Cara perbaikan atau Perawatan komponen hidrolik

Posted on 5 views

Cara Pemugaran atau Perawatan Komponen Hidrolik

Pemugaran Komponen Hidrolik

Pada bagian ini anda akan mempelajari cara-cara memperbaiki setiap komponen hidrolik yang mengalami kerusakan. Ternyata sebagian besar gangguan pada sistem hidrolik disebabkan adanya kerusakan pada komponen. Apakah setiap komponen yang rusak itu mesti rusak semua bagiannya? Tentu saja tidak. Mungkin hanya sebagian kecil yang rusak sehingga dapat kita perbaiki, mungkin juga sebagian besar dari komponen itu rusak sehingga tidak dapat di perbaiki lagi.

Untuk mempelajari cara-cara perbaikan komponen, anda akan mempelajari dari setiap komponen itu mengenai hal-hal berikut :

      1.Diskripsi perihal fungsi-fungsi komponen (sudah dipelajari sebelumnya).

      2.Gambar komponen (dapat dilihat pada modul hidrolik 1 dan hidrolik 2).

3.Bentuk kerusakan.

4.Penyebap terjadinya kerusakan.

5.Cara mengatasi kerusakan.

Baca juga : Daur Hayati Proyek

Ingat bahwa :Mekanisme perbaikan setiap komponen juga harus sesuai dengan sistematika perbaikan yang telah dibahas di depan.

Pompa Berisik (Noisy).

Penyebab

Mengatasi / memperbaikinya

 1.Udara bocor masuk kedalam sistem.

  2.Timbul gelembung udara dalam saluran masuk.

Three. Terjadi cavitation

(rongga dalam pipa/saluran hidrolik).

 Four.Ada bagian yang rusak atau hilang.

Five. Sudu atau kipas dari

pompa ada yang macet atau pada katup atau pada piston.

  6.Filter dan strainer sangat kotor atau terlalu kecil.

 7.Pompa berputar terlalu cepat.

8.Pompa lepas dari

motornya.

  •     Pastikan bahwa permukaan oli dalam tangki hidrolik masih pada garis batas sehingga pipa intake masih di bawah permukaan oli, jadi tidak menyedot.
  •  Periksa setiap sambungan yang memungkinkan adanya kebocoran mirip seal poros pompa, sambungan pipa atau tubing (konektor).
  •    Cara menemukan kebocoran adalah dengan menuangkan oli pada bagian yang dicurigai bocor, kemudian jika berisiknya berhenti berarti anda telah menemukannya.
  •   Perbaikilah bagian tersebut dengan mengeraskan baut konektornya atau mengganti seal. (Ingat mengeraskan baut hanya secukupnya asal bocor telah berhenti).
  •   Permukaan oli turun atau pipa intake terpasang di atas permukaan oli.
  •   Tambah oli atau betulkan pemasangan pipaintake .
  • Kemungkian saluranintaketersumbat, ada bagian yang sobek (berlubang), saringan tersumbat dan pipanya bocor, oli terlampau kental dan sebagainya.
  •   Atasi kemungkinan tersebut dengan membersihkan bagian yang tersumbat, mengganti yang sobek, mengganti oli yang terlalu kental dan sebagainya.
  •  Periksa manufacture’s maintenance instruction.
  •   Kencangkan semua baut-baut pengikat dimana terdapat kebocoran.
  •    Ganti gasket atau packing yang kira-kira aus.
  •   Jika kekentalan oli kurang cocok, ganti saja.
  •     Bagian dari komponen mungkin tertusuk (kemasukan) tatal logam atau sepotong benda atau terlilit majun. Jika demikian bersihkanlah dan setel kembali.
  •    Jika karena oli yang digunakan terlalu pekat ata benyak endapan sehingga komponen menjadi seret (keset) atau susah bergerak, maka bersihkan dengan larutan pembersih, keringkan baru dipasang lagi.
  •     Jika karena korosi dan sudah terlalu jelek, sebaiknya diganti saja dan periksa oli apakah mempunyai daya tahan terhadap korosi.
  •   Bersihkan filter dan strainer dengan pembersih yang cocok.
  •     Ganti filter dan strainer jika terlalu kecil.
  •    Gunakan oli yang dengan kualitas baik yang tidak mudah menawarkan endapan.

