Fungsi Manajemen Proyek Konstruksi

Posted on 9 views

Kidangijo . Baca juga apa itu Manajemen Konstruksi (MK)

Mirip yang telah diuraikan sebelumnya, definisi manajemen ialah suatu metode atau proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, yang dituangkan dalam fungsi-fungsi manajemen.

Perlu diingat fungsi—fungsi manajemen didalam unsur manajemen adalah perangkat lunaknya (prosedur operasi), manajer adalah perangkat SDM (brainwane) serta organisasi berikut perangkat pendukungnya adalah perangkat kerasnya. Lebih lanjut akan diuraikan fungsi-fungsi manajemen menurut George R. Terry.

1. Rencana / Perencanaan

Rencana / perencanaan adalah suatu tindakan pengambilan keputusan data, berita, asumsi atau fakta kegiatan yang dipilih dan akan dilakukan pada masa mendatang. Bentuk tindakan tersebut antara lain:

  1. Menetapkan tujuan dan sasaran perjuangan
  2. Menyusun agenda induk jangka panjang dan pendek
  3. Menyumbang taktik dan prosedur operasi
  4. Menyiapkan pendanaan serta standar kualitas yang diperlukan

Manfaat dari fungsi perencanaan diatas ialah sebagai alat pengawasan maupun pengendalian kegiatan, serta sarana untuk memilih dan menetapkan kegiatan yang diharapkan.

POMK (Project Management Body of Knowledge) membuat area ilmu manajemen bagi perencanaan yaitu:

  1. Perencanaan lingkup proyek
  2. Perencanaan mutu
  3. Perencanaan waktu dan penyusunan
  4. Perencanaan biaya
  5. Perencanaan SDM

Kelima hal tersebut dapat diuraikan lebih jelasnya sebagai berikut:

a. Perencanaan lingkup proyek

Perencanaan lingkup proyek adalah suatu proses penggambaran proyek dan batas-batasnya secara tertulis. Misalnya untuk proyek konstruksi, perencanaan lingkup proyek didapat dari tahap awal siklus proyek yang mencakup studi kelayakan, terutama yang mencakup biaya dan manfaat proyek, jadwal serta mutu agar diperoleh alternatif yang terbaik.

B. Perencanaan mutu

Perencanaan mutu proyek adalah proses penentuan standar dan kriteria mutu yangg akan dipakai oleh proyek, serta perjuangan untuk dapat memenuhinya. Ketentuan standar mutu akan besar pengaruhnya terhadap biaya proyek terutama pada waktu Desain Engineering, seleksi peralatan, dan material.

C. Perencanaan waktu

Perencanaan waktu meliputi hal-hal mengenai penyelesaian proyek yang sempurna waktu yang ditetapkan. Perencanaan ini menawarkan masukan kepada perencanaan sumber daya agar sumber daya tersebut pada waktu diharapkan.

D. Perencanaan biaya

Perencanaan biaya adalah rangkaian langkah untuk perkiraan besarnya biaya dari sumber daya yang diharapkan oleh proyek. Langkah-langkah tersebut termasuk juga mempertimbangkan banyak sekali alternatif yang mungkin dalam menerima biaya yang paling ekonomis bagi kinerja atau material. Hal ini menyebabkan perencanaan biaya baru dapat diselesaikan jika telah tersedia perencanaan keperluan sumber daya.

E. Perencanaan SDM

Perencanaan sumber daya proyek dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu perencanaan sumber daya insan (SDM) yang meliputi rancangan organisasi, pengisian personil untuk kantor sentra, mobilisasi dan pelatihan tenaga kerja untuk lapangan. Serta sumber daya non insan yang meliputi pengadaan material, peralatan yang akan menjadi bagian permanen proyek serta peralatan konstruksi (PMBOK).

Baca juga: Penjadwalan Waktu dengan Metode Jalur Kritis (CPM)

2. Pengorganisasian / Organizing

Pengorganisasian ialah suatu tindakan mempersatukan gugusan kegiatan insan, yang mempunyai pekerjaan masing-masing saling berafiliasi satu sama lain dengan adat tertentu.

Manfaat dari fungsi organisasi adalah pedoman pelaksanaan fungsi, pembagian tugas serta relasi tanggung jawab serta delegasi kewenangannya terlihat terang.

Organisasi yang dibentuk akan berhasil kalau setiap anggota bisa bekerja sama dengan tujuan mancapai tujuan bersama. Proses pembentukan organisasi atau siklus hidup organisasi pada umumnya mengikuti tahap-tahap sebagai berikut (Ravianto, 2002).

