Analisis Kuda-kuda Struktur Kayu dengan SAP2000 V11

Posted on 8 views

Pada bagian ini akan dibahas mengenai perancangan pembebanan kuda-kuda baja, unit dalam N, mm, C, dengan kayu berdimensi 8/12 dan menggunakan kayu E21 dengan modulus elastisitas 20000. Untuk analisis ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menentukan version Geometri Struktur

– Pilih menu Arsip → New maka akan muncul box New Contoh”. Tentukan unitnya yang sesuai yaitu KN, m, C. Kemudian klik gambar Grid Only.

– Maka akan muncul kotak dialog “Quick Grid Lines”, Kemudian isikan:

Number of Grid Lines

X direction      : 5

Y direction      : 1

Z direction      : 3

Grid Spacing

X direction      : 2,5

Y direction      : 1

Z direction      : 1,44

mirip di gambar, lalu klik OK.

– Layar screen akan menampilkan tampak 2-D dan 3-D yang diatur secara vertikal.

Tampilan Layar Monitor

2. Menentukan Material dan Section

– Pilih menu DefineMaterial, maka akan muncul box Define Materials”. Kemudian klik Add New Material, akan muncul box Material Property Data”.  Kemudian ubah nama material menjadi Kayu E2 1, kemudian ubah Material Type menjadi Other, kemudian nilai pada Weight per Unit Volumemenjadi 8 N, mm, C dan Modulus of Elasticity menjadi 20000 Mpa lalu klik OK.  Kemudian pada box Define Materials” pilih Kayu E2 1 lalu klik OK.

Box Material Property Data

Box Material Property Data

– Pilih menu DefineSection Properties Frame section, maka akan muncul kotak dialog Frame Properties”. Kemudian pilih Add New Property lalu akan muncul box Add Frame Section Property”. Pada tab Frame Section Property Type pilih Other, lalu klik Section Designer.

Box Add Frame Section Property

Box Add Frame Section Property

– Maka akan muncul box SD Section Data”, pada tab Section Name isikan 8/12, pada tab Base Materialpilih K AYU , kemudian klik Section Designer.

Box SD Section Data

Box SD Section Data

– Maka akan muncul jendela CSISD. Pada jendela ini gambarkan material kayunya dengan cara klik Draw Solid ShapeRectangle kemudian klik pada tengah sumbu maka akan terbentuk material kayu tersebut. Untuk menyesuaikan ukurannya klik kanan lalu gantilah Height menjadi 0,5 dan Width menjadi 0,5. Kemudian klik OK.

Jendela CSISD

Ventilasi CSISD

three. Menggambar Rangka Kuda-kuda

– Menggambar frame dengan menggunakan toolbar Draw Frame/ Cable element. Setelah toolbar Draw Frame/Cable elementdi klik maka akan muncul box Properties of Object”, pada tab Section pilih 8/12 lalu gambar rangka kuda-kudanya dan letakkan sendi dan rol pada perletakaannya.

Gambar Kuda-kuda

Gambar Kuda-kuda

four. Menentukan Load Cases

Beban yang digunakan ialah Dead, Live dan Wind langkah memasukkannya sebagai berikut:

– Pilih menu Define → Load Patterns, Maka akan ditampilkan box “Define Load Patterns”.

– Pada box “Define Load Patterns” isikan load mirip dibawah lalu klik OK.

Box Define Load Pattern

Box Define Load Pattern

five. Menentukan Beban

Beban didapat dari perhitungan pembebanan nantinya akan dimasukkan dalam perhitungan kuda-kuda. Besarnya beban sesuai dengan facts perhitungan beban sebelumnya.

– Beban Mati

Pilih joint sesuai letak beban yang akan dimasukkan. Pilih menu Assign – J oint Loads Forces. Maka akan muncul kotak dialog ‘‘Joint Forces’’, lalu isikan beban pada Force Dunia Z mirip dibawah ini, kemudian klik OK.

Box Joint Force

Box Joint Force

Dead Load

Dead Load

– Beban Hayati

Pilih joint pada semua batang bagian atas, pilih menu Assign → J oint Loads Forces. Maka akan muncul kotak dialog ‘‘Joint Forces’’, lalu isikan beban pada Force Dunia Zsebesar -1,25 N, kemudian klik OK.

Live Load

Live Load

– Beban Angin

Pilih frame sesuai letak beban yang akan dimasukkan. Pilih menu Assign → Frame Loads Point. Maka akan muncul kotak dialog ‘‘Frame Point Loads’’, lalu isikan beban mirip dibahawah ini, kemudian klik OK.

Beban Angin

Tampilan Layar Monitor untuk Beban Angin
Frame Point Load 1

Frame Point Load 1

Frame Point Load 2

Frame Point Load 2

Beban Angin

Tampilan Layar Monitor untuk Beban Angin

6. Analisis Struktur

Langkah-langkah untuk analisi struktur ialah sebagai berikut:

– Pilih menu Analyze Set Analysis Options, maka akan muncul box Analysis Options”, kemudian pilih XZ Plane, lalu klik OK.

Box Analysis Options

Box Analysis Options

– Pilih semua frame (CTRl+A) lalu pilih menu Assign → Frame → Automatic Frame Mesh kemudian centang at intermediate joint lalu klik OK.

– Pilih menu Analyze→Run Analysis, akan muncul kotak dialog “Set Analysis Cases to Run”, klik Kapital kemudian klik Run/Do Not Run Case agar modal tidak ikut dihitung lalu klik Run Now.

– Maka akan ditampilkan box “Save Contoh Arsip As”. Simpanlah model dengan nama Kayu, kemudian klik pada Save.

Box Save Model As

Box Save Contoh As

– Tunggu beberapa ketika, maka SAP akan menganalisis rangka tersebut dan tampilannya akan berubah mirip dibawah ini.

After Run Analysis

After Run Analysis

– Untuk memudahkan dalam perhitungan selanjutnya, ubahlah nama join dengan abjad secara urut dan nama batang dengan angka secara urut p**a dengan cara mengeklik kanan joint maupun batang yang akan diganti, lalu ganti nama Label, kemudian klik OK.

Box Object Model

Box Object Contoh

– Untuk mengetahui akibat output, klik Arsip→Export→ SAP2000 Ms.Excel Spreadsheet .xls Arsip, Centang ANALYSIS RESULTS dan DESIGN DATA,kemudian klik OK. Akan muncul kotak dialog, kemudian klik SAVE .

Selesai 🙂

Jangan lupa percentage atau bagikan postingan kepada rekan lainnya. Semoga mampu membantu dan bermanfaat.

Berlangganan replace artikel terbaru via e-mail:

Baca Juga:  Apa Perbedaan Tenaga Terampil & Tenaga Ahli dalam Dunia Jasa Konstruksi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − fifteen =