2 Metode Perencanaan Bangunan Konstruksi

Posted on 8 views

Dalam dunia konstruksi setidaknya ada 3 tahapan di dalamnya yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan menjadi tahapan yang paling awal tentu memegang peranan penting dan menjadi suatu kunci dari keberhasilan proyek pembangunan. Untuk itu sangat penting untuk mengetahui ilmu perencanaan.

Metode Perencanaan Bangunan

Diskusi Perencanaan Bangunan. (sumber: irishtimes.Com)

Pada postingan ini ruang sipil sedikit mau membahas mengenai metode yang ada dalam perencanaan bangunan. Setidaknya ada 2 metode dalam perencanaan bangunan yaitu metode perencanaan bangunan berbaasis kekuatan dan berbasis kinerja. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan penjelasannya dengan seksama di bawah ini.

Metode Perencanaan Bangunan Berbasis Kekuatan

Konsep ini diterjemahkan dalam suatu metode desain kapasitas, dimana pengendalian pola keruntuhan struktur dilakukan melalui pemanfaatan sifat daktail dari struktur secara maksimal. Pendekatan ini mengandalkan kekuatan, kekakuan dan daktilitas struktur.

Metode desain kapasitas mengontrol pola keruntuhan struktur daktail dengan merencanakan lokasi dan tipe sendi plastis yang boleh terjadi pada struktur, sehingga tidak membahayakan komponen struktur lain yang dianggap lebih penting. Analisis struktur pada metode electricity based layout bekerja pada kawasan elastis dari elemen struktur yang biasa dikenal dengan analisis linear.

Pada analisis struktur linear tidak dapat menampilkan fenomena-fenomena penting yang mengontrol daya guna suatu struktur terhadap kejadian gempa kuat yang mengakibatkan struktur tidak bersifat elastik lagi.

Konduite non-linear ini yang menyebabkan penyebaran energi dari gerakan gempa, karena pada titik tersebut sudah mencapai kapasitasnya atau telah muncul sendi plastis yang kemudian akan hancur (fall apart).

Metode Perencanaan Bangunan Berbasis Kinerja

Metodologi yang didasarkan pada performance based design ini adalah kriteria desain dan evaluasi yang diekspresikan sebagai objektivitas dari daya guna struktur. Hal tersebut dapat menetapkan banyak sekali tingkatan kinerja struktur (multiple performance objective stage), dimana tingkatan kinerja (overall performance) dari struktur bangunan adalah pilihan yang dapat direncanakan pada tahap awal dengan banyak sekali kondisi batas.

Kondisi batas ini bersifat fleksibel, karena adalah kesepakatan dari pihak pemilik bangunan (owner) dan perencana.

Tujuan utama dari performance primarily based layout adalah mencitakan bangunan tahan gempa yang daya gunanya dapat diperkirakan. Performance based layout mempunyai dua elemen utama dalam perencanaannya yaitu kapasitas struktur (capacity) dan beban (demand).

Beban (demand) adalah representasi dari gerakan tanah yang akan terjadi gempa bumi, dimana yang akan digambarkan sebagai kurva respon spektrum.

Kapasitas struktur ialah kemampuan dari struktur untuk menanggulangi gaya gempa tanpa mengalami kerusakan.

Salah satu analisis yang dapat menggambarkan kapasitas struktur secara keseluruhan ialah analisis pushover. Dari analisis pushover didapatkan suatu performance factor yang adalah perpotongan antara kurva call for dan kurva ability.

Performance point adalah estimasi dimana kapasitas struktur bisa menahan beban (demand) yang diberikan. Dari titik kinerja (overall performance factor) ini dapat diketahui tingkat kerusakan struktur berdasarkan perpindahan lateralnya (glide).

Sekian penjelasan perihal Metode Perencanaan Bangunan. Semoga bermanfaat buat para pembaca sekalian. Silahkan juga baca artikel lainnya di ruang-sipil.com untuk menambah ilmu perihal konstruksi. Terima kasih.

Berlangganan replace artikel terbaru via e mail:

Baca Juga:  Gambar Bangunan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 2 =