  •    Periksa buku manual untuk mengetahui berapa putaran maksimum yang direkomendasikan.
  •   Periksa motor penggerak, puli, dan ukuran roda, barang kali ada yang mengganti. Untuk itu sesuaikan/ betulkan sesuai dengan yang direkomendasikan.
  •    Periksa kelurusan (alignment) dari puli pompa dan puli motor. Karena belt dapat lepas disebabkan puli tidak lurus (misalignment) atau terlalu kendor. Keadaan ini kemungkinan disebabkan overheating.
  •   Betulkan alignment dengan menyetel kembali kelurusan puli-puli tersebut.
  •     Setel juga jarak antara puli agar belt tidak terlalu kendor.

Baca juga : Fungsi Manajemen Proyek Konstruksi

Pompa tidak memompa.

Penyebab

Mengatasi / memperbaikinya

1.Putaran poros pompa

terbalik.

  2.Saluran hisap tersumbat.

3.Permukaan oli turun

(terlalu rendah).

 4.Udara masuk ke dalam saluran hisap (intake).

5. Putaran poros pompa

terlalu rendah.

6. Oli terlalu kental.

7. Kerusakan mekanik

mirip lepas kopling,

poros patah dan

sebagainya.

  •    Jika terjadi demikian segeralah dimatikan.
  •    Periksa penginstalan motor, belt, roda gigi dan sebaganya. Biasanya kesalahan penginstalasian motor 3 phase acapkali membuat motor berputar terbalik.
  •   Betulkan penginstalasian motor dengan memindahkan pemasangan kabel.
  •  Jika belt terpasang bersilang juga mengakibatkan putaran terbalik, maka luruskan.
  •   Periksa pipa saluran dari tangki ke pompa.
  •     Jika ada pipa yang tersumbat, bersihkan.
  •   Jika filter atau strainer tersumbat , bersihkan.
  •   Tambahkan oli sehingga saluran intake terendan oli.
  • Tuangkan oli pada bagian yang anda curigai bocor, jika bunyi beisiknya berhenti berarti dibagian itulah yang bocor.
  • Kencangkan baut-baut pengikatnya atau perapatnya.
  • Putaran pompa hidrolik telah ditentukan semenjak perencanaan. Jika putaran terlalu rendah kemungkinan pompa tidak memompa. Untuk ituperiksa berapa putaran pompa yang direkomendasikan.
  • Turunnya putaran kemungkinan terjadi selip pada belt, maka betulkan (kencangkan) atau mungkin kena oli, bersihkan.
  • Mungkin salah puli yang dipasang (terlalu besar), ganti dengan puli yang sesuai perbandingannya.
  • Keluarkan oli yang terlalu kental kemudian ganti dengan oli yang sesuai.
  • Gantilah bagian yang rusak tersebut dan ingat penggantinya harus sesuai dengan spesifikasi yang diganti.

Baca juga:

Penjadwalan waktu dengan metode jalur kritis atau Critical Path Method (CPM) pada manajemen proyek

Bocor di sekeliling pompa.

Penyebab

Mengatasi / memperbaikinya

1. Perfak (packing) aus.

  •    Kencangkan penjepitan perfak atau jika tidak sembuh berarti packing beanar-benar sudah aus. Maka gantilah dengan yang baru.
  •   Jika kebocoran disebabkan oleh abrasi oli, maka segera periksa bagian mana yang mengikis perfak dan perbaikilah.

Overheating.

Penyebab

Mengatasi / memperbaikinya

  1.Viskositas oli terlalu tinggi.

 2.Kebocoran dalam terlalu besar.

