2 Metode Pemberian Gaya Prategang pada Beton

Posted on 5 views

Beton prategang ialah beton yang telah diberikan tegangan-tegangan dalam, dalam jumlah dan distribusi tertentu sehingga dapat menetralisir sejumlah tertentu tegangan-tegangan yang dihasilkan oleh beban luar sesuai dengan yang direncanakan. Gaya prategang berupa tendon yang diberikan tegangan awal berupa tegangan tekan dalam beton sebelum memikul beban kerjanya yang berfungsi mengurangi atau menghilangkan tegangan Tarik pada ketika beton mengalami beban kerja serta menggantikan tulangan Tarik pada struktur beton bertulang biasa.

Metode Pemberian Gaya Prategang pada Beton

Beton. (via: fitzgeraldconcreteconstruction.com)

Pemberian gaya prategang pada beton akan menawarkan tegangan tekan pada penampang yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah beton dicor. Berikut di bawah ini akan dijelaskan 2 metode pemberian gaya prategang pada beton.

1. Pratarik (pre-tension method)

pratarik

Metode Pratarik

Baja diberikan gaya prategang terlebih dahulu sebelum beton dicor. Tahapannya ialah sebagai berikut:

  • Termin 1: kabel pada tendon ditarik terlebih dahulu kemudian diangker pada abutmen tetap
  • Termin 2: pengecoran pada cetakan yang sudah disediakan untuk melingkupi tendon yang sudah diberi gaya prategang dan dibiarkan mengeras.
  • Termin 3: setelah umur agenda beton tercapai, kemudian dilakukan pemotongan kabel pada tendon, sehingga terjadi gaya transfer ke beton maka beton akan melengkung ke atas sebelum mendapatkan beban kerja, lalu balok beton tersebut akan kembali menjadi rata.

2. Pascatarik (post-tension method)

pascatarik

Metode Pascatarik

Beton dicetak terlebih dahulu sebelum diberikan gaya prategang yang sebelumnya sudah diletakkan saluran untuk kabel baja (duct) dimasukkan ke dalam beton. Tahapannya ialah sebagai berikut:

  • Termin 1: Menyiapkan duct melengkung dan cetakan, kemudian beton dicor.
  • Termin 2: setelah umur beton agenda tercapai, masukkan kabel baja ke dalam duct melengkung yang sudah disediakan, lalu dilakukan penarikan dengan menggunakan jack hydraulic. Penarikan dilakukan pada salah satu sisi, dengan sisi lainnya dilakukan pengangkuran mati. Setelah diangkur, kemudian pada ujung saluran dilakukan grouting.
  • Termin 3: setelah pengkuran, balok beton akan menjadi tertekan, maka beton mengalami transfer gaya. Balok beton akan melengkung ke atas karena saluran tendon melengkung.

Nah, itu tadilah penjelasan mengenai Metode Pemberian Gaya Prategang pada beton: Pra-Tarik dan Pasca-Tarik. Semoga bermanfaat dan menambah ilmu kita semua.

Berlangganan update artikel terbaru through e-mail:

Baca Juga:  4 Tahapan Utama dalam Siklus Proyek Perusahaan Konstruksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

thirteen − eleven =