15 Jenis Beban Pada Bangunan

Posted on 2 views

Adanya perancangan desain bangunan dikarenakan adanya beban yang bekerja pada bangunan tersebut. 15 jenis beban pada bangunan menjadi salah satu pertimbangan dalam perhitungan struktural bangunan.

Beban eksternal pada suatu struktur dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara berbeda. Dalam satu pembagian terstruktur mengenai, mereka dapat dianggap sebagai statis atau dinamis.

Jenis Beban Pada Bangunan

Jenis Beban Bangunan. (sumber: cnn.Com)

15 Jenis Beban Pada Bangunan

Berikut di bawah ini akan di jelaskan 15 jenis beban yang ada pada bangunan.

1. Beban Tidak aktif ialah gaya yang diterapkan secara perlahan dan kemudian tetap hampir konstan.

Salah satu contoh ialah berat, atau beban mati, dari sistem lantai atau atap.

2. Beban Bergerak maju bervariasi seiring waktu. Mereka termasuk beban berulang dan dampak.

3. Beban Berulang ialah gaya yang diterapkan beberapa kali, menyebabkan variasi dalam besarnya, dan kadang-kadang juga dalam arti, dari kekuatan internal. Model yang baik ialah motor yang tidak seimbang.

4. Beban Akibat ialah gaya yang membutuhkan struktur atau komponennya untuk menyerap energi dalam interval waktu yang singkat. Contohnya ialah menjatuhkan beban berat pada pelat lantai, atau gelombang kejut dari ledakan yang menghantam dinding dan atap sebuah bangunan. Kekuatan eksternal juga dapat diklasifikasikan sebagai terdistribusi dan terkonsentrasi.

5. Beban yang Terdistribusi secara merata ialah gaya yang, atau untuk tujuan praktis dapat dipertimbangkan, konstan di atas area permukaan dari anggota pendukung. Bobot berat dari balok baja gelinding ialah contoh yang baik.

6. Beban Terkonsentrasi ialah kekuatan yang memiliki area kontak kecil mirip itu dapat diabaikan dibandingkan dengan seluruh luas permukaan anggota pendukung. Balok yang didukung pada gelagar, misalnya, dapat dipertimbangkan, untuk semua tujuan praktis, beban terkonsentrasi pada gelagar. Pembagian terstruktur mengenai umum lain untuk kekuatan eksternal melabelkan mereka aksial, eksentrik, dan torsi.

7. Beban Aksial ialah gaya yang hasilnya melewati centroid dari bagian yang sedang dipertimbangkan dan tegak lurus terhadap bidang bagian.

8. Beban Eksentrik ialah gaya yang tegak lurus terhadap bidang dari bagian yang sedang dipertimbangkan tetapi tidak melewati sentra bagian, sehingga membengkokkan anggota pendukung.

9. Beban Torsi ialah gaya yang diimbangi dari sentra geser dari bagian yang sedang dipertimbangkan dan cenderung ke atau di bidang bagian, sehingga memutar anggota pendukung.

Juga, kode bangunan mengklasifikasikan beban sesuai dengan sifat sumbernya.

10. Beban Mati meliputi material, peralatan, konstruksi, atau elemen berat lainnya yang didukung di, atas, atau oleh sebuah bangunan, termasuk beratnya sendiri, yang dimaksudkan untuk tetap berada di tempatnya secara permanen.

11. Beban Hayati mencakup semua penumpang, material, peralatan, konstruksi, atau elemen berat lainnya yang didukung di, atas, atau oleh bangunan dan yang akan atau kemungkinan akan dipindahkan atau dipindahkan selama umur bangunan yang diperlukan.

12. Beban Kejut ialah sebagian kecil dari beban hidup yang digunakan untuk memperhitungkan tekanan dan lendutan tambahan yang dihasilkan dari pergerakan beban hidup.

13. Beban Angin ialah gaya maksimum yang dapat diterapkan pada bangunan oleh angin dalam interval pengulangan rata-rata, atau satu set kekuatan yang akan menghasilkan tekanan setara.

14. Beban Salju ialah kekuatan maksimum yang dapat diterapkan oleh akumulasi salju dalam interval kekambuhan rata-rata.

15. Beban Seismik ialah gaya yang menghasilkan tekanan atau deformasi maksimum dalam sebuah bangunan selama gempa bumi.

Kalau ada tambahan jenis beban lainnya, silahkan teman-teman semua tambahkan di kolom komentar. Itu akan sangat membantu.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.

Berlangganan replace artikel terbaru via e-mail:

Baca Juga:  Lowongan Kerja PT Nindya Karya (Persero)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =