DEFINISI HARGA DAN PENTINGNYA PENETAPAN HARGA

  • Share

Taktik spesifik yang digunakan perusahaan untuk menetapkan harga barang atau jasa, bertolak dari taktik pemasaran yang diformulasikan untuk mencapai tujuan perusahaan. Para pemasar menggunakan harga barang yang di produksi dan dijual untuk menarik pelanggan dari banyak sekali segmen. Para pemasar juga menentukan harga yang menarik konsumen pada segmen kecil dari sebuah pasar yang besar.

Harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan kepada suatu barang dan jasa atau jumlah dari nilai yang ditukarkan pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa. Harga dapat didefinisikan secara sempit sebagai jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa atau dapat didefinisikan lebih luas sebagai jumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk keuntungan memiliki dan menggunakan produk atau jasa.

Baca juga: PENGEMBANGAN PRODUK BARU DAN STRATEGI SIKLUS HIDUP PRODUK Analisa Pasar

Meskipun peranan faktor nonharga makin meningkat pada proses pemasaran present day, harga tetap menjadi elemen penting dalam bauran pemasaran, karena:

? Harga adalah satu-satunya elemen dalam bauran pemasaran yang mendatangkan pendapatan; semua elemen lainnya melambangkan biaya

? Harga juga adalah salah satu elemen yang paling fleksibel dalam bauran pemasaran

? Nir mirip fitur produk dan komitmen saluran, harga dapat dinaikkan atau diturunkan dengan cepat

1.  Penetapan Harga – Persepsi Nilai Pelanggan

Penetapan harga yang baik dimulai dengan memahami keseluruhan nilai suatu produk atau jasa yang diciptakan bagi pelanggan dan menetapkan harga yang dapat menangkap nilai tersebut. Persepsi pelanggan dari nilai produk menetapkan batas atas harga jika pelanggan merasa bahwa harga lebih besar daripada nilai produk, mereka tidak akan membelinya.

Baca Juga:  Peraturan Daerah Tentang Bangunan Gedung di Kabupaten/Kota se Provinsi Gorontalo

Penetapan harga berdasarkan nilai menggunakan persepsi nilai dari pembeli, bukan dari biaya penjual, sebagai kunci dari penetapan harga.Perusahaan dapat mengejar salah satu dari dua jenis penetapan harga berdasarkan nilai, penetapan harga berdasarkan nilai yang baik termasuk memberikan kombinasi yang sempurna dari kualitas dan layanan yang baik pada harga yang wajar

Perusahaan yang menggunakan penetapan harga berdasarkan nilai harus menemukan nilai-nilai yang pembeli berikan untuk penawaran kompetitif yang berbeda. Namun, hal itu acapkali kali sulit untuk mengukur nilai pelanggan yang akan dikaitkan dengan produknya.

Baca juga:Analitical Hierarcy Process (AHP) reputation/gengsi sangat sulit.

Namun, konsumen akan menggunakan nilai-nilai tersebut untuk evaluasi perusahaan dan digunakan oleh perusahaan untuk mengukurnya. Perusahaan dapat menanyai kepada konsumen berapa harga yang ingin dia bayar? Kalau makan di restoran tersebut.

Namun, konsumen akan menggunakan nilai-nilai tersebut untuk evaluasi perusahaan dan digunakan oleh perusahaan untuk mengukurnya. Perusahaan dapat menanyai kepada konsumen berapa harga yang ingin dia bayar  kalau makan di restoran tersebut.

Penetapan harga berdasarkan nilai baik.

Penetapan harga ini berdasarkan kombinasi yang sempurna antara kualitas dan layanan yang baik dengan harga yang wajar. Tipe penting dari penetapan harga berdasarkan nilai baik dalam tingkat eceran ialah penetapan harga rendah setiap hari ( Everyday low pricing – EDLP ) dengan kata lain mengurangi harga dengan tetap pelayanan dan kualitas yang sama.

Penetapan harga berdasarkan nilai tambah.

Taktik ini berpendapat, daripada memotong harga untuk menyamai pesaing, mereka lebih baik menambahkan fitur, layanan nilai tambah untuk membedakan penawaran mereka  dan menaikan harga.

2. Penetapan Harga ? Biaya Perusahaan dan Biaya Produk

Jika biaya perusahaan lebih besar daripada biaya pesaing untuk memproduksi dan menjual produk, perusahaan harus mengenakan harga yang lebih tinggi atau menerima laba lebih sedikit, sehingga menyebabkan kerugian kompetitif. Biaya general ialah jumlah dari biaya tetap dan variabel untuk setiap tingkat produksi, manajemen ingin mengenakan biaya yang setidaknya sanggup menutupi biaya overall pada suatu tingkat produksi tertentu.

Harga yang ditetapkan oleh perusahaan akan berada di antara tingkat harga yang terlalu tinggi untuk menciptakan sebuah permintaaan dan tingkat harga yang terlalu rendah untuk menciptakan laba. Persepsi pelanggan perihal nilai menetapkan batas atas harga, sedangkan biaya perusahaan dan produk menetapkan batas bawah harga, jika perusahaan menawarkan harga di bawah biayanya, perusahaan akan mengalami kerugian.

Baca Juga:  Mobile Training Unit (Unit Pelatihan Keliling), Sebuah Solusi Bagi Pembinaan Jasa Konstruksi di Daerah

Penetapan harga berdasarkan biaya meliputi penetapan harga berdasarkan biaya produksi, distribusi, dan penjualan produk ditambah tingkat pengembalian yang wajar untuk perjuangan dan risiko. Biaya adalah pertimbangan penting dalam menetapkan harga, namun penetapan harga berdasarkan biaya cenderung digerakkan oleh produk dan bukannya digerakkan oleh pelanggan.

Jika biaya perusahaan lebih besar daripada biaya pesaing untuk memproduksi dan menjual produk, perusahaan harus mengenakan harga yang lebih tinggi atau menerima laba lebih sedikit, sehingga menyebabkan kerugian kompetitif. Biaya general ialah jumlah dari biaya tetap dan variabel untuk setiap tingkat produksi, manajemen ingin mengenakan biaya yang setidaknya sanggup menutupi biaya overall pada suatu tingkat produksi tertentu.

Baca juga:PRODUK, JASA, DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK

Baca juga:PRODUK, JASA, DAN STRATEGI PENENTUAN MEREK | Analisa Pasar

Untuk menetapkan harga secara bijaksana, manajemen juga perlu mengetahui bagaimana biaya mereka bervariasi pada tingkat produksi yang berbeda dan akumulasi pengalaman produksi. Penetapan harga berdasarkan biaya termasuk penetapan harga berdasarkan biaya plus dan penetapan harga berdasarkan titik impas (penetapan harga berdasarkan sasaran keuntungan).

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

eleven − ten =