Bagaimana Cara Memilih Lokasi Rumah Tempat Tinggal Yang Baik

Posted on 6 views

Apa akibatnya jika keliru memilih lokasi rumah?

Apa saja yang harus dipertimbangkan saat memilih lokasi rumah?

Lokasi rumah terbaik akan membawa berbagai keuntungan, bukan cuman keuntungan finansial, tetapi juga keuntungan dari sisi yang lain, semisal ketenangan, kemudahan akses, kemungkinan berusaha sampingan di rumah, dan kenyamanan dari sisi sosial. Soal keuntungan dari sisi finansial, sepertinya tidak untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang mampu menguntungkan, karena lokasi yang rupawan biasanya harganya juga ?Rupawan?, hehe?.

Rumah, selain bernilai investatif, juga bernilai psikologis dan spiritual. Poly orang berpikir membeli rumah dengan mengedepankan kemungkinan untuk mampu menjualnya lagi dengan harga tinggi di masa depan. Tetapi pada kenyataannya, hanya mereka yang memang broker rumah atau tanah yang setiap kali berjual-beli rumah. Rumah itu bukan hanya uang yang kita keluarkan untuk mendapatkannya, tapi lebih dari itu, apa yang sudah, sedang, dan akan kita lakukan dan alami di rumah tersebut. Buat yang bertahun-tahun mengontrak, absolut mampu memahami maksud aku. Hehe?.

Karena rumah mampu berarti selamanya, (selama kita hidup maksudnya?.), maka kita harus sehati-hati mungkin saat memilih lokasi rumah yang sedianya kita jadikan kawasan tinggal yang nyaman, jadi suatu ketika nanti anda mampu berkata pada orang lain dan diri anda sendiri ?This is my domestic.? Bukan cuman ?This is my house.? Kan?

Ada banyak hal yang mampu terjadi, biasanya terkait relasi sosial dengan tetangga dan masyarakat sekitar anda. Misalnya mirip ini:

  1. Budaya kita bertentangan dengan budaya lingkungan
  2. Menjadi bahan omongan atau dikucilkan masyarakat sekitar
  3. Berantem / berkelahi dengan warga sekitar
  4. Anak-anak jadi anak yang bandel
  5. Anggota keluarga terkena pengaruh narkoba
  6. Pengaruh selingkuh dan pergaulan bebas
  7. Stress atau depresi karena hidup yang sulit karena lokasi
  8. Jauh dari fasilitas umum mirip rumah sakit, sekolah, terminal, stasiun, rumah ibadah, dll.
  9. Polusi udara, air, bunyi, dan lain sebagainya
  10. Mahal biaya hidup sehari-hari
  11. Ancaman bencana banjir, tanah longsor, rob, dan sebagainya

Wah, lumayan angker juga ya? Padahal itu hanya sebagian kecil kemungkinan yang mampu terjadi. Semuanya kembali ke kepribadian anda dan keluarga.

Melihat brosur perumahan saja tidak cukup. Anda perlu lebih banyak tahu perihal kawasan, situasi, kondisi sosial dan lingkungan kawasan tersebut sebelum benar-benar membeli tanah atau rumah di kawasan tersebut. Kira-kira detailnya mirip ini:

  1. Perhatikan peta dan lokasi rumah yang anda incar.

Lihat akses jalan dan posisinya dari fasilitas umum, apakah cukup terjangkau dari kawasan kerja anda?

  • Datanglah eksklusif ke kawasan tersebut.
  • Ada beberapa hal yang kita tidak mampu lihat hanya dari peta. Kemiringan tanah dan keadaan topografi lokalnya. Keadaan sosio-kulturalnya bagaimana? Apakah rata-rata penduduk sekitar rumah yang anda incar tersebut bekerja sebagai karyawan, PNS, atau yang lain? Semakin berbeda dengan anda, nanti akan lebih banyak hal yang harus anda sesuaikan, terutama dari sisi Norma dan kerangka berpikir. Jika tidak percaya, cobalah sesekali ikut rapat RT yang penduduknya sangat heterogen, pusing! Haha?.

  • Bertanya pada penduduk lokal.
  • Untuk menghindari sengketa di kemudian hari, anda perlu tahu seluk-beluk rumah yang anda incar hingga detail. Terkadang pemilik rumah menutup-nutupi beberapa fakta perihal rumah tersebut, jadi berita dari para tetangga akan sangat membantu. Jika perlu dan mampu, bertanyalah pada Ketua RT setempat.

  • Reputasi pengembang.
  • Ini yang acapkali kita tidak tahu. Semua pengembang mengaku yang terbaik. Iklan besar, harga diskon dan promosi besar-besaran mampu membuat kita buta. Coba cari berita perihal pengembang tersebut. Karena biasanya, satu pengembang menjalankan beberapa proyek perumahan di satu kota. Jangan hingga anda mendapat pengembang yang reputasinya buruk karena acapkali meninggalkan pembelinya tidak karuan.

  • Jika ragu tapi kepingin banget? Sewa dulu.
  • Hehe, terkadang kita merasa cocok sekali dengan rumah tertentu, tapi masih ragu, layak beli atau tidak. Mampu saja kita cocok dengan rumahnya, tapi agak tidak sreg dengan lingkungan sosialnya. Semisal rumah tersebut di lingkungan yang penduduknya dominan dari etnis atau kelompok tertentu. Padahal anda sudah cocok sekali dengan rumah itu, terus bagaimana? Ya, coba saja dengan mengontrak rumah tersebut untuk satu tahun (jika boleh, karena biasanya minimal 2 tahun). Jika nanti cocok ya beli, jika tidak ya tinggalkan. Hehe?.

    Berlangganan replace artikel terbaru thru e-mail:

    Bagaimana? Sudah mulai punya incaran rumah yang mau dibeli? Jika belum, teruslah berburu, karena, mau keadaan mirip apapun, menunda membeli rumah itu hampir tidak ada gunanya. Harganya terus saja naik tuh setiap tahunnya.

    Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Lautan Luas Tbk

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    19 − thirteen =