 Three.Terlalu acapkali membuang oli pada comfort valve.

  4..Penyetelan/perakitan

bagian-bagian pompa

yang tidak tepat

(kurang kencang, kurang lurus, kurang sejajar).

  5.Pendingin oli tersumbat

  •    Ganti dengan oli yang kekentalannya sesuai dengan yang direkomendasikan.
  •     Jika bekerja pada suhu yang relatif tinggi
  •    Gunakan oli dengan indeks viskositas yang tinggi.
  •   Periksalah keausan dan kehilangan perapatan, kemudian perbaiki dan setel kembali.
  •   Viskositas oli terlalu kecil (encer), gantilah dengan oli yang sesuai.
  •   Terlalu banyak oli yang dilepas lewat relief valve akan menyebabkan panas juga, maka jika demikian setel kembali (reset) relief valve.
  •    Bagian-bagian yang kendor, tidak sejajar, missalignment, menyebabkan ukiran yang besar dan menimbulkan panas.
  •   Periksa dan setel kembali sampai tepat.Bersihkan pendingin oli dengan meniup sampai bersih atau semprotkan bahan pelarut.

Mesin bekerja tak teratur (Erratic action).

Penyebab

Mengatasi / memperbaikinya

 1.Katup-katup, piston dan sebagainya

kemungkinan bengkok

atau seret.

2. Mesin sangat lamban

pada waktu start

pertama.

  •    Pertama-tama periksalah bagian yang dicurigai mendapat kelainan mekanik mirip misalignment pada poros, keausan bearing dan sebagainya.
  •     Carilah tanda-tanda oli yang kotor, oli mengandung vernish, endapan dan sebagainya.
  •   Untuk bagian yang aus perlu diganti, yang bengkok diluruskan jika mungkin.
  •   Tapi ingat bahwa pemakaian oli yang salah dapat mengakibatkan kerusakan mekanik.
  •    Ini biasanya disebabkan oli yang terlalu kental, oleh karena itu warming up mesin beberapa waktu.

Tabel 5.6. Diagnosa mesin bekerja tak teratur.

5.4.3.6. Tekanan dalam sistem rendah.

Penyebab

Mengatasi / memperbaikinya

 1.Relief valvedisetel terlalu rendah.

2.Relief valveterbuka

(terganjal).

  Three.Kebocoran pada sistem.

Four.Rusak, aus atau macet

pada komponen pompa.

   5.Salah penyetelan katup sehingga terjadi hubung singkat oli (oil shorted circuited) yang eksklusif kembali ke tangki .

  •    Untuk memeriksa penyetelanrelief valve, bloklah saluran buangnya dan periksalah tekanan pada saluran denganpressure gauge.
  •  Setel relief untuk tekanan yang dikehendaki.
  •    Bersihkan kotoran atau lumpur (endapan) yang mengganjalrelief valve.
  •   Katup yang terganjal ini pertanda bahwa oli yang digunakan kotor, maka bersihkanlah dengan menyaring lagi oli tersebut.
  •    Periksalah seluruh sistem. Kebocoran yang besar pada bagian yang terbuka mudah untuk dideteksi, tetapi kebocoran juga acapkali terjadi pada pipa yang tersembunyi. Untuk mendeteksi kebocoran tadi caranya, pasang pressure gauge pada saluran, tekan dekat pompa, kemudian bloklah sirkuit dengan cepat. Jika pressure gauge menawarkan penurunan tekanan berarti ada kebocoran di antara titik pengecekan sebelumnya dan titik pressure gauge ini.
  •   Perbaiki kebocoran dengan mengganti pipa.
  •   Untuk memeriksanya, pasang pressure gauge dan bloklah sistem pada seberang (dekat) relief valve. Jika tekanan tidak meningkat sedangkan relief valve ialah sehat berarti pompa tidak memompa atau dikatakan ada kelainan atau kerusakan mekanik dalam pompa.
  •     Gantilah bagian yang rusak atau aus itu dengan komponen yang sesuai.
  •   Kesalahan atau keausan pada katup-katup, piston dan silider dapat menyebabkan kelainan ini .Gantilah bagian-bagian yang aus tersebut dengan komponen baru yang sesuai. Hingga disini anda telah menyelesaikan bahasan perihal perbaikan komponen hidrolik, selanjutnya selesaikanlah tugas-tugas pada lembar tugas anda.