  1. Prestage , bahwa setiap individu memiliki tujuan dan ketertarikan yang berbeda-beda. Cita-cita ini acapkali dituangkan dalam visi dan misi.
  2. Forming , tahap pertama berupa pengamatan antara sesama anggota organisasi dengan anggapan bahwa setiap anggota ialah bagian dari grup.
  3. Storming , adalah tahap ke dua. Pada tahap ini setiap anggota dengan banyak sekali ketertarikan, mulai melakukan pengelompokan.
  4. Norming , ialah tahap ketiga yang menawarkan sebuah aturan main yang disebut regulasi. Tujuannya untuk membawa grup tetap berfokus pada tujuan grup, bukan individu.
  5. Performing , adalah tahap keempat. Pada tahap ini, grup sudah berfungsi dan mengarah pada tujuan grup. Masing-masing anggota melaksanakan tugas sesuai perannya. Ukuran kinerja dapat dilihat dan dievaluasi setiap ketika.
  6. Adjourning , ialah tahap akhir setelah tujuan tercapai, masing-masing anggotanya mulai berhenti memainkan fungsi dan perannya.

3. Actuating / Aplikasi

Dari keseluruhan proses manajemen, fungsi pelaksanaan ialah yang terpenting diantara fungsi lainnya, karena fungsi ini ditekankan pada sementara perencanaan dan pengorganisasian lebih bersifat tak berbentuk atau tidak eksklusif. George R. Terry menguraikan bahwa pelasksanaan ialah upaya untuk menggerakkan anggota organisasi sesuai dengan cita-cita dan perjuangan mereka untuk mencapai tujuan perusahaan serta anggota di organisasi karena setiap anggota absolut juga memiliki tujuan eksklusif.

  1. Tindakan yang dilakukan dalam fungsi actuating antara lain:
  2. Mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan
  3. Berkomunikasi secara efektif
  4. Menditribusikan tugas, wewenang, dan tanggung jawab
  5. Menawarkan pengarahan, penugasan, dan motivasi
  6. Berusaha memperbaiki pengarahan sesuai petunjuk pengawasan.

Manfaat dari fungsi pelaksanaan ini ialah terciptanya keseimbangan tugas, hak dan kewajiban masing-masing bagian dalam organisasi, dan mendorong tercapainya efisiensi serta kebersamaan dalam bekerja sama untuk tujuan bersama. Selain itu, karyawan menjadi termotivasi kalau merasa percaya diri dapat melakukan pekerjaan tersebut, yakin bahwa pekerjaan tersebut akan menambahkan nilai diri mereka, dan relasi antara sesama karyawan menjadi harmonis dalam organisasi.

Lihat juga: Sejarah Perkembangan dan Dasar-dasar K3

four. Controlling / Pengendalian

Pengendalian manajemen adalah perjuangan yang tersistematis dari perusahaan untuk mencapai tujuannya dengan cara membandingkan prestasi kerja dengan agenda dan membuat tindakan yang sempurna untuk mengoreksi perbedaan yang penting.

Pengendalian adalah tindakan pengukuran kualitas dan evauasi kinerja. Tindakan ini juga diikuti dengan perbaikan yang harus diambil terhadap penyimpangan yang terjadi, khususnya di luar batas-batas toleransi. Tindakan tersebut meliputi, antara lain:

  1. Mengukur kualitas akibat
  2. Membandingkan akibat terhadap standar kualitas
  3. Mengevalusi penyimpangan yang terjadi
  4. Menawarkan saran-saran perbaikan
  5. Menyusun laporan kegiatan

Manfaat dari fungsi pengendalian ialah memperkecil kemungkinan kesalahan yang terjadi dari segi kualitas, kuantitas, biaya maupun waktu.

Dalam proyek konstruksi, pengendalian diharapkan untuk menjaga agar pelaksanaan tidak menyimpang dari perencanaan. Tiap pekerjaan yang dilaksanaan harus benar-benar diinspeksi dan dicek oleh pengawas lapangan, apakah sudah sesuai denan spesifikasi atau belum. Misalnya, pengangkuatan bahan harus diatur dengan baik dan bahan-bahan yang dipesan harus diuji terlebih dahulu di masing-masing pabrikasinya. Kalau pengendalian dilaksanakan dengan baik, maka keterlambatan jadwal dan pembengkakan biaya proyek dapat dihindari.Pengendalian jadwal dan biaya adalah bagian dari devisi manajemen proyek yang mencakup pemantauan kemajuan pekerjaan, reduksi biaya, meningkatkan secara optimal, model, dan analisis.

Selain itu mampu baca juga perihal: Daur Hayati Proyek

Sumber: Lenggogeni, I. W. (2013). Manajemen Konstruksi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Baca Juga:  Istilah-istilah dalam Microsoft Project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =