ANALISA PASAR | Menciptakan NIlai Pelanggan

Posted on 8 views

Perusahaan yang berhasil pada ketika ini—baik perusahaan besar atau kecil, laba atau nirlaba, domestik atau global—memiliki fokus pelanggan yang kuat dan komitmen besar terhadap pemasaran. Tujuan pemasaran ialah membangun dan menata relasi pelanggan yang menguntungkan. Pemasaran berusaha menarik pelanggan baru dengan menjanjikan nilai unggul dan untuk mempertahankan dan menumbuhkan pelanggan yang ada dengan menawarkan kepuasan. Pemasaran beroperasi dalam lingkungan global yang dinamis yang dapat dengan cepat membuat taktik pemenang di masa yang lalu menjadi ketinggalan zaman. Agar berhasil, perusahaan harus sangat fokus pada pasar

Baca: KONSEP SUPPLY CHAIN

Apakah Itu Pemasaran?

Pemasaran (marketing) adalah sebuah subjek yang sangat penting dan dinamis, karena pemasaran menyangkut kegiatan sehari-hari dalam sebuah masyarakat. Pemasaran lebih dari suatu fungsi urusan ekonomi, kesepakatan dengan pelanggan. Meskipun kita akan lebih detail mengungkap perihal definisi pemasaran, barangkali definisi yang paling sederhana ialah :

”Marketing is engaging customers and managing profitable customers relationship” (Kotler, 2016)

Fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan memberi nilai kepada pelanggan dan untuk mengelola relasi pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan pemangku kepentingannya (American Marketing Association)

Baca: Tujuan Ergonomi

Apa itu pemasaran?

Poly orang berpikir pemasaran hanya penjualan dan promosi.Setiap hari kita dihujani melalui TV, katalog, ajakan dari orang-orang bagian penjualan, media online. Bagaimanapun, penjualan dan promosi hanya bagian puncak gunung es dari pemasaran.

Hari ini, pemasaran harus dimengerti tidak hanya berdasarkan paradigm lama yaitu membuat penjualan –“telling and selling”- tapi dengan paradigm baru yaitu memuaskan kebutuhan pelanggan. Pemasaran ialah proses dimana perusahaan menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan membangun relasi yang kuat dalam rangka mendapat timbal balik dari pelanggan yaitu keuntungan.

Apakah yang Dipasarkan?

Menurut Philip Kotler, orang pemasaran terlibat dalam memasarkan 10 jenis entitas yang berbeda yaitu ialah sebagai berikut :

a. Barang. Barang-barang fisik adalah bagian yang terbesar dari produksi dan perjuangan pemasaran dari kebanyakan negara. Perusahaan-perusahaan di dunia kebanyakan memasarkan barang yang mereka produksi dari mulai makanan,  alat transportasi, pakaian, perlengkapan rumah tangga dan masih banyak lagi barang lainnya. Pemasaran tidak hanya dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi barang saja,bahkan kini dengan perkembangan berita dan teknologi, individu mulai memasarkan barang-barang melalui banyak sekali media terutama internet yang adalah media termurah dan sarana pemasaran yang cukup efektif dewasa ini.

b. Jasa. Dewasa ini saat pertumbuhan ekonomi semakin maju, terjadi peningkatan proporsi produksi jasa dalam kegiatan ekonomi. Jasa mencakup akibat kerja perusahaan-perusahaan penerbangan, hotel, sewa kendaraan beroda empat, transportasi, pendidikan, bahkan hingga jasa-jasa tenaga profesional mirip akuntan, konsultan, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kesemua produk jasa ini membutuhkan pemasaran yang efektif guna menerima klien mereka sehingga dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Pemasaran dilakukan di antaranya untuk mendapat kepercayaan dari para pelanggan selaku pengguna jasa dari perusahaan.

c. Program khusus (Event). Pemasaran juga digunakan untuk memasarkan acara-acara khusus guna berbagi kepada khalayak ramai bahwa sedang terjadi program khusus tersebut. Sebagai contoh, pada program olah raga mirip liga sepak bola. Pemasaran berperan penting untuk membantu penyelenggara liga dalam hal ini perusahaan penyelenggara agar diketahui oleh khalayak ramai dan banyak orang yang menonton acar liga tersebut. Dengan rating penonton yang tinggi,memungkinkan penyelenggara untuk menerima lebih banyak sponsor yang mau membiayai mereka untuk menyelenggarakan program liga tersebut.

d. Pengalaman. Dengan merangkai beberapa jasa dan barang, seseorang dapat menciptakan, menggelar, dan memasarkan pengalaman. Sebagai contoh ialah Taman Cita-cita Jaya Ancol, di sini ditawarkan kepada konsumen banyak sekali pengalaman rekreasi dari mulai bermain di dunia fantasi,melihat ikan di akuarium sea World Indonesia, menikmati indahnya pantai Ancol,

dan masih banyak lagi pengalaman yang ditawarkan. Pada intinya pemasaran juga dapat digunakan untuk memasarkan pengalaman-pengalaman tersebut kep[pada masyarakat baik itu untuk tujuan komersial maupun tujuan non komersial

e. Orang. Dewasa ini peran publik figur sudah amat penting di masyarakat kita. Dari mulai tokoh politik, artis, penyanyi, grup musik, olahragawan, seniman, bahkan hingga dokter dan advokat. Kesemua orang-orang ini membutuhkan pemasaran yang mengelola mereka sehingga mereka tetap diperlukan oleh masyarakat sehingga karier mereka pun akan terus berlanjut.

Baca: Faal Kerja| Praktikum Ergonomi

f. Kawasan. Kota, negara, wilayah, provinsi, dan bangsa-bangsa berlomba-lomba untuk menarik turis, wisatawan, investor, pabrik,kantor, dan kawasan tinggal baru. Pemasaran berperan sangat penting untuk menarik  kesemua orang-orang itu. Sebagai contoh, Uni Emirat Arab berusaha berbagi industri properti di negara mereka sebagai salah satu upaya pemasaran untuk menarik wisatawan dan investor asing yang mau menanamkan modal di  negara mereka.

g. Properti. Properti ialah hak kepemilikan tak berwujud, baik itu berupa benda nyata (real estate) atau finansial (saham dan obligasi). Properti itu diperjualbelikan dan itu menuntut adanya pemasaran. Agen real estate bekerja atas nama pemilik atau pencari properti guna menjual atau membeli real estate untuk keperluan komersial atau kawasan tinggal. Perusahaan investasi dan Bank memasarkan sekuritas, baik itu kepada investor yang bersifat  kelembagaan ataupun perseorangan.

h. Organisasi. Organisasi secara aktif bekerja untuk membangun citra yang baik, kuat dan menyenangkan dalam pikiran masyarakat publik mereka. Organisasi-organisasi baik itu komersial ataupun non komersial ini menggunakan pemasaran untuk mendorong citra publik mereka dan  bersaing untuk menerima khalayak dan dana.

i. Berita. Berita dapat diproduksi dan dipasarkan sebagai sebuah produk. Dari mulai isu,

pendidikan, pelatihan, dan berita lainnya menggunakan pemasaran untuk menerima perhatian publik agar mereka mau menggunakan berita yang mereka produksi.

j. Gagasan. Setiap penawaran pasar mencakup suatu gagasan dasar. Charley Revson dari Revlon mengamati, “ di pabrik,kami membuat kosmetik,di toko kami menjual cita-cita”.Produk dan jasa ialah platform untuk menyerahkan beberapa gagasan atau manfaat. Pelaku pemasaran sosial sibuk mempromosikan gagasan-gagasan, mirip “katakan tidak pada narkoba”.

Proses Pemasaran

Terdapat lima langkah dalam proses pemasaran, 4 langkah pertama perusahaan bekerja untuk mengerti pelanggan, menciptakan nilai tambah dan membangun relasi yang kuat. Langkah terakhir perusahaan memetik akibat atas usahanya yaitu laba dan ekuitas pelanggan. Ekuitas pelanggan sendiri ialah peredaran pendapatan yang diperlukan dari konsumen perusahaan sekarang dan yang akan datang pada periode tertentu. (Perrerault, Cannon, Mc.Carthy, 2009)

Proses Pemasaran (Sumber : Kotler and Amstrong)

Proses Pemasaran (Sumber : Kotler and Amstrong)

MEMAHAMI PASAR DAN KEBUTUHAN SERTA KEINGINAN PELANGGAN

Perusahaan pemasaran terkemuka berusaha lebih jauh mempelajari dan memahami kebutuhan, cita-cita, dan permintaan pelanggannya. Pemahaman ini membantu mereka merancang penawaran pasar yang memuaskan cita-cita dan membangun beban nilai relasi

pelanggan yang dapat dipakai untuk menangkap nilai seumur hidup pelanggan dan pangsa pelanggan yang lebih besar. Hasilnya ialah peningkatan ekuitas jangka panjang pelanggan bagi perusahaan. Adapun Konsep inti pasar mencakup:

• Kebutuhan, cita-cita, dan permintaan

• Penawaran pasar (produk, jasa, dan pengalaman)

• Nilai dan kepuasan

• Pertukaran dan relasi

• Pasar

a. Disparitas Kebutuhan, Cita-cita dan Permintaan

Dasar pemikiran pemasaran berawal dari kebutuhan dan cita-cita insan. Insan membutuhkan makanan, udara, air, pakaian, dan kawasan berlindung untuk bertahan hidup. Lebih dari itu insan menginginkan rekreasi, pendidikan dan jasa-jasa lainnya. Mereka memiliki preferensi yang kuat atas jenis dan merek tertentu dari barang dan jasa.

Ialah penting untuk membedakan kebutuhan, cita-cita dan permintaan. Kebutuhan insan (human needs) ialah ketidakberadaan beberapa pemuas dasar. Insan membutuhkan makanan, pakaian, kawasan berlindung, keamanan, hak milik dan harga diri. Kebutuhan ini tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar. Mereka adalah hakikat biologis dan kondisi insan.

Cita-cita (wants) ialah cita-cita akan pemuas kebutuhan yang spesifik. Orang kawasan perkotaan membutuhkan makanan dan menginginkan hamburger, kentang goreng, dan minuman berkarbonisasi. Dalam masyarakat lain kebutuhan ini mungkin dipenuhi dengan cara lain. Seorang yang lapar di kawasan pedesaan mungkin menginginkan nasi, buah-buahan, dan kacang. Meskipun kebutuhan insan sedikit, cita-cita mereka banyak. Cita-cita insan terus dibentuk dan diperbaharui sejalan dengan perkembangan jaman.

Permintaan (demands) ialah cita-cita akan produk spesifik yang didukung oleh kemampuan dan kesediaan untuk membelinya. Cita-cita jadi permintaan kalau didukung oleh daya beli. Poly orang yang menginginkan kendaraan beroda empat mewah, namun hanya sedikit yang bisa dan bersedia untuk membeli. Karena itu perusahaan harus mengukur tidak hanya berapa banyak orang yang menginginkan produk mereka tetapi yang lebih penting berapa banyak orang yang benar-benar bersedia dan bisa membelinya.

Disparitas ini menangkis kecaman yang acapkali terlontar bahwa “pemasar menciptakan kebutuhan” atau “pemasar membuat orang membeli barang yang tidak mereka inginkan”. Pemasar tidak menciptakan kebutuhan tetapi kebutuhan sudah ada sebelumnya. Pemasar, mirip juga pengaruh sosial lain, menghipnotis cita-cita.

Pemasar dapat memberikan gagasan bahwa kendaraan beroda empat mewah dapat memenuhi kebutuhan seseorang akan status sosial. Pemasar menghipnotis permintaan dengan membuat suatu produk yang cocok, menarik, terjangkau, dan mudah didapatkan oleh konsumen yang dituju.

b. Penawaran Pasar

Penawaran pasar ialah kombinasi produk, jasa, berita, atau pengalaman yang ditawarkan ke pasar untuk memuaskan kebutuhan atau cita-cita tertentu. Rabun jauh pemasaran (marketing myopia) ialah kesalahan yang akan terjadi lebih memperhatikan produk tertentu dari perusahaan alih-alih manfaat dan pengalaman yang dihasilkan oleh produk tersebut. Marketing myopia juga dapat  digambarkan, dimana perusahaan hanya memusatkan pada produk fisik, bukannya pada kebutuhan pelanggan (konsumen)

c. Pasar

Pasar ialah himpunan pembeli aktual dan potensial dari suatu produk ataujasa. pembeli menyebarkan kebutuhan tertentu atau ingin memenuhi kebutuhan melalui relasi pertukaran. Manajemen pemasaran ialah seni dan ilmu memilih target pasar dan membangun relasi yang menguntungkan dengan target pasar tersebut.

Gambar berikut ini ialah system pemasaran modern :

Sistem Pemasaran Modern

Sistem Pemasaran Modern

Sistem Pemasaran Modern (Sumber : Kotler and Amstrong, 2016)

MENGIDENTIFIKASIKAN ELEMEN KUNCI DARI STRATEGI PEMASARAN YANG DIGERAKKAN PELANGGAN DAN MENDISKUSIKAN ORIENTASI MANAJEMEN PEMASARAN YANG MEMANDU STRATEGI PEMASARAN

a. Memutuskan siapa yang dilayani dan memilih proposisi nilai

Untuk merancang taktik pemasaran yang unggul, mula-mula perusahaan harus memutuskan siapa yang akan dilayaninya. Perusahaan melakukan hal ini dengan membagi pasar menjadi segmen pelanggan (segmentasi pasar) dan memilih segmen mana yang akan dituju (target pemasaran). Berikutnya, perusahaan harus memutuskan bagaimana cara perusahaan itu melayani pelanggan sasaran (bagaimana perusahaan akan mendiferensiasikan dan memposisikan dirinya sendiri di pasar). Perusahaan menyediakan kebutuhan dengan mengedepankan proposisi nilai, sekumpulan keuntungan yang dijanjikan mereka pada pelanggan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan.

b. Orientasi manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran bertujuan memberi layanan yang baik kepada pelanggan atau konsumen karena hanya dengan layanan yang baik, konsumen akan puas menggunakan produk/jasa perusahaan, sehingga ia akan selalu membeli kembali produk atau jasa yang

ditawarkan perusahaan. Oleh karena itu, perlu membangun sebuah taktik yang sempurna untuk mencapai tujuan tersebut.

Ada lima konsep taktik pemasaran yang disebut konsep pemasaran yaitu :

1. Konsep produksi Pada tahun 1930-an, perusahaan-perusahaan mengejar konsep produksi (production concept). Perusahaan akan memproduksi dan mendistribusikan produk-produk yang dibuat paling efisien (murah) dan mengasumsikan bahwa memang terdapat pasar untuk produkproduk tersebut. Ketika itu ekonomi berpandangan bahwa penawaran (supply) akan menciptkan permintaan (demand) sendiri. Pandangan ini di anggap benar pada ketika itu. Hingga batas-batas tertentu ini memang benar, karena yang disupplay ketika itu umumnya produk kebutuhan pasar, mirip sandang, pangan dan papan. Konsep ini dapat dibenarkan bilamana permintaan melebihi penawaran. Oleh karena itu, perusahaan harus berusaha untuk dapat menjual produk sebanyak-banyaknya tampa berpikir produknya memang diperlukan atau tidak oleh masyarakat. Pendekatan demikian mengakibatkan perusahaan masuk ke dalam perangkap marketing myopia, adalah perusahaan membuat produk-produk yang meskipun rupawan kualitas kecanggihannya, produk tersebut tidak di butuhkan orang karena banyak sekali alasan, misalnya harganya mahal, sementara yang lebih murah dan dapat memenuhi kebutuhan tersedia dan teknologinya terlalu jauh untuk dijangkau oleh para konsumen biasa, atau sebaliknya perusahaan membuat produk yang sangat murah, tetapi tidak tahan lama.