Pemugaran/Overhol Sistem Hidrolik.

Pada bagian ini anda akan mempelajari sistematika mengoverhol sistem hidrolik, sehingga anda akan bisa nantinya melaksanakan overhol sistem hidrolik di bengkel anda. Apakah ada perbedaan antara perbaikan dan overhol sistem hidrolik? Tentu saja ada. Perbedaannya adalah bahwa overhol itu adalah perbaikan secara menyeluruh dari kerusakan mesin / peralatan yang disebabkan oleh keausan atau karena umur pemakaian sudah mencapai jumlah jam kerja yang ditetapkan. Misal 4000 jam kerja untuk sistem hidrolik pada alat berat . Jadi untuk overholini tidak harus ada diagnose karena memang sudah diprediksi/diketahui rusak total. Sistematika pelaksanaanoverhol hampir sama dengan sistematika perbaikan. Untuk itu pelajarilah uraian berikut!

Baca juga:

Perencanaan Penjadwalan dengan Metode Jaringan Kerja Activity On Arrow (AOA)

Perencanaan Overhol (Overhol Rencana).

Untuk overhol ini perlu adanya perencanaan yang matang agar lancar pelaksanaannya, tidak boros pembiayaan dan masih menguntungkan. Apa sajakah yang harus direncanakan sebelum pelaksanaan overhol itu?

Hal-hal berikut inilah antara lain yang perlu direncanakan:

1. Perhitungan overhol dan pembiayaan (budgeting), meliputi:

      a. Perhitungan jenis pekerjaan yang harus dilaksanakan dalam overhol, misalnya pekerjaan bongkar-pasang, pengangkatan (dengan alat berat), pekerjaan pemesinan, pekerjaan elektroplating dan sebagainya. Hal ini perlu diperhitungkan karena akan menyangkut dengan biaya.

   b. Perhitungan waktu pengerjaan. Berapa lama mesin/alat akan dioverhol sangat menentukan proses produksi karena semakin lama mesin / alat tidak beroperasi semakin banyak kerugian.

     c. Perhitungan tenaga kerja meliputi tenaga ahli hingga tenaga biasa direncanakan baik kawasan kerjanya, lama bekerja dan upah kerjanya.

d. Perhitungan biaya meliputi biaya tenaga kerja, biaya alat, biaya bahan maupun biaya perbaikan komponen atau penggantian komponen. Mengenai perbaikan atau penggantian komponen perlu

dipertimbangkan yang mana lebih murah dan lebih baik.

     2. Teknisi overhol. Untuk overhol sistem hidrolik ini akan memerlukan beberapa teknisi dari beberapa jenis keahlian, antara lain:

a. Teknisi hidrolik.

b. Teknisi listrik dan elektronik.

c. Teknisi mekanik.

3. Penjadwalan Overhol (Overhol Time tabling).

     a. Jadwal pelaksanaan overhol, maksudnya kapan overhol ini dilaksanakan sesuai dengan acara kerja perusahaan.

      b. Jadwal pembongkaran (dismatling)dan pemeriksaan komponen.

      c  Jadwal perbaikan / penggantian komponen.

      d. Jadwal penyatuan kembali (reasembling) dan pengujian akibat overhol.

Isolasi mesin/peralatan yang akan dioverhol.

Yang dimaksud denagan isolasi mesin/peralatan yang akan dioverhol adalah memindahkan atau memisahkan mesin tersebut ke bengkel overhol agar terpisah dari mesin/peralatan yang sedang beroperasi. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan overhol tidak terganggu dan juga tidak mengganggu. Yang perlu diperhatikan dalam isolasi ini antara lain;

     1. Mekanisme isolasi. Mekanisme yang telah ditetapkan oleh perusahaan perlu dipatuh bersama. Misalnya siapa yang harus melakukan, kapan waktunya, alat apa yang memenuhi syarat yang akan dipergunakan dan sebagainya.

    2. Mekanisme keselamatan kerja. Agar keselamatan dan kesehatan kerja terjamin kita harus mematuhi prosedur yang berlaku secara umum maupun prosedur yang ada di perusahaan. Spesifik untuk sistem hidrolik misalnya, perlu mengosongkan oli bertekanan yang masih ada di dalam sistem.

     3.  Menawarkan label (tagged) pada sub assembly yang nantinya akan dipisah-pisahkan untuk mempermudah pada waktu penyatuan kembali (reassembling).

Inspeksi Komponen.

Yang dimaksud dengan pemeriksaan komponen adalah pemeriksaan mirip apa bentuk dan jenis kerusakan komponen tersebut kemudian dianalisis dan diuji sejauh mana/seberat apa kerusakan tersebut terjadi.

Langkah-langkah pemeriksaan ialah sebagai berikut:

    1. Membongkar/memindahkan komponen dari induk mesin/peralatan. Setiap komponen atau sub assembly dicabut (dipindahkan) dari induk mesin/peralatan kemudian dikirim ke bengkel yang sesuai misalnya sub assembly gear box dikirim ke bengkel mekanik, sub.assembly kelistrikan dikirim ke bengkel listrik dan sebagainya. Ingat! label atau tagged pada setiap sub.assembly jangan hingga hilang.

  2. Dismantling atau pembongkaran. Pembongkaran komponen menjadi bagian-bagian terkecil dari komponen atau bijian, hal ini perlu dicermati dan selalu memperhatikan gambar susunan pada maintenance manual. Alat pembongkaran mirip alat pengencang / pengendor, atau alat pemukul, atau alat pemotong harus benar-benar sesuai atau cocok dengan pekerjaan yang sedang ditangani. Setelah pembongkaran selesai kemudian proses pembersihan atau pencucian dari bagian-bagian terkecil agar mudah diidentifikasi dan diperiksa.

  3. Inspeksi atau pengujian komponen. Karena overhol ialah proses perbaikan menyeluruh dari kerusakan total disebabkan keausan maka untuk bagian-bagian komponen sistem hidrolik yang diprediksi telah aus mirip seal-seal, bearing, pasak/pena dan lain-lainnya, absolut sudah harus diganti kerena aus. Jadi tidak perlu diperiksa lagi. Tetapi bagian-bagian yang lain mirip piston,piston rod, cylinder barrel, valve tube, valve disc,control plungerdan lain sebagainya perlu diperiksa/ditest apakah kondisinya masih baik atau sudah cacat misalnya pengurangan demensi,perubahan bentuk mirip bengkok, tidak sentris atau bahkan retak atau patah.

   4. Inspeksi dan pengujian harus dilakukan oleh teknisi ahli dan didukung dengan alat pemeriks/alat uji yang memadai di bengkel atau lab masingmasing. Ini semua harus dilaksanakan dengan cermat karena hasilnya akan digunakan sebagai landasan pengambilan keputusan selanjutnya.

   5. Pengambilan keputusan. Dari akibat pemeriksaan dan pengujian kerusakan tadi anda dapat mengambil keputusan apakah bagian tersebut perlu diganti dengan yang baru atau cukup diperbaiki saja. Misalnya poros yang bengkok diluruskan, valve disc yang berkurang ukurannya dapat dilapis lagi (elektro plating) dan sebagainya. Tentu saja harus diperhitungkan bahwa perbaikan ini dijamin akan mencapai kualitas yang sama dengan yang baru dengan biaya lebih murah.

     Baca juga :

    Pengertian Time Study, pengertian Rate, rumus Standard time, rumus Basic time, Keterbatasan Time Study

Aplikasi Pemugaran Komponen.

1.Teknisi Pemugaran. Dalam menetapkan personel untuk melaksanakan perbaikan ini harus diadaptasi antara kerusakan komponen yang akan diperbaiki dengan kompetensi teknisi pelaksana perbaikan. Kemungkinan memerlukan teknisi ahli apabila memerlukan perbaikan yang sangat presisi.

     2.Kawasan Pemugaran. Maksudnya adalah apakah pelaksanaan perbaikan itu di bengkel sendiri atau harus ke bengkel di luar perusahaan. Karena tidak semua keahlian dan peralatan untuk perbaikan itu dimiliki oleh suatu perusahaan maka pada perbaikan komponen tertentu perlu dibawa ke bengkel lain. Misalnya untuk memperbaiki eksentrisitas dan menguji sentrisitasnya atau untuk perlakuan panas dan sebagainya.

   3.Alat perbaikan dan alat testing. Alat-alat perbaikan adalah faktor penentu keberhasilan perbaikan. Oleh karena itu perlu kiranya alat-alat perbaikan tersebut memenuhi persyaratan teknis. Demikian juga alat pengujian(testing tools)harus memenuhi syarat (terstandar), karena apabila alat ujinya tidak standar maka akibat perbaikannya pun tidak akan memenuhi standar.

  4. Pengetesan akibat perbaikan komponen. Setiap akibat perbaikan, sekecil apapun bagian komponen tersebut, perlu dites sebelum dirakit kembali ke dalam komponen induknya dengan mempergunakan alat-alat tes yang telah disebutkan di atas.

Penyatuan Kembali(Reassembling).

Penyatuan kembali ataureassemblingadalah pekerjaan akhir dari proses perbaikan atau overhol. Kegiatanreassemblingini sangat tergantung pada pelaksanaan perbaikan komponen. Oleh karena itu monitoring pelaksanaan perbaikan harus dilaksanakan secara konsisten agar jadwal perbaikan yang telah ditetapkan dapat terlaksana secara sempurna. Langkah-langkah reassemblingdapat anda ikuti sebagai berikut :

    1. Persiapan. Hal pokok yang harus dilakukan dalam persiapan ini ialah mengumpulkan komponen-komponen yang telah selesai diperbaiki baik yang diperbaik di dalam bengkel sendiri atau pun yang di bengkel luar.

   2. Periksalah semua komponen apakah sudah terkumpul semuanya dan cocokan dengan gambar kerja. Disamping itu tentu saja dipersiapkan p**a alat-alat perakitan dan alat penunjangnya mirip alat angkat, alat keselamatan kerja.

   3. Jangan lupa persiapkan p**a bahan-bahan yang diharapkan mirip oli, grease, selang, udara kempa, kabel dan lain sebagainya.

   4. Aplikasi perakitan. Biasanya sistem hidrolik adalah bagian atau sub.sistem dari suatu mesin / peralatan. Dengan demikian pelaksanaan overholnya kemungkinan bersamaan dengan sub-sistem yang lain tetapi dapat juga hanya sub-sistem hidrolik saja yang dioverhol. Komponen yang akan dirakit kembali ini ialah komponen yang telah selesai diperbaiki dan telah dikumpulkan dan juga komponen-komponen baru(replacement) mirip :seal, bearing, selang, pegas, cincin washer dan lain sebagainya.

   5. Dalam pelaksanaan perakitan ini harus selalu dimonitor oleh Supervisor agar tidak terjadi kesalahan. Setelah selesai perakitan, Supervisor perakitan harus memeriksa kembali akibat kerja stafnya sebelum menyerahkan mesin / peralatan yang dioverhol ke bagianquality controldanquality assurance.

Pengujian Akibat Overhol.

