ERGONOMI adalah | Pengertian Ergonomi

Posted on 17 views

PENGERTIAN ERGONOMI

ergonomi

ergonomi

Beberapa pendapat perihal ergonomi menurut Nurmianto, istilah ergonomi mulai dicetuskan pada tahun 1949, akan tetapi aktivitas yang berkenaan dengannya mulai telah bermunculan beberapa tahun sebelumnya.

C.T Thackrah, England, 1831. Thackrah ialah seorang dokter dari Inggris yang meneruskan pekerjaan dari seorang Italia bernama Ramazzini. Pada ketika itu Thackrah mengamati sorang penjahit yang bekerja dengan posisi dan dimensi kursi meja yang kurang sesuai secara antropometri, serta pencahayaan yang tidak ergonomis sehingga mengakibatkan membungkuknya badan dan iritasi penglihatan.

F.W. Taylor, USA, 1898. Ia ialah seorang insinyur Amerika yang menerapkan metode ilmiah untuk menentukan cara yang terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan. Beberapa metodenya adalah konsep ergonomic dan manajemen present day.

F.B. Gilbreth, USA, 1911. Gilbreth mengamati dan mengoptimasi metode kerja dalam hal ini lebih mendetail dalam analisa gerakan. Ia menawarkan bagaimana postur membungkuk dapat diatasi dengan mendesain suatu sistem meja yang dapat diatur naik-turun.

Baca: PROSPEK KERJA TEKNIK INDUSTRI | Lulusan Teknik Industri Kerja Apa?

1) Ergonomi Mikro, adalah keilmuan ergonomi yang kita kenal banyak sekarang. Kalau anda pernah mempelajari ergonomi dan mendengar istilah-istilah mirip fisiologi kerja, biomekanika kerja, lingkungan fisik, antropometri, persentil, waktu baku dan lain-lain, hal-hal tersebut adalah keilmuan dalam lingkup ergonomi mikro. Secara umum, ergonomi mikro adalah keilmuan ergonomi dalam lingkup mikro yakni lingkup stasiun kerja (paintings station).

1) Ergonomi Mikro, adalah keilmuan ergonomi yang kita kenal banyak sekarang. Kalau anda pernah mempelajari ergonomi dan mendengar istilah-istilah mirip fisiologi kerja, biomekanika kerja, lingkungan fisik, antropometri, persentil, waktu baku dan lain-lain, hal-hal tersebut adalah keilmuan dalam lingkup ergonomi mikro. Secara umum, ergonomi mikro adalah keilmuan ergonomi dalam lingkup mikro yakni lingkup stasiun kerja (paintings station).

Pembentukan Kelompok Ergonomi. Pembentukan masyarakat peneliti ergonomic (The Ergonomics Research Society) di England pada tahun 1949 melibatkan beberapa profesional yang telah banyak berkecimpung dalam bidang ini. Hal ini menghasilkan jurnal (majalah ilmiah) pertama dalam bidang Ergonomi pada November 1957. Serikat Ergonomi Internasional (The International Ergonomics Association) terbentuk pada tahun 1957, dan The Human Factors Society di Amerika pada tahun yang sama. Disamping itu patut diketahui bahwa Konferensi Ergonomi Australia yang pertama diselenggarakan pada tahun 1964, dan hal ini mencetuskan terbentuknya masyarakat Ergonomi Australia dan New Zealand (The Ergonomics Society of Australia and New Zealand).

Di dalam perancangan alat, perhatian utama ergonomi ialah pada efisiensi yang diukur berdasarkan pada kecepatan dan ketelitian performance insan dalam penggunaan alat. Menurut Sutalaksana (1979), egonomi ialah suatu cabang ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan insan untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman, dan nyaman. Model kawasan kerja secara ergonomi yang meliputi kusi, meja, sikap duduk dan penempatan komputer, mirip Gambar berikut:

TEMPAT KERJA ERGONOMI

TEMPAT KERJA ERGONOMI

Ergonomi dapat berperan p**a sebagai desain pekerjaan pada suatu organisasi, misalnya: penentuan jumlah jam istirahat, pemilihan jadwal pergantian waktu kerja, meningkatkan variasi pekerjaan. Ergonomi dapat p**a berperan sebagai desain aplikasi karena dengan semakin banyaknya pekerjaan yang berkaitan dengan komputer. Ergonomi berkenaan berkenaan p**a dengan meningkatkan secara optimal, efisiensi, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan insan ditempat kerja, di rumah, dan di kawasan rekreasi.

1) Ergonomi Mikro, adalah keilmuan ergonomi yang kita kenal banyak sekarang. Kalau anda pernah mempelajari ergonomi dan mendengar istilah-istilah mirip fisiologi kerja, biomekanika kerja, lingkungan fisik, antropometri, persentil, waktu baku dan lain-lain, hal-hal tersebut adalah keilmuan dalam lingkup ergonomi mikro. Secara umum, ergonomi mikro adalah keilmuan ergonomi dalam lingkup mikro yakni lingkup stasiun kerja (paintings station).

Ergonomi disebut juga sebagai Human Factors. Ergonomi juga digunakan oleh beberapa ahli pada bidangnya misalnya: ahli anatomi, arsitektur, perancangan produk, fisika, fisioterapi, terapi pekerjaan, psikologi, dan teknik industri. Berdasarkan dari pengertian di atas maka dapat mulai dibayangkan, mengapa ergonomi sangat penting. Ergonomi tidak terbatas hanya pada rancangan kursi yang baik atau meja yang ergonomis saja, melainkan jauh lebih luas, yakni merancang metode, alat dan sistem kerja sesuai dengan manusianya (pekerja) atau dikenal dengan istilah Human Centered Design. Hal yang paling unik dari ergonomi itu sendiri ialah perhatian yang sangat besar yang diberikan untuk insan. Insan adalah mahluk yang sangat kompleks. Banyaknya faktor-faktor luar yang saling berinteraksi akan menghipnotis kinerja insan baik sebagai individu maupun kelompok. Segala faktor-faktor luar, beban pekerjaan, dan kapasitas insan yang ia miliki itulah yang dipelajari secara mendalam dalam ilmu ergonomi.

1) Ergonomi Mikro, adalah keilmuan ergonomi yang kita kenal banyak sekarang. Kalau anda pernah mempelajari ergonomi dan mendengar istilah-istilah mirip fisiologi kerja, biomekanika kerja, lingkungan fisik, antropometri, persentil, waktu baku dan lain-lain, hal-hal tersebut adalah keilmuan dalam lingkup ergonomi mikro. Secara umum, ergonomi mikro adalah keilmuan ergonomi dalam lingkup mikro yakni lingkup stasiun kerja (paintings station).

Ergonomi secara umum dibagi menjadi dua cabang ilmu penting yakni, ergonomi mikro dan ergonomi makro. Perbedaannya ialah sebagai berikut:

1) Ergonomi Mikro, adalah keilmuan ergonomi yang kita kenal banyak sekarang. Kalau anda pernah mempelajari ergonomi dan mendengar istilah-istilah mirip fisiologi kerja, biomekanika kerja, lingkungan fisik, antropometri, persentil, waktu baku dan lain-lain, hal-hal tersebut adalah keilmuan dalam lingkup ergonomi mikro. Secara umum, ergonomi mikro adalah keilmuan ergonomi dalam lingkup mikro yakni lingkup stasiun kerja (work station).

2) Ergonomi Makro, adalah keilmuan yang jauh lebih luas. Keilmuan ergonomi makro mencakup organisasi, perusahaan, masyarakat luas atau bahkan negara. suatu subdisiplin ergonomi yang fokus mengkaji mengenai perancangan sistem kerja. Atau suatu sistem pekerjaan terdiri atas personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras dan lunak. Suatu sistem pekerjaan melibatkan dua atau lebih individu yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan umum dalam suatu organisasi. Subdisiplin ergonomi juga berkaitan dengan teknologi yang lain. Ergonomi makro telah dikenal sebagai subdisiplin ergonomi yang terkait dengan relasi insan, organisasi dan teknologi. Ergonomi makro adalah sesuatu yang terintegrasi karena mencakup pengetahuan, metode, dan peralatan dari sistem sosio-teknik, psikologi industri, rancang-bangun sistem, ergonomi fisik, dan ergonomi teori.

Dalam pelaksanaannya, ergonomi makro menghadirkan suatu relung berharga yang tidak satupun dari location ini yang terabaikan. Sebagai ilmu pengetahuan, ergonomi makro mengarahkan mengarahkan untuk berbagi suatu pemahaman sistem pekerjaan, perilaku, atau personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras atau lunak di dalam lingkungan fisik internal, lingkungan eksternal, dan struktur organisasi serta proses agar menjadi lebih baik. Pendekatan makroergonomi adalah suatu proses pemecahan yang sistemik yang selanjutnya dilakukan pengkajian secara holistik dan melalui lintas disiplin ilmu serta melakukan pelibatan komponen atau pihak terkait dengan desain. Lebih jelasnya sistemik diartikan semua faktor yang diasumsikan menghipnotis proses perancangan sistem kerja dan diperkirakan dapat menimbulkan persoalan harus diperhitungkan dengan cara memasukkan kaidah ergonomi dalam setiap tahap perancangan desain. Pemecahan persoalan dilakukan secara holistik yang? Menekankan bahwa semua faktor yang terkait atau yang diperkirakan terkait dengan persoalan yang ada harus dipecahkan secara agresif dan menyeluruh.