2. Konsep produk Konsep  ini mengatakan bahwa konsumen akan membeli produk yang paling berkualitas dalam kinerja dan mempunyai fitur yang menarik. Orang hanya akan membeli produk tersebut kalau memenuhi keinginannya, tampa terlalu menghiraukan persoalan harga. Dalam menciptakan produk-produk baru yang berkualitas dan memenuhi cita-cita para konsumennya. Perusahaan juga harus menjaga agar tidak masuk dalam perangkat marketing myopia, misalnya perusahaan hanya membuat kendaraan beroda empat untuk memenuhi alat pengangkut insan atau barang, tetapi konsumen menginginkan pesawat udara atau kereta api yang sangat canggih sehingga seharusnya perusahaan menempatkan diri sebagai produsen alat transportasi, bukan produsen kendaraan beroda empat.

3. Konsep penjualan Konsep penjualan menekankan pada perjuangan untuk menjual produk sebanyak-banyaknya tanpa memerhatikan produk tersebut akan memuaskan akan memuaskan konsumen atau tidak. Dalam perjuangan ini, pemasar akan menggunakan segala upaya untuk menyakinkan konsumen bahwa produknya terbaik dan pantas untuk dibeli. Konsep ini menyandarkan diri pada kegiatan promosi besar-besaran. Konsep ini terkait juga dengan proses produksi massal di Amerika serikat dan peningkatan pendapatan penduduk negeri tersebut yang menyebabkan timbulnya pasar massal (mass market). Akibatnya, perusahaan dapat memproduksi produknya dalam jumlah lebih besar dari kemampuan pasar untuk menampungnya. Konsep penjualan ini akan makin banyak digunakan kalau perusahaan mempunyai kelebihan produksi atau menjual produk yang tidak mudah diperjualbelikan (unsought goods). Konsep ini menekankan bahwa perusahaan akan menjual produk yang mereka buat daripada apa yang diinginkan oleh pembeli

Baca:PASAR BISNIS DAN PERILAKU PEMBELIAN BISNIS | Analisa Pasar

4. Konsep pemasaran Konsep pemasaran menyangkut : Memfokuskan pada kebutuhan konsumen. Mengintergrasikan semua kegiatan organisasi, termasuk memproduksi untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Memperoleh keuntungan jangka panjang melalui kepuasan atau kebutuhan konsumen

Persoalan dalam konsep pemasaran ini ialah public atau konsumen tidak mengetahui apa yang mereka butuhkan selain kebutuhan pokok atau kebutuhan primernya. Pada dekade sebelumnya publik tidak menyadari bahwa mereka akan membutuhkan sebuah computer untuk kehidupan sehari-hari, masih belum terbayang bahwa mereka akan membutuhkan telpon gengam yang akan dibawa kemana-mana dan digunakan di mana saja. Kebutuhankebutuhan tersebut harus diciptakan oleh pengusaha yang melihat peluang untuk memperoleh keuntungan yang sangat besar dari penciptaan produk-produk baru tersebut. Mereka mengupayakan supaya konsumen sadar akan keberadaannya dan melalui perjuangan pemasaran, khususnya promosi, ditimbulkan kebutuhan akan barang tersebut pada masyarakat kemudian pada calon konsumen.

Kebutuhan publik terhadap barang-barang tertentu diciptakan oleh para ilmuwan, kemudian dipasarkan oleh para pengusaha dan para pemasarnya. Kebutuhan tersebut selanjutnya menimbulkan cita-cita para konsumen dan cita-cita tersebut akan mempunyai banyak betuk yang diciptakan oleh para pengusaha sesuai dengan cita-cita konsumen. Konsep pemasaran ini akan selalu ada selama insan terus menciptakan kebutuhan-kebutuhan baru dan para konsumen mengungkapkan keinginannya.

Perbedaan konsep penjualan dan pemasaran

Disparitas konsep penjualan dan pemasaran

Disparitas konsep penjualan dan pemasaran (Sumber : Kotler and Amstrong, 2016)

5. Konsep pemasaran sosial Dewasa ini ada keraguan bahwa konsep pemasaran berdampak negatif bagi masyarakat yang akan terjadi penggunaannya. Dengan menfokuskan kebutuhan spesifik dari kelompok konsumen tertentu, kepentingan yang lebih luas akan diabaikan : -Produk dengan kadar gula tinggi dipromosikan kepada anak-anak yang menyukainya, meskipun dapat merusak gigi mereka (permen, minuman coca cola, dan sebagainya) – Rumah sakit menolak menolak pasien yang kurang bisa karena rumah sakit tersebut dipasarkan sebagai rumah sakit modern dan mewah yang tentunya mahal.

Untuk menanggapi persoalan tersebut, timbullah konsep baru mengenai pemasaran yang disebut konsep pemasaran sosial (societal marketing concept). Definisi dari konsep pemasaran sosial ini sebagai berikut:

Konsep pemasaran social ialah suatu pendekatan mengenai pengambilan keputusan yang berfokus pada kebutuhan konsumen dan konsekuensi sosialnya. Konsep ini mengintergrasikan semua kegiatan organisasi untuk secara khusus memuaskan kepentingan jangka panjang dari para konsumen dan dari masyarakat umumnya.

c. Pemasar Membangun Acara Pemasaran Terintergrasi Yang Sahih-Sahih Menawarkan Nilai Unggul

Dengan makin berorientasinya perusahaan pada pemenuhan kebutuhan dan cita-cita konsumen, orientasi pada konsumen mengakibatkan pimpinan perusahaan harus mengorientasikan kembali manajamen pemasarannya. Sebelum ada konsep intergrasi ini, banyak sekali departemen di dalam perusahaan seolah-olah berdiri sendiri mengerjakan tugas departemennya tampa memperdulikan hal yang dikerjakan oleh bagian lain. Masing-masing bagian hanya bertujuan melaksanakan tugasnya untuk menghasilkan sesuatu, mirip yang diperlukan oleh atasan dengan sebaik-baiknya.

Namun dengan konsep manajemen pemasaran terintegrasi, perusahaan harus melakukan perubahan untuk mendukung orientasi pada konsumen. Pada dasarnya semua departemen yang ada dalam perusahaan atau organisasi harus mengarahkan semua kegiatannya pada layanan kepuasan kebutuhan konsumen yang menguntungkan perusahaan sebagai tujuan utama.

Perusahaan harus berbagi juga taktik saluran komunikasi yang terintegrasi.  Oleh karena itu perusahaan dapat memilih banyak sekali alat komunikasi yang tersedia dan akan memudahkan relasi antar departemen dalam perusahaan. Dengan semakin majunya teknologi perusahaan juga harus memikirkan penggunaan alat komunikasi untuk memasarkan produknya, mirip online marketing.

MEMBANGUN HUBUNGAN MENGUNTUNGKAN DENGAN KONSUMEN DAN MENCIPTAKAN KEPUASAN KONSUMEN

Dalam arti luas, manajemen relasi pelanggan ialah proses membangun dan memelihara relasi pelanggan yang menguntungkan dengan menghantarkan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul. Tujuan manajemen relasi pelanggan ialah menghasilkan ekuitas pelanggan yang tinggi, gabungan nilai seumur hidup pelanggan dari semua pelanggan perusahaan karena Kunci untuk membangun relasi yang langgeng ialah menciptakan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul

Perusahaan tidak hanya ingin menerima pelanggan yang menguntungkan, tetapi membangun relasi yang akan mempertahankan dan menumbuhkan “pangsa pelanggan“. Tujuan pemasar ialah membangun relasi yang benar dengan pelanggan yang sempurna dan sebagai imbalan dikarenakan telah menciptakan nilai bagi pelanggan sasaran, perusahaan menangkap nilai dari pelanggan dalam bentuk laba dan ekuitas pelanggan.

Dalam membangun relasi pelanggan, pemasar yang baik menyadari bahwa mereka tidak dapat berjalan sendiri.  Mereka harus bekerja sama dengan mitra pemasaran di dalam dan di luar perusahaan. Selain bisa melaksanakan manajemen relasi pelanggan yang baik, mereka juga harus bisa melaksanakan manajemen relasi kemitraan yang baik

MENDESKRIPSIKAN TREN DAN KEKUATAN UTAMA YANG MENGUBAH RUANG LINGKUP PEMASARAN DALAM ERA HUBUNGAN SAAT INI

Ada beberapa perubahan dramatis yang menghipnotis perubahan  pemasaran, ialah sebagai berikut :

1. Perubahan dramatis dalam pemasaran teknologi Perkembangan pesat teknologi komputer, telekomunikasi, berita, transportasi, dan teknologi lain telah menciptakan cara baru yang menarik untuk mempelajari dan melacak pelanggan dan menciptakan produk dan jasa yang diadaptasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan perorangan. Ada beberapa perubahan dramatis dalam pemasaran

2. Perubahan dramatis dalam pemasaran globalisasi  Dalam dunia yang semakin kecil, ketika ini banyak pemasar yang terhubung secara global dengan pelanggan dan mitra pemasaran mereka. Ketika ini, hampir semua perusahaan, besar maupun kecil, tersentuh oleh kompetisi global

3. Perubahan dramatis dalam pemasaran tanggungjawab dan etika social Pemasar masa kini juga mempelajari kembali tanggung jawab etika dan sosial mereka. Pemasar diperlukan mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas dampak sosial dan lingkungan dari tindakan mereka.

4. Perubahan dramatis dalam pemasaran organisasi nirlaba Akhirnya, di masa lalu, pemasaran telah diterapkan secara luas dalam sektor urusan ekonomi untuk menghasilkan laba. Meskipun demikian, pada tahun-tahun terakhir, pemasaran juga telah menjadi bagian utama dari taktik banyak sekali organisasi nirlaba, mirip kampus, rumah sakit, museum, kebun binatang, orkestra simfoni, dan bahkan gereja

5. Perkembangan baru yang utama dalam pemasaran  dapat disimpulkan menjadi satu kata: relasi. Ketika ini, semua pemasar mengambil keuntungan dari peluang baru untuk membangun relasi dengan pelanggan mereka, mitra pemasaran mereka, dan dunia di sekitar mereka

LATIHAN SOAL

Gambar dibawah ini ialah contoh sederhana proses pemasaran. Diskusikan setiap langkah dalam proses tersebut.

REFERENSI

Kotler, Philip and Gary Armstrong. Principles Of Marketing. 16 th Edition. Dunia Edition. Pearson Kotler, Philip and Keller K. Lane. Management Marketing. 14 th Edition. USA : Pretice Hall

Setiyaningrum, Ari, Jusuf Udaya, dan Efendi. Prinsip-Prinsip Pemasaran, Plus Tren Mutakhir. 2015. Penerbit : Andi Yogyakarta  http://macansoftware.blogspot.com/2014/04/manajemen-pemasaran-10-entitasproduk.html#ixzz4WOrZH8CQ http://infoseputarekonomi.blogspot.co.id/2016/08/konsep-inti-pemasarankebutuhan.html

Baca Juga:  Ide Pesta Ulang Tahun Anak Tema Konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

14 + 15 =