Untuk pengujian akibat overhol sistem hidrolik yang perlu dilakukan ialah :

   1. Uji tampak yaitu diperiksa/diamati tata letak pemasangan komponennya, kerapian pemasangan selang-selangnya, kebenaran posisi setiap komponen dan lain lainnya. Apabila secara fisual belum dapat diterima maka bagianquality controlperlu mengembalikan akibat overhol tersebut untuk diperbaiki lagi.

    2. Uji fungsi yaitu menguji setiap komponen apakah sudah dapat bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing komponen. Pengujian ini dengan cara menjalankan/menggerakkan semua bagian yang bergerak tanpa beban sambil diamati apakah jalannya / gerakannya sudah sesuai dengan yang diperlukan.

   3. Uji coba atau running test yaitu pengujian akibat perbaikan/ overhol, setelah melalui pengujian sebelumnya, dengan cara mengoperasikan mesin/peralatan dengan dibebani mulai dari beban ringan sampai beban penuh selama waktu yang telah ditetapkan. Apabila dalam pengujian masih terdapat kelainan-kelainan maka bagianquality controlperlu mengembalikan lagi mesin/peralatan tersebut untuk disetel atau diperbaiki kembali hingga berhasil dengan baik.

Setelah semua pengujian selesai dan dinyatakan baik maka bagianqualityassurancemengeluarkan sertifikat tanda uji bahwa mesin/peralatan tersebut telah layak untuk dioperasikan lagi.

Serah Terima(Recommisioning).

Yang dimaksud denganrecommisioningadalah penyerahan kembali mesin/ peralatan yang telah selesai dioverhol dari bagian maintenance ke bagian produksi (lini produksi) atau bagian pemakai mesin/peralatan tersebut atau ke pelanggan yang menggunakan jasa overhol di bengkel ini untuk digunakan atau dioperasikan lagi.

MekanismeRecommisioning HydraulicSistem.

Dalam penyerahan dan pemakaian kembali mesin/peralatan yang telah selesai dioverhol ditempuhlah prosedur berikut :

   1. Kepala bengkel melaporkan akibat perbaikan/overhol kepada pimpinan perusahaan lengkap dengan data-data akibat perbaikan/overhol dan akibat pengujiannya.

2. Pimpinan perusahaan memastikan kebenaran laporan.

     3. Jika mesin dipakai di perusahaan sendiri maka pimpinan perusahaan melimpahkannya kepada pimpinan produksi atau pimpinan pemakai mesin tersebut.

    4. Jika mesin ialah kepunyaan pelanggan maka pimpinan perusahaan memberitahukan kepada pelanggan agar yang bersangkutan mengambilnya.

5.  Mesin akibat perbaikan/overhol diserah terimakan.

    6. Mekanisme penyerahan juga difokuskan pada prosedur adaministrasi. Hal ini terserah kepada sistem administrasi perusahaan yang bersangkutan .

Verivikasi akibat perbaikan/overhol.

Mesin akibat perbaikan/overhol yang telah diserah terimakan, perlu diverivikasi terlebih dulu sebelum dioperasikan untuk produksi. Langkah-langkahnya ialah sebagai berikut :

   1. Pemasangan kembali (reinstalling) yaitu memasang kembali mesin/ peralatan akibat overhol, yang kemungkinan kembali ke kawasan semula atau mungkin pindah ke kawasan lain. Jika kembali ke kawasan semula tentu saja sarana penunjangnya masih lengkap mirip fondasi, kabel listrik dan kelengkapannya, saluran udara kempa (bagi mesin yang memerlukan) dan lain sebagainya. Tetapi jika pindah kawasan, barang kali sarana-sarana penunjang tadi perlu dibuat lagi instalasinya. Setelah semuanya lengkap dan terpasang kemudian mesin/peralatan diperiksa kedatarannya (leveling), dan dikencangkan pengikatannya sekuat mungkin. Setelah itu baru disambungkan ke sumber tegangan listrik dan sumber udara kempa.