Dalam pelaksanaannya, ergonomi makro menghadirkan suatu relung berharga yang tidak satupun dari area ini yang terabaikan. Sebagai ilmu pengetahuan, ergonomi makro mengarahkan mengarahkan untuk berbagi suatu pemahaman sistem pekerjaan, perilaku, atau personil yang saling berinteraksi dengan perangkat keras atau lunak di dalam lingkungan fisik internal, lingkungan eksternal, dan struktur organisasi serta proses agar menjadi lebih baik. Pendekatan makroergonomi adalah suatu proses pemecahan yang sistemik yang selanjutnya dilakukan pengkajian secara holistik dan melalui lintas disiplin ilmu serta melakukan pelibatan komponen atau pihak terkait dengan desain. Lebih jelasnya sistemik diartikan semua faktor yang diasumsikan menghipnotis proses perancangan sistem kerja dan diperkirakan dapat menimbulkan persoalan harus diperhitungkan dengan cara memasukkan kaidah ergonomi dalam setiap tahap perancangan desain. Pemecahan persoalan dilakukan secara holistik yang  menekankan bahwa semua faktor yang terkait atau yang diperkirakan terkait dengan persoalan yang ada harus dipecahkan secara agresif dan menyeluruh.

Konsep dasar yang melatarbelakangi ergonomi ialah adanya perbedaan pada kemampuan dan tuntutan dari pekerjaan itu sendiri, yang selanjutnya disebut sebagai kapasitas (ability) dan tuntutan pekerjaan (demand). Kapasitas haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan, lebih mudah dinyatakan dengan C > D. Kalau components tersebut tidak terpenuhi, maka dapat dipastikan insan dan pekerjaannya akan mengalami persoalan (baik eksklusif maupun tidak). Apa saja persoalan yang dapat terjadi kalau system di atas tidak dipenuhi? Mungkin beberapa istilah ini pernah didengar mirip CTS (Carpal Tunnel Syndrome), MD (Musculoskeletal Disorders) atau lebih dikenal dengan kelainan otot, tulang dan rangka. Nir hanya itu saja, tapi bagi insan juga dapat berdampak mirip ketulian, kecelakaan kerja dan berakibat kematian.

Konsep dasar yang melatarbelakangi ergonomi ialah adanya perbedaan pada kemampuan dan tuntutan dari pekerjaan itu sendiri, yang selanjutnya disebut sebagai kapasitas (ability) dan tuntutan pekerjaan (demand). Kapasitas haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan, lebih mudah dinyatakan dengan C > D. Kalau components tersebut tidak terpenuhi, maka dapat dipastikan insan dan pekerjaannya akan mengalami persoalan (baik eksklusif maupun tidak). Apa saja persoalan yang dapat terjadi kalau system di atas tidak dipenuhi? Mungkin beberapa istilah ini pernah didengar mirip CTS (Carpal Tunnel Syndrome), MD (Musculoskeletal Disorders) atau lebih dikenal dengan kelainan otot, tulang dan rangka. Nir hanya itu saja, tapi bagi insan juga dapat berdampak mirip ketulian, kecelakaan kerja dan berakibat kematian.

Konsep dasar yang melatarbelakangi ergonomi ialah adanya perbedaan pada kemampuan dan tuntutan dari pekerjaan itu sendiri, yang selanjutnya disebut sebagai kapasitas (capacity) dan tuntutan pekerjaan (demand). Kapasitas haruslah selalu lebih besar dari tuntutan pekerjaan, lebih mudah dinyatakan dengan C > D. Kalau formula tersebut tidak terpenuhi, maka dapat dipastikan insan dan pekerjaannya akan mengalami persoalan (baik eksklusif maupun tidak). Apa saja persoalan yang dapat terjadi kalau formula di atas tidak dipenuhi? Mungkin beberapa istilah ini pernah didengar mirip CTS (Carpal Tunnel Syndrome), MD (Musculoskeletal Disorders) atau lebih dikenal dengan kelainan otot, tulang dan rangka. Nir hanya itu saja, tapi bagi insan juga dapat berdampak mirip ketulian, kecelakaan kerja dan berakibat kematian.

Istilah ergonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu ergon berarti kerja dan nomos berarti aturan atau hukum alam (natural regulation). Ergonomi ialah suatu cabang ilmu yang secara sistematis memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan insan untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman dan nyaman.

Istilah ergonomi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani, yaitu ergon berarti kerja dan nomos berarti aturan atau hukum alam (natural law). Ergonomi ialah suatu cabang ilmu yang secara sistematis memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan insan untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem itu dengan baik, yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui pekerjaan itu dengan efektif, aman dan nyaman.

Nurmianto, Eko. 2008,? Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS

Nurmianto, Eko. 2008,? Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS

Nurmianto, Eko. 2008,? Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS

Nurmianto, Eko. 2008,  Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Teknik Industri-ITS

Pulat, B.M, 1992, Fundamentals of Industrial Ergonomics, Hall International, Englewood Cliffs, New Jersey, USA.

Baca Juga:  Metode Pelaksanaan Konstruksi [2]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − 4 =