitudinal.

Three. Jari-jari, parenkim dengan arah horizontal.

4. Saluran interseluler, berada di antara sel-sel kayu yang berfungsi sebagai saluran khusus.

Five. Saluran getah, berada dalam batang kayu, dan bentuknya seperti lensa.

6. Tanda kerinyut, penampilan ujung jari-jari yang bertingkat-tingkat dan biasanya terlihat pada bidang tangensial.

7. Kulit tersisip, berada diantara kayu, yang terbentuk sebagai akibat kesalahan kambium dalam membentuk kulit

Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).

Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).

Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekelilingnya.

Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam keadaan kering.

1. Kayu Solid

Kayu utuh yang tidak dibentuk dari sambungan atau gabungan, itulah yang disebut dengan kayu solid. Ada juga sebagian orang yang menyebutnya dengan kayu Jepara. Harga kayu solid cenderung mahal. Yang termasuk kayu stable antara lain, kayu jati, sungkai, nyatoh, dan jati belanda.

2. Kayu Lapis (plywood)

Kita juga mengenal kayu lapis dengan sebutan tripleks atau multipleks. Sesuai dengan namanya, kayu lapis terbentuk dari beberapa lapis lembaran kayu. Lembaran-lembaran tersebut direkatkan dengan tekanan tinggi dan menggunakan perekat khusus. Kayu lapis yang terdiri dari tiga lembar kayu disebut tripleks. Sedangkan yang terdiri dari lebih dari tiga lembar kayu, disebut multipleks. Ketebalan kayu lapis bervariasi, mulai dari 3mm, 4mm, 9mm, dan 18mm. Sedangkan ukuran penampangnya adalah 120cmx240cm. Kayu lapis bisa digunakan sebagai material untuk kitchen set, tempat tidur, lemari, atau meja

three. Kayu partikel (particle board)

Jenis kayu olahan yang satu ini terbuat dari serbuk kayu kasar yang dicampur dengan bahan kimia khusus. Campuran tersebut kemudian disatukan dengan lem dan dikeringkan dengan suhu tinggi. Kayu partikel banyak digunakan sebagai material untuk berbagai furnitur. Namun, kayu partikel tergolong jenis kayu yang tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, kayu partikel bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air dan menahan beban terlalu berat.

Four. MDF (Medium Density Fiberboard)

MDF adalah kayu yang terbuat dari campuran bubur kayu dengan bahan kimia tertentu. Cara pembuatannya mirip dengan kayu partikel. Kayu MDF merupakan material kayu olahan yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan. Untuk daerah-daerah yang memiliki kelembapan tinggi, sebaiknya tidak menggunakan kayu MDF. Kayu MDF memiliki berbagai jenis finishing yang bisa Anda pilih. Anda bisa melapisinya dengan irisan kayu tipis (veneer), atau pelapis kertas. Berbagai jenis finishing untuk kayu MDF juga tersedia dalam berbagai warna dan tekstur. Tersedia motif tekstur kayu alami, atau tekstur lainnya sesuai selera

5. Blockboard

Jenis kayu olahan lainnya adalah blockboard. Balok-balok kayu berukuran 4cm-5cm dipadatkan menggunakan mesin. Setelah itu diberi pelapis, sehingga hasil akhirnya berupa lembaran seperti papan kayu. Blockboard memiliki dua pilihan ketebalan, 15mm dan 18mm. Harganya cenderung lebih murah dibandingkan kayu strong

Baca Juga:  STRUKTUR BETON BANGUNAN GEDUNG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − eight =