     2. Inspeksi pra pengoperasian yaitu apakah oli hidrolik maupun oli pelumas telah diisi sesuai dengan ketentuan, apakah kabel-kabel listrik telah tersambung dengan baik, saluran udara kempa (bagi yang perlu) apakah sudah tersambung denga baik, apakah sistem pendinginan sudah siap dan sebagainya.

    3. Pembuktian kebenaran operasi mesin/peralatan yaitu pengoperasian percobaan kembali oleh operator, apakah mesin/peralatan dapat dioperasikan mirip semula.

    4. Pengoperasiannya mirip uji coba (running test) selama waktu yang telah ditetapkan. Setelah mesin/peralatan akibat perbaikan/overhol selesai diuji coba pada lini produksi dan hasilnya memuaskan maka surat tanda serah terima ditanda tangani. Jika masih ada hal-hal yang perlu penyempurnaan maka bengkel perbaikan/overhol seharusnya masih bertanggung jawab untuk menyempurnakan akibat perbaikan tersebut.

Updating Administrasi Pemeliharaan.

Updating administrasi pemeliharaan yaitu memperbaharui kartu-kartu mirip kartu mesin, kartu pemakaian, kartu pengoperasin mesin (jika mungkin ada perubahan karena ada yang dimodifikasi) dan laporan . Agar proses pemeliharaan selanjutnya berjalan dengan baik, lancar dan berkesinambungan perlu kiranya ada dukungan administrasi yang memadai .

Baca juga:

Bahan Tambahan Beton, Bahan Kimia Tambahan Beton, Pozolan, Serat Beton

Macam-macam kegiatan administrasi pemeliharaan antara lain :

1.Jadwal Pemeliharaan.

Kegiatan pemeliharaan preventive perlu dijadwalkan misalnya kegiatan mana yang dilaksanakan secara harian(daily), mingguan(weekly), bulanan (monthly),enam bulanan(six monthly)dan tahunan(yearly). Jadwal ini harus dibuat berdasarkan petunjuk dari buku petunjuk pemeliharaan (maitenace manual). Dengan jadwal tersebut berarti kita sebagai teknisi atau pun sebagai superviser dapat mempedomani untuk bekerja.

2.Kartu Pemeliharaan(Maintenance Record).

Kartu pemeliharaan ini perlu dibuat untuk mencatat segala perbaikan yang telah dilakukan terhadap suatu mesin/peralatan. Kartu ini berupa tabel yang berisi waktu pelaksanaan (tanggal),jenis perbaikan,spare component dan bahan yang digunakan serta petugas pelaksana.

3. Kartu Pemeliharaan.

Lepas

Jenis perbaikan

Spareparts

Bahan

Petugas

Nama/paraf

four. Inventarisasi Pemeliharaan.

Sistem inventarisasi ini akan membantu menertibkan pelaksanaan pemeliharaan karena semua yang kita perlukan tercatatnya segala sesuatu kita akan mudah menemukan hal-hal yang kita perlukan.

Hal-hal yang perlu diinventarisasikan antara lain :

1. Alat-alat pemeliharaan dan perbaikan termasuk alat pengujian.

2. Bahan pemeliharaan dan spare part.

3. Buku-buku manual dan katalog.

4. Mesin atau peralatan itu sendiri.

Disamping itu harus tercatat p**a antara lain :

   1. Komponen-komponen yang dapat diperbaiki untuk dipasang kembali untuk dapat menentukan komponen yang diharapkan kita harus dapat membaca katalog untuk memilih spesifikasi komponen yang sempurna.

     2. Gudang atau kawasan komponen bekas dan catatan barang-barang yang akan dibuang atau barang kali masih dapat dihibahkan kepada orang lain. Hingga di sini anda telah menyelesaikan bahasan perihalrecommissioning akibat perbaikan/overhol sistem hidrolik . Selanjutnya kerjakanlah tugas-tugas pada lembar tugas anda.

Baca Juga:  Sloof

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

6 + 13 =